Tag Archives: Annabelle Wallis

Review: Mine (2016)

Merupakan debut pengarahan film layar lebar bagi duo sutradara asal Italia, Fabio Guaglione dan Fabio Resinaro, Mine berkisah mengenai seorang anggota pasukan tentara Amerika Serikat yang sedang bertugas di Afrika Utara, Mike Stevens (Armie Hammer). Setelah sebuah misi yang gagal untuk dieksekusi, ia dan rekannya, Tommy Madison (Tom Cullen), harus berjalan menempuh luas dan panasnya daratan gurun pasir untuk kembali ke pangkalan militer mereka. Sial, di tengah perjalanan, keduanya secara tidak sengaja menginjak ranjau darat yang kemudian membunuh Tommy Madison. Sendirian di tengah gurun, Mike Stevens harus memutar otak untuk dapat menyelamatkan hidupnya, baik dari ranjau darat yang dapat meledak kapan saja maupun dari berbagai tantangan yang dapat menghampirinya dari berbagai penjuru gurun tersebut. Continue reading Review: Mine (2016)

Advertisements

Review: The Mummy (2017)

Jika Marvel Studios dan Walt Disney Pictures memiliki Marvel Cinematic Universe, Warner Bros. Pictures memiliki DC Extended Universe yang bekerjasama dengan DC Films dan MonsterVerse yang bekerjasama dengan Legendary Pictures, maka Universal Pictures memiliki Dark Universe. Dark Universe nantinya akan mengumpulkan dan mempersatukan versi buat ulang dari film-film klasik bertema monster milik Universal Pictures seperti Invisible Man, Wolf Man, Frankeinstein dan Dracula, untuk nantinya dikisahkan dalam satu semesta penceritaan yang sama. Dark Universe sendiri dimulai dengan The Mummy, sebuah film arahan Alex Kurtzman (People Like Us, 2012) yang meskipun menghadirkan monster yang sama namun sama sekali tidak memiliki hubungan pengisahan dengan seri film The Mummy dalam rangkaian film Universal Monsters (1942 – 1955) atau film-film The Mummy buatan Hammer Film Productions (1959 – 1971) maupun trilogi The Mummy (1999 – 2008) arahan Stephen Sommers. Dibintangi oleh Tom Cruise dan Russell Crowe, mampukah The Mummy menarik perhatian dan minat penikmat film dunia sekaligus membuka jalan bagi deretan film Dark Universe berikutnya untuk meraih kesuksesan? Continue reading Review: The Mummy (2017)

Review: King Arthur: Legend of the Sword (2017)

Kisah King Arthur dan pedang legendarisnya, Excalibur, jelas merupakan salah satu kisah yang familiar bagi kebanyakan umat manusia yang ada di permukaan Bumi. Tidak hanya popular, kisah tersebut bahkan telah berulangkali diadaptasi dalam berbagai bentuk media, mulai dari buku, serial televisi, animasi, drama panggung, video permainan hingga, tentu saja, film – yang bahkan tercatat pernah menampilkan cerita tentang King Arthur semenjak era film bisu di tahun 1904. Yang teranyar, sutradara asal Inggris, Guy Ritchie (The Man from U.N.C.L.E., 2015), berusaha memberikan interpretasinya sendiri atas kisah mitologi Britania Raya tersebut lewat King Arthur: Legend of the Sword. Lantas, apa yang dapat ditawarkan oleh Ritchie pada pengisahan King Arthur miliknya? Cukup banyak, ternyata. Continue reading Review: King Arthur: Legend of the Sword (2017)

Review: X-Men: First Class (2011)

Setelah seri ketiga dari franchise X-Men, X-Men: The Last Stand (2006), yang diarahkan oleh Brett Ratner mendapatkan banyak kritikan tajam dari para kritikus film dunia – hal yang kemudian dialami juga oleh spin-off prekuel dari franchise tersebut, X-Men Origins: Wolverine (2009) arahan Gavin Hood – Marvel Studios dan 20th Century Fox sebagai pihak produser kemudian memutuskan untuk memberikan sebuah prekuel penuh bagi franchise X-Men yang kini telah berusia sebelas tahun itu. Dalam X-Men: First Class, penonton dibawa jauh kembali menuju masa – masa ketika Professor X masih belum mengalami kebotakan dan lebih dikenal dengan nama Dr Charles Xavier, Magneto – juga masih lebih dikenal dengan nama Erik Lensherr – belum menemukan dan menggunakan topi baja anehnya serta keduanya masih menjalami masa-masa indah persahabatan mereka.

Continue reading Review: X-Men: First Class (2011)