Tag Archives: Nena Rosier

Review: Kuntilanak (2018)

First of allNope. Meskipun memiliki kesamaan judul dan sutradara (dan rumah produksi), versi terbaru dari Kuntilanak ini sama sekali tidak memiliki keterikatan cerita dengan trilogi Kuntilanak arahan Rizal Mantovani yang dibintangi Julie Estelle dan sempat begitu popular ketika dirilis pada tahun 2006, 2007, dan 2008. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio (Guru Ngaji, 2018), Kuntilanak versi terbaru ini bahkan memberikan perubahan yang cukup radikal dengan menempatkan lima karakter anak-anak sebagai karakter utama cerita serta memberikan sentuhan komedi dan petualangan pada berbagai sudut pengisahannya – meskipun masih tetap menggunakan beberapa formula lama seperti keberadaan cermin antik yang misterius serta tembang berbahasa Jawa berjudul Lingsir Wengi untuk mempertahankan aroma mistis di dalam jalan penceritaan. Pengembangan kisah tersebut sebenarnya dapat saja menjadikan Kuntilanak tampil sebagai horor yang berbeda dan terasa menyegarkan diantara belantara film horor Indonesia. Sayangnya, pengelolaan kisah dan pengarahan yang setengah matang lebih sering menjadikan film ini terasa kebingungan dalam bercerita daripada mampu tampil menjadi sebuah presentasi horor yang menarik. Continue reading Review: Kuntilanak (2018)

Advertisements

Review: Jelita Sejuba (2018)

Jika biasanya film-film yang berlatar kehidupan para tentara mengambil sudut pandang dari karakter para tentaranya itu sendiri – lihat saja Merah Putih II: Darah Garuda (Yadi Sugandi, Conor Allyn, 2010), Doea Tanda Cinta (Rick Soerafani, 2015), atau Dunkirk (Christopher Nolan, 2017), maka Jelita Sejuba mencoba berkisah mengenai kehidupan sang istri dari tentara dalam mendampingi sosok yang harus membagi perhatiannya antara keluarga dengan negara. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Jujur Prananto – yang juga bertanggungjawab untuk naskah cerita Doea Tanda Cinta, Jelita Sejuba tampil cukup manis dalam penggambaran hubungan romansa antara kedua karakter utamanya meskipun sering terasa kehilangan keseimbangan pengisahan, khususnya pada paruh akhir penceritaan. Penampilan prima dari Putri Marino juga memberikan kontribusi besar bagi kualitas presentasi keseluruhan film yang menjadi debut pengarahan film panjang bagi Ray Nayoan ini. Continue reading Review: Jelita Sejuba (2018)

Review: Cinta Suci Zahrana (2012)

Setelah Ayat-Ayat Cinta (2008), dua seri Ketika Cinta Bertasbih (2009) dan Dalam Mihrab Cinta (2010), Cinta Suci Zahrana menjadi novel keempat karya Habiburrahman El Shirazy yang diangkat ke layar lebar. Seperti yang diungkapkan oleh judul film ini, Cinta Suci Zahrana berkisah mengenai seorang karakter wanita bernama Zahrana (Meyda Sefira), yang digambarkan sebagai sesosok wanita yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik namun juga memiliki otak yang begitu cemerlang serta taat beribadah. Kekurangan Zahrana? Di usianya yang kini telah mencapai 34 tahun, ia masih belum dapat menemukan sesosok pria yang dapat dijadikannya sebagai seorang pendamping seumur hidupnya. Zahrana sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Namun kedua orangtuanya (Amoroso Katamsi dan Nena Rosier) membuat permasalahan jodoh tersebut seperti layaknya sebuah aib bagi keluarga mereka yang harus segera disingkirkan.

Continue reading Review: Cinta Suci Zahrana (2012)