Tag Archives: Peter Dinklage

Review: Avengers: Infinity War (2018)

Bayangkan beban yang harus diemban oleh Anthony Russo dan Joe Russo. Tidak hanya mereka harus menggantikan posisi Joss Whedon yang telah sukses mengarahkan The Avengers (2012) dan Avengers: Age of Ultron (2015), tugas mereka dalam menyutradarai Avengers: Infinity Warjuga akan menjadi penanda bagi sepuluh tahun perjalanan Marvel Studios semenjak memulai perjalanan Marvel Cinematic Universe ketika merilis Iron Man (Jon Favreau, 2008) sekaligus menjadi film kesembilan belas dalam semesta penceritaan film tersebut. Bukan sebuah tugas yang mudah, tentu saja, khususnya ketika mengingat The Russo Brothers juga harus bertugas untuk mengarahkan seluruh (!) karakter pahlawan super yang berada dalam Marvel Cinematic Universe dalam satu linimasa yang sama. Namun, The Russo Brothers sendiri bukanlah sosok yang baru bagi seri film ini. Dengan pengalaman mereka dalam mengarahkan Captain America: The Winter Soldier (2014), dan Captain America: Civil War (2016), keduanya telah memiliki modal yang lebih dari cukup untuk menjadikan Avengers: Infinity War menjadi sebuah presentasi kisah pahlawan super yang mampu tampil mengesankan. Continue reading Review: Avengers: Infinity War (2018)

Advertisements

Review: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Seperti halnya In Bruges (2008) maupun Seven Psychopaths (2012), film terbaru arahan Martin McDonagh, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri, adalah sebuah paduan yang eksentrik antara black comedy dan crime drama dengan sentuhan pengisahan yang kental akan pengaruh berbagai isu sosial maupun politik. Dengan naskah cerita yang juga ditulisnya sendiri, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri berkisah mengenai Mildred Hayes (Frances McDormand) yang baru saja kehilangan puterinya dalam sebuah peristiwa kejahatan tragis. Delapan bulan semenjak tragedi tersebut dan pihak kepolisian masih belum dapat menemukan sosok tersangka, Mildred Hayes akhirnya memilih untuk mengambil tindakan sendiri: ia menyewa tiga papan reklame berukuran raksasa untuk menyampaikan perasaan kecewanya pada kinerja pihak kepolisian melalui tulisan “RAPED WHILE DYING / AND STILL NO ARRESTS / HOW COME, CHIEF WILLOUGHBY?” Jelas saja, tulisan tersebut kemudian menghasilkan provokasi pada masyarakat sekitar dan, khususnya, para anggota satuan kepolisian yang merasa bahwa Sheriff Bill Willoughby (Woody Harrelson) telah melakukan banyak hal untuk memecahkan kasus tersebut meskipun akhirnya gagal dalam menemukan jalan penyelesaiannya. Secara perlahan, Mildred Hayes mulai kehilangan rasa simpati dari banyak orang yang selama ini masih begitu memperhatikan keberadaannya. Continue reading Review: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Review: Ice Age: Continental Drift (2012)

Setelah Rio (2011), yang berhasil mendapatkan pujian luas dari kalangan kritikus film dunia sekaligus berhasil memperoleh kesuksesan komersial dengan jumlah pendapatan lebih dari US$400 sepanjang masa rilisnya di seluruh dunia, Blue Sky Studios kini melanjutkan seri keempat dari franchise Ice Age milik mereka. Tidak seperti tiga seri sebelumnya, Ice Age: Continental Drift tidak lagi disutradarai oleh Carlos Saldanha – yang lebih memilih untuk berkonsentrasi pada pembuatan sekuel Rio yang direncanakan rilis tahun 2014 mendatang. Berada di tangan Steve Martino – yang sebelumnya merupakan co-director dari Horton Hears a Who! (2008) – dan Mike Thurmeier – yang merupakan co-director dari Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (2009) – Ice Age: Continental Drift masih melanjutkan kisah petualangan trio Manny, Sid dan Diego di zaman es. Terdengar seperti premis film-film di seri Ice Age sebelumnya? Mungkin karena Ice Age: Continental Drift memang tidak menawarkan sebuah sisi penceritaan yang benar-benar baru dalam naskah ceritanya.

Continue reading Review: Ice Age: Continental Drift (2012)

Review: A Little Bit of Heaven (2011)

Bayangan mengenai Kate Hudson – yang karirnya telah begitu jauh menurun semenjak dirinya mendapatkan nominasi Best Actress in a Supporting Role di ajang The 73rd Annual Academy Awards untuk perannya di film Almost Famous (2000) – bermain dalam sebuah film drama komedi romantis jelas adalah sebuah mimpi buruk. Hudson sebenarnya bukanlah seorang aktris yang buruk. Namun setelah rentetan film drama komedi romantis berkualitas meragukan (dan terkadang menyakitkan) seperti Le Divorce (2003), Fool’s Gold (2008) dan My Best Friend’s Girl (2008), melihat Hudson di sebuah film drama komedi romantis lagi jelas merupakan pilihan terakhir yang setiap orang inginkan. Dan sayangnya, A Little Bit of Heaven bukanlah sebuah film yang akan merubah paradigma tersebut.

Continue reading Review: A Little Bit of Heaven (2011)

Review: Death at a Funeral (2010)

Bagi mereka penggemar film-film komedi yang berasal dari negeri Britania Raya tentu mengenal judul Death at at Funeral yang sempat dirilis dan sukses pada tahun 2007 lalu. Film tersebut berhasil merebut banyak perhatian para penikmat film dunia sekaligus para kritikus film yang kemudian juga membuahkan beberapa penghargaan bagi sutradaranya, Frank Oz. Tidak butuh waktu lama bagi Hollywood untuk kemudian melihat peluang emas dalam merilis film ini kembali dalam sebuah bentuk yang lebih sesuai untuk dipasarkan di daerah mereka.

Continue reading Review: Death at a Funeral (2010)