Tag Archives: Christopher Convery

Review: Brahms: The Boy II (2020)

Brahms? Well… di tengah gempuran horor yang menghadirkan Annabelle atau Chucky sebagai deretan boneka yang memiliki ketertarikan khusus untuk membunuh orang-orang yang berada di sekitarnya, mungkin memang sedikit mudah untuk melupakan sosok Brahms. Dihadirkan pertama kali lewat The Boy (William Brent Bell, 2016), pengisahan yang diberikan bagi karakter Brahms memang bukanlah sebuah presentasi cerita yang benar-benar istimewa. Cenderung medioker yang membuatnya sukar untuk tampil menonjol diantara banyaknya film-film horor buatan Hollywood. Namun, dengan keberhasilan untuk meraih keuntungan komersial sebesar lebih dari US$64 juta dari biaya produksi minimalis yang hanya sebesar US$10 juta, The Boy jelas menjadi sasaran baru bagi Hollywood untuk mengeruk pendapatan dengan mudah. Kengerian teror yang dihadirkan oleh sosok Brahms lantas dilanjutkan Bell lewat Brahms: The Boy II dengan naskah cerita yang masih digarap oleh penulis naskah cerita The Boy, Stacey Menear. Hasilnya? Tidak begitu mengejutkan untuk melihat film ini hadir dengan kualitas tatanan cerita yang tidak terlalu berbeda dari film pendahulunya. Continue reading Review: Brahms: The Boy II (2020)

Review: The Girl in the Spider’s Web (2018)

Pernah membayangkan jika petualangan Lisbeth Salander hadir tanpa pengarahan David Fincher? Atau karakternya diperankan oleh aktris lain selain Rooney Mara? Atau perjalanan ceritanya tidak didampingi oleh iringan musik garapan Trent Reznor dan Atticus Ross? Well… tentu saja, tiga novel pertama seri Millennium buatan Stieg Larsson, The Girl with the Dragon Tattoo, The Girl who Played with Fire, dan The Girl who Kicked the Hornets’ Nest, telah difilmkan sebelum Fincher merilis The Girl with the Dragon Tattoo versinya pada tahun 2011 dengan Noomi Rapace berperan sebagai sang gadis bertato naga. The Girl in the Spider’s Web arahan Fede Álvarez (Evil Dead, 2013) sendiri jelas berada pada tingkatan dan atmosfer pengisahan yang berbeda jika dibandingkan dengan film arahan Fincher maupun tiga film adaptasi seri Millennium pertama yang dibintangi Rapace. Mirip dengan film-film pendahulunya, Álvarez masih mempertahankan atmosfer kelam dan dingin pada penceritaan The Girl in the Spider’s Web. Namun, daripada menghadirkan pengisahan dan karakterisasi yang cenderung kompleks, Álvarez membungkus The Girl in the Spider’s Web menjadi sebuah sajian crime thriller yang cukup apik. And that’s not a bad thing, really. Continue reading Review: The Girl in the Spider’s Web (2018)