Review: Brahms: The Boy II (2020)


Brahms? Well… di tengah gempuran horor yang menghadirkan Annabelle atau Chucky sebagai deretan boneka yang memiliki ketertarikan khusus untuk membunuh orang-orang yang berada di sekitarnya, mungkin memang sedikit mudah untuk melupakan sosok Brahms. Dihadirkan pertama kali lewat The Boy (William Brent Bell, 2016), pengisahan yang diberikan bagi karakter Brahms memang bukanlah sebuah presentasi cerita yang benar-benar istimewa. Cenderung medioker yang membuatnya sukar untuk tampil menonjol diantara banyaknya film-film horor buatan Hollywood. Namun, dengan keberhasilan untuk meraih keuntungan komersial sebesar lebih dari US$64 juta dari biaya produksi minimalis yang hanya sebesar US$10 juta, The Boy jelas menjadi sasaran baru bagi Hollywood untuk mengeruk pendapatan dengan mudah. Kengerian teror yang dihadirkan oleh sosok Brahms lantas dilanjutkan Bell lewat Brahms: The Boy II dengan naskah cerita yang masih digarap oleh penulis naskah cerita The Boy, Stacey Menear. Hasilnya? Tidak begitu mengejutkan untuk melihat film ini hadir dengan kualitas tatanan cerita yang tidak terlalu berbeda dari film pendahulunya.

Jalan pengisahan Brahms: The Boy II dimulai dengan peristiwa perampokan yang dialami oleh seorang ibu, Liza (Katie Holmes), bersama dengan anaknya, Jude (Christopher Convery). Peristiwa tersebut meninggalkan trauma yang begitu mendalam bagi Jude dan membuatnya berdiam diri selama berbulan-bulan. Untuk membantu mengobati trauma yang dirasakan Jude, Liza dan suaminya, Sean (Owain Yeoman), memilih untuk memindahkan kediaman mereka ke daerah pinggiran kota dengan suasana keseharian yang lebih tenang. Ketika berkeliling mengeksplorasi wilayah sekitar rumah barunya, Jude menemukan sesosok boneka yang kemudian dibawanya kembali pulang. Memberikan nama Brahms pada boneka yang ia temukan, Jude mulai membentuk kedekatan dengan boneka tersebut. Jude bahkan secara perlahan mulai mau berkomunikasi kembali dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Namun, di saat yang bersamaan, berbagai kejadian aneh mulai terjadi yang membuat Liza curiga dengan keberadaan Brahms. Benar saja, berdasarkan hasil investigasi kecil yang ia lakukan, Liza menemukan bahwa Brahms adalah sosok boneka yang memiliki sejarah masa lalu yang kelam dan berbahaya.

Sama sekali tidak ada sentuhan pengisahan yang baru pada presentasi Brahms: The Boy II. Bahkan, bagian yang paling mengecewakan dari film ini, Bell dan Menear justru terkesan menggunakan kembali berbagai formula horor dan teror yang sebelumnya telah mereka hadirkan pada The Boy. Bell dan Menear sepertinya ingin penonton untuk melupakaan keberadaan The Boy namun dengan tetap menggunakan berbagai konflik yang telah dibangun pada film tersebut sebagai benang merah penceritaan bagi film yang menjadi sekuelnya. Kehadiran kejutan yang berulang tentu saja berakibat fatal pada kualitas kemampuan Brahms: The Boy II dalam menakut-nakuti penontonnya. Tentu, beberapa adegan kejutan masih mampu menghadirkan elemen hiburan yang mumpuni. Meskipun begitu, terlepas dari sejumlah adegan horor yang masih efektif, Brahms: The Boy II hadir datar dengan kesan repetisi yang sama sekali tidak menarik akan bebragai formula pengisahan yang telah dituturkan pada film pendahulunya.

Brahms: The Boys II bukannya tidak menyimpan potensi untuk menjadi sebuah presentasi horor yang lebih meyakinkan. Dukungan akting Holmes, Yeoman, dan Convery setidaknya mampu membuat karakter-karakter yang mereka perankan tampil hidup dengan konflik awal yang terbangun dengan apik. Sayangnya deretan potensi dari barisan karakter yang telah dibangun lantas mendapatkan pengembangan yang begitu lemah – baik dari naskah cerita garapan Menear yang benar-benar dangkal dalam mengartikan sebuah kisah horor maupun dari arahan Bell yang terjebak dalam berbagai hal klise dalam menghantarkan sebuah presentasi cerita horor. Brahms: The Boy II lantas berakhir sebagai sebuah sajian horor yang menggelikan, mendedikasikan seluruh 86 menit durasi ceritanya untuk menghadirkan berbagai kualitas buruk yang dapat disajikan dalam sebuah film horor, dan jelas tidak ingin diingat oleh siapapun keberadaannya segera setelah penayangannya berakhir.

popcornpopcornpopcorn2popcorn2popcorn2

brahms-the-boy-2-movie-posterBrahms: The Boy II (2020)

Directed by William Brent Bell Produced by Matt Berenson, Gary Lucchesi, Tom Rosenberg, Jim Wedaa, Eric Reid, Roy Lee, Richard S. Wright Written by Stacey Menear Starring Katie Holmes, Ralph Ineson, Owain Yeoman, Christopher Convery, Anjali Jay, Oliver Rice, Natalie Moon, Daphne Hoskins, Joely Collins Music by Brett Detar Cinematography Karl Walter Lindenlaub Edited by Brian Berdan Production companies Lakeshore Entertainment/STXfilms Running time 86 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s