Tag Archives: El Manik

Review: Buffalo Boys (2018)

Merupakan debut pengarahan Mike Wiluan setelah menjadi produser bagi film-film seperti Meraih Mimpi (Phillip Stamp, 2009), Dead Mine (Steven Sheil, 2013), dan Headshot (Mo Brothers, 2016), Buffalo Boys yang berlatar kisah di tahun 1860 ini berkisah mengenai seorang pria bernama Arana (Tio Pakusadewo) yang bersama dengan dua keponakannya, Jamar (Ario Bayu) dan Suwo (Yoshi Sudarso), kembali ke Indonesia dari tempat pengasingan mereka di California, Amerika Serikat, untuk membalaskan dendam kematian keluarga mereka oleh pasukan kolonia Belanda yang dipimpin oleh Van Trach (Reinout Bussemaker). Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan Kiona (Pevita Pearce), Sri (Mikha Tambayong), serta sejumlah penduduk desa yang seringkali harus menderita akibat kekejaman para penjajah yang merebut harga dan tidak segan untuk membunuh mereka. Pertemuan tersebut lantas membuka mata Arana, Jamar, dan Suwo: kedatangan mereka tidak hanya untuk membalaskan dendam keluarga mereka namun juga untuk membantu rakyat Indonesia terbebas dari jajahan pihak kolonial Belanda. Continue reading Review: Buffalo Boys (2018)

Advertisements

Review: Cinta Suci Zahrana (2012)

Setelah Ayat-Ayat Cinta (2008), dua seri Ketika Cinta Bertasbih (2009) dan Dalam Mihrab Cinta (2010), Cinta Suci Zahrana menjadi novel keempat karya Habiburrahman El Shirazy yang diangkat ke layar lebar. Seperti yang diungkapkan oleh judul film ini, Cinta Suci Zahrana berkisah mengenai seorang karakter wanita bernama Zahrana (Meyda Sefira), yang digambarkan sebagai sesosok wanita yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik namun juga memiliki otak yang begitu cemerlang serta taat beribadah. Kekurangan Zahrana? Di usianya yang kini telah mencapai 34 tahun, ia masih belum dapat menemukan sesosok pria yang dapat dijadikannya sebagai seorang pendamping seumur hidupnya. Zahrana sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Namun kedua orangtuanya (Amoroso Katamsi dan Nena Rosier) membuat permasalahan jodoh tersebut seperti layaknya sebuah aib bagi keluarga mereka yang harus segera disingkirkan.

Continue reading Review: Cinta Suci Zahrana (2012)

Review: Dalam Mihrab Cinta (2010)

Ketika novelnya, Ayat-Ayat Cinta (2008), diangkat ke layar lebar dengan Hanung Bramantyo duduk di kursi sutradara, dan kemudian meraih kesuksesan yang luar biasa, Habiburrahman El Shirazy, atau yang lebih dikenal sebagai Kang Abik, dikabarkan kurang merasa puas dengan cara Hanung menghantarkan cerita adaptasi novel best seller-nya tersebut. Film tersebut kemudian diikuti dengan dua seri dari adaptasi novel laris Kang Abik lainnya, Ketika Cinta Bertasbih (2009), yang dibawah arahan sutradara senior, Chaerul Umam, berhasil kembali meraih kesuksesan, khususnya dari mereka yang semenjak lama memang menggemari novel tersebut.

Continue reading Review: Dalam Mihrab Cinta (2010)