Review: Space Jam: A New Legacy (2021)


Setelah sukses besar yang diraih oleh Space Jam (Joe Pytka, 1996) – termasuk kesuksesan fenomenal yang diraih oleh lagu temanya, I Believe I Can Fly, yang dibawakan R. Kelly – Warner Bros. Pictures memang telah langsung bersiap untuk memproduksi sekuelnya. Namun, ketika Michael Jordan – yang kepopulerannya sebagai atlet basket di kala itu memang menjadi salah satu kunci krusial bagi kesuksesan komersial yang berhasil diraih Space Jam – memutuskan untuk tidak lagi terlibat, Warner Bros. Pictures lantas juga memilih untuk tidak lagi meneruskan proses pembuatan sekuel Space Jam. Tahun demi tahun berlalu, ide akan pembuatan sekuel bagi Space Jam terus muncul dan sempat melibatkan nama-nama sejumlah atlet popular seperti Jeff Gordon dan Tiger Woods atau aktor Jackie Chan. Baru di tahun 2014, ketika nama bintang basket LeBron James mulai diikutsertakan, proses pembuatan sekuel bagi Space Jam kembali berjalan. Menunjuk Malcolm D. Lee (Scary Movie 5, 2013) untuk duduk di kursi penyutradaraan, sekuel yang kemudian diberi judul Space Jam: A New Legacy memulai proses produksinya di tahun 2019 dengan kembali menghadirkan deretan karakter animasi Looney Tunes seperti Bugs Bunny, Daffy Duck, Sylvester, Tasmanian Devil, hingga Road Runner.

Seperti halnya Space Jam, tema mengenai keluarga, persahabatan, hingga persaingan secara sehat masih menjadi bahasan bagi Space Jam: A New Legacy yang naskah ceritanya melibatkan tidak kurang dari enam(!!!) orang penulis naskah. Ceritanya sendiri berfokus pada hubungan antara LeBron James (James) dengan putranya, Dominic James (Cedric Joe). LeBron James menginginkan agar sang anak mahir dalam bermain basket, seperti dirinya serta sang kakak, Darius James (Ceyair J. Wright). Seperti kebanyakan orangtua lainnya, dorongan yang diberikan LeBron James seringkali melupakan bahwa sang anak memiliki minat lain dalam kehidupannya. Daripada berkutat di dunia basket, Dominic James memiliki kemampuan lebih dalam bidang teknologi komputer serta membangun permainan video. Perbedaan antara keduanya semakin meruncing ketika LeBron James dan Dominic James terjebak dalam sebuah dunia digital yang dibuat oleh sebuah kecerdasan buatan yang dikenal dengan sebutan Al-G Rhythm (Don Cheadle) dan mengharuskan keduanya bertarung dalam pertandingan basket bersama dengan karakter-karakter dari animsi Looney Tunes.

Dimasa perilisannya, Space Jam memang tidak dikenal berkat keunggulan kualitas pengisahannya. Meskipun begitu, film animasi tersebut mampu tampil lugas dalam menghamparkan barisan guyonannya sekaligus kisah hubungan kekeluargaan serta persahabatan yang berhasil diolah secara hangat. Dengan enam penulis naskah yang terlibat dalam pengembangan naskah cerita, Space Jam: A New Legacy, sialnya, malah terasa hampa akan seluruh elemen cerita yang dahulu berhasil membuat film pendahulunya disukai banyak penonton. Dirancang sebagai sebuah standalone sequel alias sekuel yang dapat berdiri sendiri, film ini malah tidak pernah terasa mampu untuk bekerja sebagai sebuah film yang kisahnya dapat berdiri sendiri – berkat banyaknya anekdot yang tampil dalam garis cerita akan pengisahan film sebelumnya – atau sebagai sebuah sekuel bagi Space Jam – akibat linimasa pengisahan yang terasa bagus dan mengacuhkan berbagai konflik yang telah dikisahkan. Tanpa arah pengisahan yang jelas.

Namun, bagian terburuk dari penuturan cerita Space Jam: A New Legacy adalah betapa dangkalnya presentasi keseluruhan film ini. Memiliki bangunan konflik dan pengembangan karakter yang benar-benar datar, film ini diseret sedemikian lama sehingga hadir sepanjang 115 menit. Tidak pernah benar-benar terasa efektif dalam garapan drama keluarganya, dan sama sekali gagal dalam menghadirkan sentuhan komedi yang dapat menghibur. Sangat membosankan. Belum lagi pilihan Warner Bros. Pictures yang sepertinya begitu berniat untuk menjadikan film ini sebagai ajang pamer berbagai produk film yang telah mereka rilis sebelumnya. Daripada menghasilkan kesan guyonan yang cerdas, penampakan karakter-karakter dari DC Extended Universe, seri film Harry Potter (2001 – 2011), Mad Max: Fury Road (George Miller, 2015), Casablanca (Michael Curtiz, 1942), seri film The Matrix (1999 – 2003), hingga serial televisi Game of Thrones (2011 – 2019) serta ratusan (ribuan?) karakter dari berbagai produk Warner Bros. Pictures lainnya, terasa tidak memiliki esensi cerita yang berarti dan buang-buang waktu belaka.

Tidak seperti Space Jam yang mampu memadukan sosok Jordan dengan karakter-karakter animasi Looney Tunes, naskah cerita Space Jam: A New Legacy juga entah mengapa terasa seringkali mengenyampingkan keberadaan Bugs Bunny dan rekan-rekannya. Keberadaan karakter-karakter animasi tersebut hanya digunakan pada sejumlah momen tertentu dan tidak pernah dijadikan sebagai sosok krusial bagi penceritaan film. Di saat yang bersamaan, karakterisasi yang diberikan bagi sosok LeBron James serta karakter-karakter manusia lainnya juga tidak begitu menyenangkan – bahkan cenderung dangkal. Belum lagi penampilan James yang seringkali terasa kaku dalam berakting maupun pelafalan dialog-dialog yang diutarakan karakternya. Tata animasi yang ditampilkan film ini mungkin masih mampu menjadi elemen yang cukup kuat kualitasnya. Sayangnya, kesuksesan kecil tersebut tidak cukup untuk memberikan alasan mengapa film membosankan berkualitas buruk ini layak untuk dirilis ke khalayak ramai.

 

Space Jam: A New Legacy (2021)

Directed by Malcolm D. Lee Produced by Ryan Coogler, LeBron James, Maverick Carter, Duncan Henderson Written by Juel Taylor, Tony Rettenmaier, Keenan Coogler, Terence Nance, Jesse Gordon, Celeste Ballard (screenplay), Juel Taylor, Tony Rettenmaier, Keenan Coogler, Terence Nance (story), Leo Benvenuti, Steve Rudnick, Timothy Harris, Herschel Weingrod (characters, Space Jam) Starring LeBron James, Don Cheadle, Cedric Joe, Sonequa Martin-Green, Khris Davis, Jalyn Hall, Ceyair J. Wright, Harper Leigh Alexander, Ernie Johnson Jr., Xosha Roquemore, Wood Harris, Sarah Silverman, Steven Yeun, Sue Bird, Draymond Green, A’ja Wilson, Michael B. Jordan, Michael Jordan, Bill Murray, Mike Myers, Seth Green, Robert Wagner, Jeff Bergman, Eric Bauza, Zendaya, Bob Bergen, Candi Milo, Gabriel Iglesias, Fred Tatasciore, Jim Cummings, Paul Julian, Anthony Davis, Damian Lillard, Klay Thompson, Nneka Ogwumike, Diana Taurasi, Rosario Dawson, Justin Roiland, Stephen Kankole Cinematography Salvatore Totino Edited by Bob Ducsay Music by Kris Bowers Production companies Warner Animation Group/Proximity Media/The SpringHill Company Running time 115 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s