Review: The A-Team (2010)


Musim panas biasanya dimanfaatkan oleh industri film Hollywood untuk merilis film-film dengan jalur cerita cheesy namun dapat menutupi berbagai kekurangannya tersebut dengan plot action dan komedi yang dibuat dengan cara yang berlebihan untuk mencapai hasil yang menyenangkan. Fakta bahwa hingga pertengahan musim panas tahun ini baru Iron Man 2 yang (hampir) mencapai hal tersebut mungkin dapat menjadi pertanda bahwa musim panas tahun ini tidaklah semenyenangkan musim panas tahun-tahun sebelumnya. And then comes The A-Team.

Setelah menunggu sekian lama, para penggemar berat serial televisi The A-Team akhirnya dapat melihat Colonel Hannibal Smith dan ketiga anggota timnya beraksi di layar lebar. Berstatus dalam masa pengembangan semenjak pertengahan tahun 1990-an, proses produksi film ini, dengan sutradara Smokin’ Aces, Joe Carnahan, duduk di kursi sutradara, akhirnya dimulai pada akhir tahun 2009. Dibintangi oleh Liam Neeson, Bradley Cooper, Sharlto Copley dan Quinton Jackson sebagai empat mantan Army Ranger yang diburu pemerintah, The A-Team mungkin akan memberikan arti sebenarnya dari “bersenang-senang di musim panas.”

Serial The A-Team sendiri memang dikenal sebagai sebuah serial action dengan jalan cerita yang cheesy, namun mampu mendapatkan sejumlah besar penggemarnya dari empat tokoh utama serial tersebut yang memiliki karakter sifat yang sangat kuat: Hannibal sebagai otak dari tim, Face sebagai sang womanizer, si gila Murdock, dan B.A Baracus yang eksentrik. Joe Carnahan sepertinya tahu betul akan hal tersebut. Karenanya, ia mempertahankan setiap karakter sifat dari empat tokoh utama film ini. Walau begitu, Carnahan juga terlihat berusaha untuk menaikkan kelas dari The A-Team, dan itu ia lakukan dengan menuliskan naskah yang jauh lebih pintar dari  setiap episode yang ada dari serial lawas tersebut.

Sekitar 20 menit pertama film ini dipergunakan untuk memperkenalkan kembali empat karakter utama film ini kepada para penontonnya, John “Hannibal” Smith (Neeson), Templeton “Faceman” Peck (Cooper), B. A. “Bad Attitude” Baracus (Jackson) dan H. M. “Howling Mad” Murdock (Copley), dalam sebuah misi pertama mereka sebagai sebuah tim yang sukses mereka jalankan. Keempat Army Ranger ini, yang kemudian dikenal dengan The A-Team, akhirnya menjadi terkenal sebagai sebuah tim yang selalu sukses dalam setiap misi yang mereka jalankan.

Setelah delapan tahun dan delapan puluh misi yang sukses mereka kerjakan, Hannibal dihubungi oleh Agent Lynch (Patrick Wilson), yang memberitahukan sebuah rencana dari sekelompok teroris di Irak untuk mencuri plat pencetak uang Amerika Serikat yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan para teroris. Walau pada awalnya telah diminta oleh pemimpin mereka, General Russell Morrison (Gerald McRaney), dan diperingatkan oleh Captain Charisa Sosa (Jessica Biel), untuk menjauhi misi tersebut, The A-Team akhirnya memilih untuk bertindak sendiri. Hasilnya, misi tersebut ternyata adalah sebuah jebakan kepada mereka.

The A-Team dan Sosa pun akhirnya harus menanggung akibatnya. Sosa diturunkan jabatannya menjadi Letnan, sementara setiap anggota The A-Team dipecat secara tidak hormat dari kemiliteran serta dipenjara selama 10 tahun di empat tempat yang berjauhan. Namun, tentu saja para pahlawan kita tidak akan berdiam diri begitu saja. Dengan bantuan Agent Lynch, Hannibal melarikan diri dari penjara sekaligus melepas ketiga anggota timnya. Kini, mereka berusaha mencari siapa otak sebenarnya yang berada di balik penjebakan mereka.

Dengan durasi yang hampir mencapai dua jam penuh, Carnahan menyajikan The A-Team sebagai sebuah film yang dipenuhi berbagai adegan penuh ledakan yang memacu adrenalin. Namun apakah hal ini yang akan memuaskan para penggemar lama serial televisi legendaris tersebut? Besar kemungkinan tidak, namun mereka seharusnya bangga karena Carnahan telah memberikan usaha terbaiknya untuk tetap mempertahankan sisi terbaik dari serial The A-Team, yakni action dan komedi, serta meningkatkan kualitasnya dengan menuliskan naskah yang lebih bermutu dan sama sekali jauh dari kata membosankan.

Mengadaptasi sebuah serial legendaris tentu saja akan membuat banyak pihak membandingkan jajaran pemeran asli dengan para pemeran karakter baru yang ada di film. Harus diakui, hal yang paling terasa hilang di film The A-Team adalah interprestasi Mr T atas karakter B. A. Baracus. Quinton Jackson, sebagai pemeran baru dari Baracus, tidak memberikan interpretasi buruk. Namun Baracus di film ini sepertinya terlihat lebih kalem, entah karena film ini tidak terlalu memanfaatkan karakternya sebagai salah satu penarik perhatian atau memang Jackson tidak memiliki kharisma yang sama seperti yang telah diberikan oleh Mr T.

Mengalahkan penampilan ketiga pemeran lainnya, Sharlto Copley, yang baru saja meraih popularitas lewat film District 9, berhasil keluar sebagai pemeran yang paling sering mencuri perhatian lewat karakterisasi yang ia lakukan terhadap tokoh Murdock. Copley tidak hanya membuat Murdock menjadi seorang karakter yang lebih gila dari apa yang telah ditampilkan di serialnya, namun penampilan Copley di film ini hampir memberikan separuh porsi dari seluruh sisi hiburan yang diberikan oleh The A-Team.

Neeson dan Cooper juga berhasil memberikan penampilan yang baik untuk menghidupkan karakternya. Kharisma Neeson rasanya cukup untuk membawa karakter Hannibal menjadi karakter yang paling dihormati di antara anggota timnya. Sementara Cooper tampil cukup menyenangkan. Masih akan mengingatkan penampilannya di The Hangover, tapi daya tarik Cooper sebagai seorang bad boy memang tidak dapat dielakkan, terlebih dengan adanya plot romansa antara karakter yang ia perankan dengan karakter Sosa yang dimainkan Jessica Biel.

Penuh dengan berbagai adegan ledakan tidak menjadikan The A-Team sebagai sebuah film dengan jalan cerita yang dangkal. Naskah cerita, yang ditulis oleh Carnahan bersama Brian Bloom dan Skip Woods memang sangat ringan. Namun dengan penampilan yang sangat kompak dari keempat pemeran utamanya, naskah komikal yang memberikan sisi komedi yang sangat menyenangkan serta aksi ledakan yang menegangkan namun terjaga dengan baik, The A-Team tampil pasti sebagai film action yang paling menyenangkan di musim panas tahun ini.

Rating: 4 / 5

The A-Team (Dune Entertainment/Scott Free Films/20th Century Fox, 2010)

The A-Team (2010)

Directed by Joe Carnahan Produced by Ridley Scott, Tony Scott, Jules Daly, Stephen J. Cannell, Alex Young Written by Joe Carnahan, Brian Bloom, Skip Woods Starring Liam Neeson, Bradley Cooper, Quinton Jackson, Sharlto Copley, Jessica Biel, Patrick Wilson, Brian Bloom, Jonn Hamm Music by Alan Silvestri Cinematography Mauro Fiore Studio Dune Entertainment/Scott Free Films Distributed by 20th Century Fox Running time 117 minutes Country United States Language English

Advertisements

2 thoughts on “Review: The A-Team (2010)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s