Review: Only the Brave (2017)


Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Ken Nolan (Transformers: The Last Knight, 2017) dan Eric Warren Singer (American Hustle, 2013) berdasarkan artikel berjudul No Exit yang ditulis jurnalis Sean Flynn untuk majalah GQ, Only the Brave bercerita mengenai kisah nyata kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Yarnell Hill, Arizona, Amerika Serikat, pada pertengahan tahun 2013 yang kemudian berubah menjadi salah satu tragedi alam terbesar di negara tersebut setelah menelan korban sebanyak 19 jiwa – yang seluruhnya merupakan anggota pasukan pemadam kebakaran. Film ini sendiri memberikan fokus pengisahannya pada karakter-karakter anggota pemadam kebakaran yang menjadi korban ketika menjalankan tugasnya dalam tragedi tersebut. Jelas tidak mengherankan jika kemudian Only the Brave berjalan dengan presentasi cerita bertema pengorbanan dan kepahlawanan yang telah cukup familiar. Meskipun begitu, dengan penulisan dan pengarahan cerita yang apik, Only the Brave memiliki cukup banyak amunisi untuk membuatnya tetap menjadi sebuah presentasi yang menyentuh.

Only the Brave memulai pengisahannya dengan memperkenalkan karakter Brendan McDonough (Miles Teller), seorang pemuda bermasalah yang berniat untuk membenahi kembali kehidupannya dengan mencoba melamar pekerjaan menjadi seorang pemadam kebakaran pada Granite Mountain Hotshots yang khusus bertugas untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada daerah-daerah hutan. Berkat didikan keras sang penyelia, Eric Marsh (Josh Brolin), keberadaan Brendan McDonough yang awalnya dipandang sebelah mata oleh rekan setimnya secara perlahan mulai membaik. Brendan McDonough bahkan mampu menemukan sosok-sosok sahabat baru yang turut memberikan pengaruh baik bagi kehidupan kesehariannya. Dalam pekerjaan mereka sendiri, Granite Mountain Hotshots dikenal sebagai kelompok pemadam kebakaran yang tangguh dan selalu dapat diandalkan dalam setiap tugas. Namun, ketika kawasan hutan di daerah Yarnell Hill, Arizona, Amerika Serikat, terbakar akibat sambaran petir, sebuah tantangan baru nan hebat datang menghampiri kelompok tersebut.

Sekilas, Only the Brave memang tidak menawarkan sebuah pola pengisahan yang terlalu istimewa jika dibandingkan dengan film-film sepantarannya. Pengembangan konflik dan karakter dilakukan dengan sederhana. Tidak buruk dan masih mampu tampil memikat namun jelas masih dapat digali dengan lebih mendalam khususnya dengan membuang beberapa bagian pengisahan yang sebenarnya tidak begitu esensialnya keberadaannya. Sebagai sebuah film yang berniat untuk menyelami kehidupan para pemadam kebakaran, naskah cerita garapan Nolan dan Singer sayangnya tidak memberikan banyak ruang bagi penonton untuk mendapatkan informasi maupun pengetahuan lebih mendalam tentang berbagai istilah yang digunakan para pemadam kebakaran dalam keseharian tugas mereka. Istilah-istilah teknis tersebut digunakan dalam dialog film namun seringkali terasa membingungkan bagi penonton awam akibat eksplorasi kata yang terlalu minimalis. Cukup disayangkan.

Penceritaan Only the Brave mampu menghadirkan momen-momen emas ketika film ini memilih untuk berfokus pada hubungan persahabatan yang terjalin antara anggota pemadam kebakaran Granite Mountain Hotshots. Para karakter pemadam kebakaran tersebut mampu digarap baik dengan jalinan hubungan yang tampil meyakinkan sehingga begitu mudah untuk disukai. Sebuah sentuhan yang nantinya membuat konflik di penghujung pengisahan film mampu bekerja maksimal dan tampil emosional. Beberapa kisah personal yang coba diangkat – yang seluruhnya bertema tentang hubungan romansa maupun usaha untuk membangun sebuah keluarga – juga berhasil memberikan banyak momen-momen menyentuh dalam presentasi cerita Only the Brave meskipun seringkali terasa gagal untuk dikembangkan secara lebih baik.

Sebagai film non-fiksi ilmiah pertama yang diarahkannya – setelah sebelumnya mengarahkan Tron: Legacy (2010) dan Oblivion (2013), Joseph Kosinski harus diakui memiliki kemampuan yang handal dalam menggarap dan menjaga aliran ritme pengisahan film. Meski akhirnya Only the Brave terasa bercerita dengan durasi terlalu lama akibat banyaknya konflik-konflik minor yang hadir di berbagai bagian cerita, Kosinski berhasil menyajikan filmnya dengan tempo penceritaan yang tidak pernah terasa terlalu lambat maupun buru-buru sehingga secara tepat menaungi seluruh konflik yang hadir dalam film ini. Departemen produksi film juga tampil maksimal. Tata sinematografi arahan Claudio Miranda berhasil menangkap kerasnya setiap alam yang harus dihadapi oleh karakter-karakter peemadam kebakaran dalam film ini. Tampil begitu nyata. Visual efek yang digarap Kosinski juga hadir dengan tampilan yang meyakinkan di sepanjang pengisahan film.

Kekuatan Only the Brave muncul paling maksimal dari penampilan para pengisi departemen aktingnya. Dipimpin oleh Brolin dan Teller, jajaran pemeran film ini mampu menghidupkan setiap karakter yang hadir di sepanjang jalan pengisahan. Chemistry yang ditampilkan oleh Brolin, Teller, dan para pemeran anggota kelompok pemadam kebakaran Granite Mountain Hotshots lainnya seperti James Badge Dale dan Taylor Kitsch juga tampil solid. Brolin dan Teller sendiri memberikan penampilan yang cukup apik bagi karakter yang mereka perankan. Penampilan yang penuh dengan sentuhan emosional yang humanis. Jajaran pemeran lainnya seperti Jennifer Connelly, Jeff Bridges, dan Andie McDowell juga hadir dengan kualitas akting yang prima meskipun dengan porsi pengisahan yang tergolong minimalis. [B-]

only-the-brave-movie-posterOnly the Brave (2017)

Directed by Joseph Kosinski Produced by Lorenzo di Bonaventura, Thad Luckinbill, Trent Luckinbill, Michael Menchel, Dawn Ostroff, Molly Smith, Jeremy Steckler Written by Ken Nolan, Eric Warren Singer (screenplay), Sean Flynn (article, No Exit) Starring Josh Brolin, Miles Teller, James Badge Dale, Taylor Kitsch, Jennifer Connelly, Jeff Bridges, Andie MacDowell, Geoff Stults, Alex Russell, Thad Luckinbill, Ben Hardy, Scott Haze, Jake Picking, Scott Foxx, Dylan Kenin, Ryan Busch, Kenny Miller, Ryan Jason Cook, Brandon Bunch, Matthew Van Wettering, Michael McNulty, Nicholas Jenks, Sam Quinn, Rachel Singer, Natalie Hall Music by Joseph Trapanese Cinematography Claudio Miranda Edited by Billy Fox Production company Black Label Media/Di Bonaventura Pictures/Condé Nast Entertainment Running time 133 minutes Country United States Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s