Review: Ad Astra (2019)


Setelah George Clooney dan Sandra Bullock (Gravity, 2013), Anne Hathaway (Interstellar, 2014), serta Matt Damon (The Martian, 2015), kini giliran Brad Pitt sebagai salah satu alumni departemen akting dari seri film Ocean’s – yang mencakup tiga film arahan Steven Soderbergh; Ocean’s Eleven (2001), Ocean’s Twelve (2004), dan Ocean’s Thirteen (2007), serta Ocean’s 8 (Gary Ross, 2018) – untuk berperan sebagai sosok astronot yang lantas melakukan eksplorasi penjelajahan angkasa luas. Berbeda dengan film-film bertema luar angkasa yang dibintangi rekan-rekannya, Ad Astra yang juga menjadi film terbaru arahan sutradara James Gray (The Lost City of Z, 2017) hadir tanpa tampilan konflik serta karakter yang hingar-bingar dan memilih untuk tampil dengan pengisahan yang terasa intim sekaligus personal – layaknya film-film arahan Gray sebelumnya, tentu saja. Pilihan ini memang membuat presentasi cerita Ad Astra menjadi cenderung kelam. Namun, di saat yang bersamaan, pengarahan Gray mampu menghasilkan banyak momen emosional kuat, menyentuh, serta begitu mengharu-biru.

Ad Astra akan memperkenalkan penonton pada sosok seorang astronot bernama Major Roy McBride (Pitt). Selain telah dikenal karena ketangguhan dan kecerdasannya dalam setiap melaksanakan tugas-tugas yang diberikan padanya, Major Roy McBride juga merupakan putra dari seorang astronot legendaris Amerika Serikat bernama H. Clifford McBride (Tommy Lee Jones) yang, sayangnya, hilang dan tidak diketahui keberadaannya setelah menjalankan sebuah misi luar angkasa ke Planet Neptunus pada 16 tahun yang lalu. Munculnya sebuah kekuatan misterius yang berasal dari angkasa luar dan mengancam kehidupan di permukaan Bumi lantas membuka tabir kemungkinan bahwa H. Clifford McBride dapat saja masih hidup serta terjebak di Neptunus. Sebagai astronot terbaik yang mereka miliki, United States Space Command jelas segera mengirimkan Major Roy McBride untuk menyelidiki kebenaran misteri tersebut. Namun, nilai personal yang dimiliki kasus itu ternyata secara perlahan mulai mempengaruhi kinerja serta jalan pemikiran Major Roy McBride.

Jika ingin memberikan perbandingan antara Ad Astra dengan film-film bertema sejenis yang cukup banyak dirilis dalam beberapa tahun belakangan, Ad Astra mungkin akan mengingatkan penonton pada First Man (Damien Chazelle, 2018) yang dibintangi Ryan Gosling. Seperti halnya First Man, Ad Astra hadir dengan penataan kisah yang cenderung tenang serta jauh dari kesan penyampaian konflik yang literal. Meskipun begitu, Gray juga tidak menghindarkan filmnya dari presentasi konflik yang dipenuhi dengan adegan-adegan aksi. Ketika dibutuhkan, adegan-adegan aksi yang melibatkan adegan perseteruan atau pertarungan antara sang karakter utama dengan karakter-karakter lain mampu digarap dengan baik oleh Gray. Meskipun hadir dengan dialog yang minimalis, Ad Astra mendapatkan sokongan narasi yang kuat yang hadir dari perspektif sang karakter utama. Berkat arahan Gray yang cerdas, alih-alih berkesan sebagai cara pengisahan yang curang dalam menuturkan cerita film, narasi yang dituturkan oleh Pitt mampu menjadi elemen yang mendukung bangunan kisah Ad Astra secara keseluruhan.

Sayang, terlepas dari usaha Gray untuk menjadikan karakter Major Roy McBride sebagai sosok yang humanis, naskah cerita film yang digarap oleh Gray bersama dengan Ethan Gross (Klepto, 2006) justru seringkali menjebak karakter tersebut untuk terlihat sebagai sosok karakter yang monoton. Selain karena penggambaran kepribadian dan cara pemikirannya yang kurang mendalam, kisah tentang konflik yang muncul akibat hubungannya dengan karakter sang ayah maupun sang istri, Eve McBride (Liv Tyler), juga tidak pernah mampu tampil mengikat. Hal serupa juga dapat dirasakan dari karakter-karakter pendukung yang kemudian tampil di sekitar sang karakter utama. Banyak dari karakter tersebut tampil hanya sebagai pemicu atau batu loncatan bagi kehadiran konflik dalam linimasa penceritaan Ad Astra. Ad Astra sebenarnya tidak melangkah terlalu jauh dengan pola pengisahan yang telah ditetapkan Gray dalam The Lost City of Z. Beberapa momen emosional mampu tercipta namun tidak pernah sekuat atau semenggugah yang dihadirkan Gray dalam film yang dibintangi Charlie Hunnam, Robert Pattinson, dan Tom Holland tersebut.

Dengan biaya produksi yang melambung jauh dari biaya produksi yang digunakan Gray dalam film-film yang ia arahkan sebelumnya, Gray berhasil menghadirkan tatanan kualitas produksi yang meyakinkan. Mulai dari tata visual, efek, suara – yang didukung oleh tata musik garapan Max Richter, serta sinematografi akan mampu membuai serta membawa penonton pada kelamnya angkasa luar. Kharisma dan penampilan akting prima Pitt – yang juga baru saja mencuri perhatian dalam Once Upon a Time in… Hollywood (Quentin Tarantino, 2019) – menjadi kunci utama bagi kesuksesan pengisahan Ad Astra. Lewat penampilan tersebut, karakter Major Roy McBride mampu menghadirkan rasa sunyi dan trauma keluarga dari masa lalunya secara gamblang meskipun tanpa pemanfaatan dialog yang berlebihan. Jelas merupakan salah satu penampilan terbaik akting Pitt di sepanjang karirnya sebagai seorang aktor. Departemen akting Ad Astra juga didukung penampilan apik dari Jones, Ruth Negga, hingga Donald Sutherland yang mampu mendorong kualitas film menjadi semakin solid. [B-]

Ad-Astra-brad-pitt-movie-posterAd Astra (2019)

Directed by James Gray Produced by Brad Pitt, Dede Gardner, Jeremy Kleiner, James Gray, Anthony Katagas, Rodrigo Teixeira, Arnon Milchan Written by James Gray, Ethan Gross Starring Brad Pitt, Tommy Lee Jones, Ruth Negga, Liv Tyler, Donald Sutherland, John Ortiz, Greg Bryk, Loren Dean, John Finn, Kimberly Elise, Bobby Nish, LisaGay Hamilton, Jamie Kennedy, Donnie Keshawarz, Natasha Lyonne Music by Max Richter Cinematography Hoyte van Hoytema Edited by John Axelrad, Lee Haugen Production company 20th Century Fox/Regency Enterprises/Bona Film Group/New Regency/Plan B Entertainment/RT Features/Keep Your Head Productions/MadRiver Pictures/TSG Entertainment Running time 124 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: Ad Astra (2019)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s