Review: Malignant (2021)


Setelah mengarahkan Aquaman (2018) yang menjadi salah satu film tersukses (dan terbaik) dalam seri film DC Extended Universe, James Wan kembali hadir dengan Malignant yang menjadi film horor pertama yang disutradarainya setelah The Conjuring 2 (2016). Malignant juga menandai cerita orisinal pertama yang diarahkan oleh Wan semenjak mengarahkan The Conjuring (2013). Malignant sendiri membawa Wan pada warna pengisahan horor yang baru dan menjauh dari horor akan teror supranatural seperti yang dihadirkan oleh seri film Insidious (2010 – 2018) dan The Conjuring (2013 – 2021) serta sejumlah film lepasan yang diproduksi oleh Wan. Di saat yang bersamaan, mereka yang telah semenjak lama mengikuti karir penyutradaraan Wan jelas dapat merasakan bahwa elemen misteri serta ketegangan yang dipenuhi dengan tumpahan darah yang dihadirkan dalam film ini jelas dipengaruhi oleh tata pengisahan yang dahulu pernah dipamerkan Wan dalam Saw (2003) maupun Dead Silence (2007).

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Akeela Cooper (Hell Fest, 2018), Malignant bercerita tentang seorang perempuan, Madison Mitchell (Annabelle Wallis), yang suaminya, Derek Mitchell (Jake Abel), baru saja terbunuh oleh sosok misterius yang memasuki tempat tinggal mereka. Tidak hanya kehilangan suami, janin yang sedang dikandung oleh Madison Mitchell juga gugur karena serangan yang dilakukan oleh sosok misterius tersebut kepada dirinya. Teror, tentu saja, tidak berhenti begitu saja. Selepas serangkaian tragedi yang menimpa dirinya, Madison Mitchell mendapatkan sejumlah penerawangan yang membuatnya seolah hadir di setiap lokasi pembunuhan selanjutnya yang dilakukan oleh sang sosok misterius. Sial, ketika ia dan sang adik, Sydney Lake (Maddie Hasson), mencoba untuk meminta bantuan kepada pihak kepolisian, Madison Mitchell justru dijadikan tersangka atas kasus pembunuhan sang suami serta sederetan kasus pembunuhan yang tidak ia lakukan.

Malignant bergerak perlahan dalam memperkenalkan komposisi barisan konflik maupun karakternya. Paruh awal film ini bahkan terasa sebagai tiga pengisahan yang bertutur tidak beraturan tentang sejumlah karakter yang sepertinya tidak saling berhubungan satu dengan yang lain. Sebuah prasangka yang tidak tepat, tentu saja. Dengan sentuhan pengisahannya yang khas, Wan mulai merajut alur cerita Malignant dan membangun sebuah misteri besar tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi pada karakter-karakter yang hadir dalam linimasa pengisahan film ini. Wan juga menerapkan pengaruh gaya bercerita a la giallo yang memadukan unsur misteri dan investigasi dengan tampilan kekerasan bersimbah darah guna meningkatkan intensitas ketegangan cerita filmnya. Pengambilan gambar dari jarak dekat, adegan-adegan yang didominasi warna merah kehitaman yang pekat, hingga tema tentang paranoia membuat Malignant terasa dipenuhi banyak momen menyeramkan.

Penuturan Wan, sayangnya, tidak selalu mampu berjalan lancar. Dengan durasi penceritaan yang berjalan selama 111 menit, Malignant tidak mampu tampil dengan paruh pertengahan yang cukup memikat. Fokus yang diberikan pada sosok-sosok karakter Detective Kekoa Shaw (George Young) dan Detective Regina Moss (Michole Briana White) seringkali gagal untuk dikembangkan secara matang. Kedua karakter tersebut terasa generik dan hanya digunakan untuk membantu mendorong pergerakan plot cerita dari sang karakter utama daripada memberikan andil maupun warna tersendiri bagi kualitas penceritaan film secara keseluruhan. Beruntung, meskipun dihambat dengan sejumlah momen yang tergolong hambar dan tidak terlalu kuat, Wan mampu membalut filmnya dengan presentasi teknis yang tetap prima. Tata sinematografi dari Michael Burgess yang menghasilkan kesan ruang sempit yang mencekam serta garapan musik Joseph Bishara yang selalu mampu mengisi ruang horor dalam penceritaan Wan berpadu dengan baik untuk terus tampil mengikat perhatian penonton.

Malignant benar-benar mampu mencapai puncak pengisahan horor pada paruh ketiganya. 30 menit terakhir film ini menghadirkan adegan-adegan aksi dengan nuansa kekerasan yang kental serta penuh darah. Wan juga berhasil membuka sosok misteri dalam filmnya lewat tata pengisahan yang efektif. Memang, sosok misteri maupun pelintiran kisah yang dihadirkan Malignant cukup dapat diduga keberadaannya. Meskipun begitu, dengan bangunan konflik dan karakter yang apik, elemen kejutan tersebut tetap mampu memberikan sokongan yang solid bagi kualitas presentasi film ini secara keseluruhan. Sosok Gabriel yang menjadi karakter antagonis film ini juga mampu digarap dengan baik – dan menyimpan potensi besar untuk dikembangkan dengan porsi pengisahan yang lebih besar di masa yang akan datang seperti sosok-sosok antagonis yang sebelumnya dihadirkan Wan dalam film-filmnya.

Malignant mungkin bukanlah sajian horor a la Wan yang dapat dikonsumsi secara mudah. Eksplorasi Wan pada penuturan misteri yang seringkali berada dalam batasan antara terlihat konyol, berlebihan, ataupun terlalu serius membuat film ini terasa sebagai presentasi yang ingin memamerkan bagaimana seorang Wan bersenang-senang dalam kemampuan pengarahan ceritanya. Di saat yang bersamaan, kehandalan Wan dalam mengeksekusi cerita filmnya jelas menjadi bukti tersendiri bahwa dirinya dapat mengeksplorasi berbagai jenis pola pengisahan dan tetap menghadirkannya dengan warna penuturan yang sesuai dengan jati dirinya. Memang tidak selalu berjalan mulus. Namun penampilan prima Wallis beserta jajaran pengisi departemen akting dan performa kualitas departemen produksi film memastikan Malignant akan mampu memuaskan banyak penikmat horor di luar sana.

popcornpopcornpopcornpopcorn-halfpopcorn2

malignant-james-wan-annabelle-wallis-movie-posterMalignant (2021)

Directed by James Wan Produced by James Wan, Michael Clear Written by Akela Cooper (screenplay), James Wan, Ingrid Bisu, Akela Cooper (story) Starring Annabelle Wallis, Maddie Hasson, George Young, Jacqueline McKenzie, Michole Briana White, Mckenna Grace, Jean Louisa Kelly, Madison Wolfe, Susanna Thompson, Jake Abel, Jacqueline McKenzie, Christian Clemenson, Amir Aboulela, Ingrid Bisu, Ruben Pla, Jon Lee Brody, Dan Ramos, Paula Marshall, Zoe Bell, Ray Chase, Marina Mazepa, Andy Bean, Patricia Velasquez Cinematography Michael Burgess Edited by Kirk Morri Music by Joseph Bishara Production companies New Line Cinema/Starlight Media Inc./My Entertainment Inc./Atomic Monster Productions Running time 111 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s