Review: The Suicide Squad (2021)


Masih ingat dengan Suicide Squad (David Ayer, 2016)? Well… mungkin cukup bijaksana memilih untuk melupakan berbagai hal buruk yang menyangkut penampilan Jared Leto sebagai Joker ataupun kualitas buruk secara keseluruhan yang ditampilkan oleh film ketiga dalam seri DC Extended Universe tersebut. Namun, dengan raihan komersial sebesar lebih dari US$700 juta di sepanjang masa rilisnya – dan penghargaan Best Makeup and Hairstyling dari ajang The 89th Annual Academy AwardsWarner Bros. Pictures tentu memiliki sejuta alasan untuk mengenyampingkan berbagai reaksi negatif yang datang dari sejumlah kritikus maupun penonton dan kembali memproduksi versi teranyar dari Suicide Squad. James Gunn (Guardians of the Galaxy Vol. 2, 2017) kemudian dipilih untuk duduk di kursi penyutradaraan sekaligus menjadi penulis naskah bagi The Suicide Squad – judul yang diberikan bagi film yang dimaksudkan menjadi standalone sequel bagi Suicide Squad. Menghadirkan beberapa karakter serta pemeran baru dan memadukannya dengan nada pengisahan khas Gunn yang brutal namun menyenangkan, The Suicide Squad tidak mampu menjadi penyetel ulang kualitas linimasa penceritaan seri Suicide Squad namun juga berhasil tampil sebagai salah satu film terbaik bagi DC Extended Universe.

Walau alur kisahnya masih bertutur tentang sosok Amanda Waller (Viola Davis) yang mengelola sebuah program militer rahasia yang dikenal dengan sebutan Task Force X dengan merekrut sekumpulan penjahat untuk menjalankan misi-misinya, The Suicide Squad sama sekali tidak menyinggung konflik maupun sejumlah karakter yang dahulu pernah dilibatkan dalam linimasa cerita Suicide Squad. Film ini justru dimulai dengan karakter Amanda Waller merekrut sejumlah penjahat, Robert DuBois atau yang dikenal dengan sebutan Bloodsport (Idris Elba), Harley Quinn (Margot Robbie), Christopher Smith atau yang dikenal sebagai Peacemaker (John Cena), Abner Krill atau yang dikenal sebagai Polka-Dot Man (David Dastmalchian), Cleo Razo atau yang dikenal sebagai Ratcatcher 2 (Daniela Melchior), dan sesosok paduan manusia dan ikan hiu yang dipanggil dengan sebutan Nanaue atau King Shark (Sylvester Syallone), yang kemudian bersama dengan Colonel Rick Flag (Joel Kinnaman) dikirimkan ke negara Corto Maltese untuk menghancurkan sebuah laboratorium bernama Jötunheim yang mengelola sebuah eksperimen berbahaya yang dapat mengancam jiwa setiap warga Amerika Serikat dan dunia jika jatuh ke tangan pemimpin baru Corto Maltese, Silvio Luna (Juan Diego Botto), dan pimpinan militernya, Major General Mateo Suárez (Joaquín Cosío).

Seperti halnya Wonder Woman (Patty Jenkins, 2017), Aquaman (James Wan, 2018), dan Shazam! (David F. Sandberg, 2019), The Suicide Squad mampu tampil menonjol berkat kepribadian sang pembuat film yang dapat dirasakan hadir dalam tata pengisahan filmnya (baca: tidak hanya sekedar mengikuti warna cerita yang telah diterapkan oleh Zack Snyder dalam film-film DC Extended Universe garapannya). Ayer sebenarnya telah mengimplementasikan warna kisah brutal nan dingin yang biasa ditemukan dalam film-film arahannya pada Suicide Squad. Namun, naskah cerita yang ditulisnya terasa tidak mampu untuk menangani banyaknya karakter vital yang coba dihadirkan film tersebut dalam linimasa penceritaannya. Beruntung, Gunn mampu melewati tantangan tersebut dengan mulus. Menggunakan durasi pengisahan sepuluh menit lebih panjang daripada Suicide Squad, Gunn memberikan ruang pengisahan yang lugas bagi setiap karakter, mengelola setiap kisah tersebut dengan baik, yang akhirnya membuat setiap karakter dapat membangun hubungan emosional dengan penonton.

The Suicide Squad memang memiliki beberapa kesamaan tema dengan dua seri Guardians of the Galaxy (2014 – 2017) yang dahulu diarahkan oleh Gunn. Tidak mengherankan jika Gunn lantas menerapkan sejumlah teknik presentasi cerita yang hampir serupa dengan dua film dari seri Marvel Cinematic Universe tersebut pada film ini – ritme kisah yang bergerak cepat, alur cerita yang terasa ringan dengan isian nada komikal yang kental, barisan adegan kekerasan yang dieksekusi dengan warna visual yang mencolok, dan, oh, tentu saja, sejumlah lagu popular dari sejumlah era di masa lalu yang hadir mengiring sejumlah adegan dalam penceritaan film. Meskipun begitu, Gunn tidak lantas membuat The Suicide Squad terasa sebagai bagian yang asing dari barisan film DC Extended Universe. Penonton jelas masih dapat merasakan kelamnya bentukan konflik maupun karakter seperti yang selalu dihadirkan dalam film-film barisan DC Extended Universe lainnya. The Suicide Squad juga masih leluasa untuk menghadirkan adegan-adegan brutal maupun yang bernuansa seksual yang jelas tidak akan mampu dihasilkan oleh seri film Marvel Cinematic Universe yang memiliki fokus pengisahan bagi para penikmat film keluarga.

Solidnya presentasi cerita The Suicide Squad juga mendapatkan sokongan utuh dari penampilan para pengisi departemen aktingnya. Robbie terlihat semakin tidak terpisahkan dari sosok Harley Quinn. Setelah penampilan karakternya dalam Birds of Prey (and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn) (Cathy Yan, 2020) yang terasa tidak begitu istimewa, Robbie dan Harley Quinn kini kembali diberikan komposisi cerita yang kuat serta berhasil dieksekusi Robbie nyaris tanpa cela. Tidak seperti Suicide Squad garapan Ayer, warna cerita yang begitu menonjolkan unsur bersenang-senang dalam The Suicide Squad sepertinya mampu menjadikan barisan pemeran film ini hadir dengan chemistry yang hangat dan meyakinkan antara satu dengan yang lain. Elba, Cena, dan Kinnaman mampu tampil dominan dalam menghidupkan karakter-karakter mereka. Namun, jelas sukar untuk tidak merasa jatuh hati dengan penampilan Dastmalchian, Stallone, serta Melchior – beserta sosok tikus bernama Sebastian yang selalu menemani karakter yang ia perankan. Ketiga pemeran tersebut memang tampil dalam porsi sebagai pemeran pendukung. Meskipun begitu, ketiganya selalu berhasil mencuri perhatian tiap kali karakter mereka hadir dalam linimasa cerita.

 

The Suicide Squad (2021)

Directed by James Gunn Produced by Charles Roven, Peter Safran Written by James Gunn (screenplay), DC Comics (characters) Starring Margot Robbie, Idris Elba, John Cena, Joel Kinnaman, Sylvester Stallone, Steve Agee, Viola Davis, Jai Courtney, Peter Capaldi, David Dastmalchian, Daniela Melchior, Dee Bradley Baker, Taika Waititi, Michael Rooker, Pete Davidson, Nathan Fillion, Sean Gunn, Flula Borg, Mayling Ng, Jennifer Holland, Tinashe Kajese, Alice Braga, Juan Diego Botto, Joaquín Cosío, Storm Reid, Julio Ruiz, Natalia Safran, Jared Leland Gore, John Ostrander, Stephen Blackehart, Lloyd Kaufman, Pom Klementieff Cinematography Henry Braham Edited by Fred Raskin, Christian Wagner Music by John Murphy Production companies DC Films/Atlas Entertainment/The Safran Company Running time 132 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s