Review: The Croods: A New Age (2020)

Dengan keberhasilannya mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$587 juta serta raihan nominasi Best Animated Feature dari ajang The 86th Annual Academy Awards, tidak membutuhkan waktu lama bagi DreamWorks Animations untuk mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi sekuel bagi film animasi The Croods (2013). Pada tahun 2014, sekuel dari The Croods dipersiapkan untuk dirilis pada tahun 2017. Di pertengahan tahun 2016, seiring dengan berakhirnya kesepakatan distribusi dengan 20th Century Fox dan beralihnya kepemilikan DreamWorks Animation kepada NBCUniversal, perilisan sekuel dari The Croods mundur ke tahun 2018 – sebelum kemudin diumumkan bahwa proses produksi untuk sekuel dari The Croods dibatalkan pada penghujung tahun 2016. Beruntung, DreamWorks Animation dan Universal Pictures akhirnya menyepakati untuk melanjutkan proses produksi sekuel dari The Croods dengan jadwal rilis di tahun 2020 dan Joel Crawford menggantikan posisi Kirk DeMicco dan Chris Sanders untuk duduk di kursi penyutradaraan.

Dengan judul The Croods: A New Age, film yang naskah ceritanya ditulis oleh Kevin Hageman dan Dan Hageman (Scary Stories to Tell in the Dark, 2019) bersama dengan Paul Fisher dan Bob Logan (The LEGO Ninjago Movie, 2017) ini masih berkisah tentang keluarga Crood dari masa prasejarah yang berisi sang ayah, Grug Crood (Nicolas Cage), sang ibu, Ugga Crood (Catherine Keener), puteri tertua mereka, Eep Crood (Emma Stone), putera mereka, Thunk Crood (Clark Duke), bayi perempuan, Sandy Crood (Kailey Crawford), serta sang nenek, Gran (Cloris Leachman). Bersama dengan seorang pemuda bernama Guy (Ryan Reynolds) – yang kini tengah menjalin hubungan asmara dengan Eep Crood – petualangan keluarga Crood dalam mencari lokasi untuk hidup menetap masih berlanjut. Dalam perjalanan mereka, keluarga Crood bertemu dengan pasangan Phil (Peter Dinklage) dan Hope Betterman (Leslie Mann) bersama puteri mereka, Dawn Betterman (Kelly Marie Tran). Berbeda dengan keluarga Crood, keluarga Betterman ternyata telah lama hidup menetap dengan gaya hidup yang lebih modern. Seperti yang dapat diduga, perbedaan gaya serta cara pandang hidup antara dua keluarga tersebut kemudian menimbulkan banyak konflik dalam keseharian mereka.

Empat penulis naskah baru ternyata mampu memberikan garisan kisah yang cukup segar bagi The Croods: A New Age. Memang, pengisahannya masih berada di seputar tema rasa kebersamaan serta arti penting dari kehadiran sebuah keluarga. Namun, film ini secara perlahan juga berhasil menyelipkan tema pendewasaan diri pada alur kisahnya yang dihadirkan melalui kisah romansa antara karakter Eep Crood dan Guy maupun lewat hubungan kedua pasang karakter orangtua dengan anak-anaknya. Guyonan-guyonan yang dihadirkan di sepanjang linimasa pengisahan juga lumayan efektif – baik yang dihadirkan melalui dialog yang dilontarkan maupun melalui aksi bernilai slapstick yang dilakukan oleh para karakter. Mereka yang belum menyaksikan The Croods juga dipastikan akan dapat dengan mudah menikmati The Croods: A New Age mengingat jalinan kisah film ini tidak memiliki keterikatan yang kuat dengan jalan kisah film pendahulunya. Bahkan, tidak berlebihan jika menilai alur cerita yang dijalankan pada sosok karakter Dawn Betterman merupakan daur ulang dari alur cerita yang dahulu dialami oleh karakter Eep Crood dari film The Croods.

Crawford sendiri menyajikan The Croods: A New Age dalam ritme pengisahan yang relatif cepat. Semenjak durasi pengisahan film ini memulai perjalanannya, alur cerita bergerak dengan seksama dalam menyelami tiap konflik yang dihadapi oleh tiap karakter. Tidak sepenuhnya lancar. Pengembangan kisah yang terasa stagnan di pertengahan film ditambah dengan sebuah plot tambahan yang muncul di tahap akhir pengisahan membuat film animasi ini terasa kehilangan tenaganya di beberapa bagian. Bukan sebuah masalah yang cukup berarti. Selain memiliki nada pengisahan yang ringan dan begitu menyenangkan untuk diikuti, Crawford juga berhasil meramu The Croods: A New Age dengan tampilan visual yang begitu memikat. Pilihan warna-warna terang akan gambaran lingkungan yang indah jelas menghasilkan daya tarik tersendiri.

Seperti The Croods, kualitas pengisahan dari The Croods: A New Age mendapatkan sokongan yang solid dari penampilan vokal para pengisi suaranya. Chemistry yang terasa erat antara Cage, Keener, Stone, dan Reynolds menjadikan dialog-dialog yang terbentuk antara mereka terasa begitu hangat. Penampilan vokal dari Dinklage, Mann, dan Tran juga memberikan warna baru yang menambah kuat kualitas keselruhan dari film ini. Bukanlah sebuah sekuel yang buruk, The Croods: A New Age setidaknya berhasil menyamai tingkat hiburan yang dahulu sempat membuat film pendahulunya mampu mencuri perhatian banyak penikmat film-film animasi keluarga.

 

The Croods: A New Age (2020)

Directed by Joel Crawford Produced by Mark Swift Written by Dan Hageman, Kevin Hageman, Paul Fisher, Bob Logan (screenplay), Kirk DeMicco, Chris Sanders (story), Kirk DeMicco, Chris Sanders, John Cleese (characters) Starring Nicolas Cage, Emma Stone, Ryan Reynolds, Catherine Keener, Clark Duke, Cloris Leachman, Peter Dinklage, Leslie Mann, Kelly Marie Tran, Kailey Crawford, Chris Sanders, James Ryan, Melissa Disney, Joel Crawford, Januel Mercado, Ryan Naylor, Artemis Pebdani, Gabriel Jack Music by Mark Mothersbaugh Edited by James Ryan Production company DreamWorks Animation Running time 95 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: The Croods: A New Age (2020)”

Leave a Reply