Tag Archives: Marina Mazepa

Review: Resident Evil: Welcome to Raccoon City (2021)

Meskipun masih mampu mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$312 juta dari perilisannya di seluruh dunia, capaian komersial Resident Evil: The Final Chapter (Paul W. S. Anderson, 2016) yang kurang maksimal di negara asalnya, Amerika Serikat, serta kualitas cerita yang terus mendapatkan kritikan tajam baik dari para kritikus film maupun banyak penggemar permainan video Resident Evil yang menjadi dasar pengisahan bagi seri film tersebut ternyata memberikan kekhawatiran tersendiri bagi para pembuatnya. Tidak mengherankan, bahkan ketika Resident Evil: The Final Chapter masih ditayangkan, ide untuk membuat ulang seri Resident Evil dengan menggunakan konsep, jalan cerita, serta barisan pemeran yang berbeda mulai berkumandang. Ide tersebut sempat menarik perhatian James Wan – yang, sayangnya, kemudian mundur dan memilih untuk memproduseri reboot film adaptasi permainan video lainnya, Mortal Kombat (Simon McQuoid, 2021). Perjalanan penggarapan seri film baru bagi adaptasi permainan video Resident Evil terus bergulir dengan pemilihan Johannes Roberts (47 Meters Down: Uncaged, 2019) untuk duduk di kursi penyutradaraan dan proses pengambilan gambar yang dilakukan di sepanjang tahun 2020. Continue reading Review: Resident Evil: Welcome to Raccoon City (2021)

Review: Malignant (2021)

Setelah mengarahkan Aquaman (2018) yang menjadi salah satu film tersukses (dan terbaik) dalam seri film DC Extended Universe, James Wan kembali hadir dengan Malignant yang menjadi film horor pertama yang disutradarainya setelah The Conjuring 2 (2016). Malignant juga menandai cerita orisinal pertama yang diarahkan oleh Wan semenjak mengarahkan The Conjuring (2013). Malignant sendiri membawa Wan pada warna pengisahan horor yang baru dan menjauh dari horor akan teror supranatural seperti yang dihadirkan oleh seri film Insidious (2010 – 2018) dan The Conjuring (2013 – 2021) serta sejumlah film lepasan yang diproduksi oleh Wan. Di saat yang bersamaan, mereka yang telah semenjak lama mengikuti karir penyutradaraan Wan jelas dapat merasakan bahwa elemen misteri serta ketegangan yang dipenuhi dengan tumpahan darah yang dihadirkan dalam film ini jelas dipengaruhi oleh tata pengisahan yang dahulu pernah dipamerkan Wan dalam Saw (2003) maupun Dead Silence (2007). Continue reading Review: Malignant (2021)

Review: The Unholy (2021)

Setelah membantu menuliskan naskah maupun cerita untuk film-film blockbuster seperti The Huntsman: Winter’s War (Cedric Nicolas-Troyan, 2016), Beauty and the Beast (Bill Condon, 2017), dan Charlie’s Angels (Elizabeth Banks, 2019), penulis naskah Evan Spiliotopoulos melakukan debut pengarahannya lewat film horor The Unholy. Alur ceritanya sendiri dimulai ketika seorang gadis remaja penderita tuli bisu bernama Alice (Cricket Brown) secara tiba-tiba mendapatkan kemampuan mendengar serta berbicara setelah mendapatkan “kunjungan” dari Bunda Maria. Jelas saja, kejadian tersebut segera menghebohkan dunia dan membuat gereja tempat dirinya dirawat oleh Father Hagan (William Sadler) selama ini dianggap menjadi sebuah tempat suci. Keajaiban yang dialami oleh Alice bahkan menarik perhatian seorang mantan jurnalis bernama Gerry Fenn (Jeffrey Dean Morgan) yang biasanya skeptis terhadap ajaran agama untuk meliputnya. Alice bahkan dengan segera menjalin hubungan baik dengan Gerry Fenn dan menjadikannya sebagai sarana untuk menyebarluaskan “pesan-pesan” yang disampaikan oleh Bunda Maria kepada dirinya. Namun, setelah sejumlah keanehan yang terjadi, Gerry Fenn mulai merasa ada yang salah terhadap “ajaran” Bunda Maria yang disampaikan oleh Alice. Continue reading Review: The Unholy (2021)