Tag Archives: William Brent Bell

Review: Brahms: The Boy II (2020)

Brahms? Well… di tengah gempuran horor yang menghadirkan Annabelle atau Chucky sebagai deretan boneka yang memiliki ketertarikan khusus untuk membunuh orang-orang yang berada di sekitarnya, mungkin memang sedikit mudah untuk melupakan sosok Brahms. Dihadirkan pertama kali lewat The Boy (William Brent Bell, 2016), pengisahan yang diberikan bagi karakter Brahms memang bukanlah sebuah presentasi cerita yang benar-benar istimewa. Cenderung medioker yang membuatnya sukar untuk tampil menonjol diantara banyaknya film-film horor buatan Hollywood. Namun, dengan keberhasilan untuk meraih keuntungan komersial sebesar lebih dari US$64 juta dari biaya produksi minimalis yang hanya sebesar US$10 juta, The Boy jelas menjadi sasaran baru bagi Hollywood untuk mengeruk pendapatan dengan mudah. Kengerian teror yang dihadirkan oleh sosok Brahms lantas dilanjutkan Bell lewat Brahms: The Boy II dengan naskah cerita yang masih digarap oleh penulis naskah cerita The Boy, Stacey Menear. Hasilnya? Tidak begitu mengejutkan untuk melihat film ini hadir dengan kualitas tatanan cerita yang tidak terlalu berbeda dari film pendahulunya. Continue reading Review: Brahms: The Boy II (2020)

Review: The Devil Inside (2012)

Hey… what do you know? Another movie about exorcism. Tidak seperti Exorcismus (2010), The Devil Inside adalah sebuah film yang bertemakan tentang pengusiran setan namun digarap a la film-film found footage seperti The Blair Witch Project (1999) atau franchise Paranormal Activity (2009 – 2011) yang fenomenal itu – dua elemen horor yang sebelumnya telah sukses digabungkan Daniel Stamm dalam The Last Exorcism (2010). Dengan durasi sepanjang 87 menit, seperti layaknya film-film horor bertema sama, The Devil Inside menghabiskan paruh waktu pertamanya dengan memberikan perkenalan karakter dan masalah sekaligus menghadirkan beberapa adegan kejutan yang cukup menakutkan. Sayangnya, ketika film ini mencapai puncak permasalahannya, The Devil Inside malah berjalan dengan repetisi kisah yang cenderung datar dan sebuah ending yang begitu anti-klimaks.

Continue reading Review: The Devil Inside (2012)