Tag Archives: Joe Carnahan

Review: Boss Level (2020)

Tujuh tahun setelah mengarahkan Stretch (2014) – sebuah drama komedi yang diproduseri oleh Jason Blum, melibatkan penampilan dari Patrick Wilson, Chris Pine, dan Jessica Alba, namun batal ditayangkan secara luas di layar bioskop untuk kemudian dirilis melalui layanan video on demand – Joe Carnahan kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk Boss Level. Film yang menandai kali pertama Carnahan mengarahkan sebuah alur cerita bernada fiksi ilmiah ini sebenarnya telah menyelesaikan proses produksinya di awal tahun 2018 dengan jadwal penayangan pada musim panas tahun 2019. Ironisnya, sama seperti Stretch, distributor dari Boss Level juga memilih untuk meninggalkan film yang dibintangi Frank Grillo tersebut yang secara otomatis juga lantas membuatnya gagal tayang di layar bioskop sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.  Baru pada akhir tahun 2020, Boss Level menarik perhatian sejumlah distributor film – termasuk layanan streaming Hulu – yang kemudian membeli hak tayang film dan mulai merilisnya di awal tahun 2021. Bad luck Carnahan. Continue reading Review: Boss Level (2020)

Review: The Grey (2012)

Diangkat dari cerita pendek berjudul Ghost Walker karya Ian MacKenzie Jeffers, yang bersama sutradara Joe Carnahan (The A-Team, 2010) juga menyusun naskah cerita untuk film ini, The Grey mengisahkan mengenai sekelompok pekerja pertambangan minyak di hari terakhir mereka bekerja. Setelah selama lima minggu terdampar di dinginnya hamparan luas Alaska, para pekerja tersebut akhirnya dapat kembali ke rumah mereka masing untuk mendapatkan masa istirahat mereka. Salah satu diantara para pekerja tersebut adalah John Ottway (Liam Neeson), yang di hari terakhir dirinya bekerja, menuliskan sebuah surat untuk istri (Anne Openshaw) yang semenjak beberapa lama selalu terbayang di benaknya untuk kemudian melakukan sebuah usaha bunuh diri. Lolongan seekor serigala kemudian membatalkan rencana tersebut.

Continue reading Review: The Grey (2012)

Review: The A-Team (2010)

Musim panas biasanya dimanfaatkan oleh industri film Hollywood untuk merilis film-film dengan jalur cerita cheesy namun dapat menutupi berbagai kekurangannya tersebut dengan plot action dan komedi yang dibuat dengan cara yang berlebihan untuk mencapai hasil yang menyenangkan. Fakta bahwa hingga pertengahan musim panas tahun ini baru Iron Man 2 yang (hampir) mencapai hal tersebut mungkin dapat menjadi pertanda bahwa musim panas tahun ini tidaklah semenyenangkan musim panas tahun-tahun sebelumnya. And then comes The A-Team.

Continue reading Review: The A-Team (2010)