Review: 21 Bridges (2019)


Merupakan film layar lebar pertama yang diarahkan Brian Kirk setelah mengarahkan Middletown di tahun 2006, 21 Bridges adalah sebuah film aksi yang jalan ceritanya berfokus pada seorang detektif yang bertugas di New York Police Department, Andre Davis (Chadwick Boseman). Walau di kalangan kepolisian dirinya memiliki reputasi sebagai sosok yang terlalu mudah untuk menggunakan senjata dalam setiap aksinya, Andre Davis tidak terbantahkan adalah sosok polisi yang tangguh, cerdas, serta sering menjadi andalan dalam penyelesaian banyak kasus. Kehandalan Andre Davis tersebut kemudian digunakan ketika dua orang perampok, Michael Trujillo (Stephan James) dan Ray Jackson (Taylor Kitsch), melakukan aksinya di sebuah toko penjual minuman beralkohol yang lantas berakhir tragis ketika tindakan kriminal tersebut berujung dengan adu tembak yang menewaskan sejumlah polisi. Awalnya, tentu saja, Andre Davis mengira dirinya akan mendalami sebuah kasus perampokan sekaligus pembunuhan. Namun, kasus tersebut kemudian berkembang lebih luas dan melibatkan sejumlah orang dari pihak aparat hukum yang ternyata telah menyalahi kekuasaannya.

Dengan judul film yang merujuk pada jumlah jembatan yang menghubungkan Manhattan dengan wilayah lain yang berada di kota New York, Amerika Serikat – yang dalam cerita film ini dikisahkan kemudian ditutup oleh karakter Andre Davis dalam usahanya untuk mencegah kedua penjahat yang diincarnya melarikan diri, 21 Bridges, anehnya, tidak pernah berupaya untuk melibatkan jembatan-jembatan tersebut sebagai bagian langsung dalam cerita. Plot tentang penutupan banyak jembatan memang terdengar begitu agresif namun naskah cerita film yang digarap oleh Adam Mervis (The Philly Kid, 2012) dan Matthew Michael Carnahan (Dark Waters, 2019) hanya menjadikan plot tentang usaha untuk menutup akses keluar atau masuk salah satu wilayah tersibuk di dunia tersebut sebagai kilasan dialog belaka tanpa pernah berusaha untuk memberikan eksplorasi akan ide yang sebenarnya terdengar sangat menarik. 21 Bridges lantas memilih untuk mengembangkan kisah tradisional tentang usaha pengejaran seorang polisi terhadap sosok kriminal dengan sentuhan alur serta pelintiran kisah yang sebenarnya telah begitu familiar dan mudah untuk ditebak arah perjalanannya.

Familiar, namun bukan berarti Mervis dan Carnahan dapat dengan mudah menaklukkan komposisi kisah tersebut. Pada banyak bagiannya, 21 Bridges seringkali terasa kehilangan fokus penceritaannya. Kisah tentang usaha dari karakter Andre Davis dalam menemukan sosok para pelaku kejahatan serta keberadaan mereka memang terkemas apik – dan menjadi salah satu bagian terkuat dari presentasi cerita film ini – namun, dalam perjalanan lanjutannya, 21 Bridges kemudian kebingungan untuk tetap bertahan pada satu sudut pandang yang sama atau beralih ke sudut pandang lain. Hal ini cukup terasa ketika naskah cerita film memberikan pengembangan latar belakang kisah pada sosok karakter Michael Trujillo yang tidak hanya digambarkan sebagai sosok penjahat belaka namun juga dengan sentuhan latar belakang kelam yang mempengaruhi keputusannya untuk terlibat dalam sebuah tindakan kriminal. Usaha untuk menambah kompleksitas cerita dengan kehadiran pelintiran cerita juga tidak terlalu berhasil ketika pengisahan tersebut dihadirkan dengan tatanan kisah yang tidak terlalu matang.

Terlepas dari kualitas cerita yang tidak terlalu mengesankan, 21 Bridges harus diakui mampu digarap dengan baik oleh Kirk. Kirk mampu menjaga ritme pengisahan film sehingga 21 Bridges tidak pernah terasa membosankan meskipun dengan kehadiran plot maupun konflik yang berkesan klise dan usang. Adegan-adegan aksi yang ditampilkan juga dieksekusi secara berkelas. Menegangkan. Kirk juga mendapatkan dukungan yang sangat solid dari penampilan para pengisi departemen akting filmnya. Boseman menjadikan karakter Andre Davis menjadi sosok yang mudah untuk disukai namun, di saat yang bersamaan, juga memiliki kesan misterius yang membuat kehadirannya begitu disegani. Terlepas dari karakter yang hadir dengan pengisahan yang kurang begitu mendalam, Kitsch dan James menjadikan dua karakter yang mereka perankan mampu tampil kuat dan menyita perhatian. Penampilan dari J. K. Simmons dan Sienna Miller juga hadir maksimal sekaligus menjadi pelengkap bagi kualitas presentasi keseluruhan dari film ini.

popcornpopcornpopcornpopcorn2popcorn2

21-bridges-chadwick-boseman-movie-poster21 Bridges (2019)

Directed by Brian Kirk Produced by Anthony Russo, Joe Russo, Mike Larocca, Gigi Pritzker, Chadwick Boseman, Logan Coles Written by Adam Mervis, Matthew Michael Carnahan (screenplay), Adam Mervis (story) Starring Chadwick Boseman, Sienna Miller, Stephan James, Keith David, Taylor Kitsch, J. K. Simmons, Alexander Siddig, Louis Cancelmi, Victoria Cartagena, Gary Carr, Morocco Omari, Dale Pavinski, Adriane Lenox, Sarah Ellen Stephens, Jamie Neumann, Obi Abili, Andy Truschinski, Darren Lipari, Christian Isaiah Music by Henry Jackman, Alex Belcher Cinematography Paul Cameron Edited by Tim Murrell Production company MWM Studios/H. Brothers Running time 110 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s