Review: Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020)

Masih ingat ketika DC Extended Universe memperkenalkan Jared Leto sebagai pemeran terbaru dari karakter antagonis ikonik Joker lewat Suicide Squad (David Ayer, 2016) namun dunia malah kemudian terpesona dengan penampilan apik Margot Robbie yang berperan sebagai sosok karakter kekasih dari Joker yang bernama Harley Quinn? Well… keberhasilan Harley Quinn untuk mencuri perhatian – dan kepopuleran nama Robbie yang terus menanjak di Hollywood – memberikan ide bagi Warner Bros. Pictures dan DC Films untuk memproduksi sebuah film sempalan bagi Suicide Squad yang menjadikan Harley Quinn sebagai bintang utama dari film tersebut. Selain memberikan porsi pengisahan yang lebih luas bagi karakter Harley Quinn, film berjudul Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn, atau mungkin akan lebih mudah untuk menyebutnya sebagai Birds of Prey, yang diarahkan oleh Cathy Yan (Dead Pigs, 2018) ini juga akan memperkenalkan sejumlah karakter perempuan krusial lainnya yang jelas memiliki potensi untuk mendapatkan pengembangan cerita lebih lanjut jika Birds of Prey mendapatkan tanggapan yang memuaskan dari para penonton.

Dengan naskah cerita yang digarap oleh Christina Hodson (Bumblebee, 2018), Birds of Prey memulai pengisahannya dengan menceritakan ulang kisah awal hingga berakhirnya hubungan romansa antara karakter Joker dengan Harley Quinn (Robbie). Dalam usahanya untuk melupakan sosok Joker, Harley Quinn lantas meledakkan pabrik Ace Chemicals yang merupakan tempat yang dahulu menjadi simbol dimulainya hubungan romansa antara dirinya dengan Joker. Di luar perkiraan, peledakan yang dilakukan oleh Harley Quinn secara tidak langsung juga menjadi sinyal bagi banyak musuh-musuhnya bahwa dirinya kini tidak lagi mendapatkan perlindungan dari Joker. Mulai dari seorang kriminal sadis bernama Roman Sionis (Ewan McGregor) hingga seorang detektif dari Gotham City Police Department bernama Renee Montoya (Rosie Perez) lantas memulai pengejaran mereka terhadap Harley Quinn. Dengan berbagai sikap konyol dan kegilaannya, Harley Quinn, tentu saja, harus berusaha untuk melarikan diri dari orang-orang yang berniat untuk menghentikan langkahnya.

Harus diakui, mengamanatkan Birds of Prey untuk menjadi film sempalan bagi Suicide Squad sekaligus sebagai film yang mendorong karakter Harley Quinn menjadi sosok karakter utama serta membantu memperkenalkan sejumlah karakter yang tentunya berguna bagi pengembangan semesta pengisahan DC Extended Universe di masa yang akan datang memberikan beban yang cukup tangguh untuk ditangani Yan dan Hodson. Penampilan Robbie sebagai Harley Quinn yang telah familiar cukup membantu Yan dan Hodson dalam memuluskan alur pengisahan Birds of Prey. Namun, Hodson terasa kelimpungan ketika linimasa penceritaan film mulai mengenalkan banyak karakter baru yang penanganan karakterisasinya terasa kurang matang. Pilihan Yan untuk menghadirkan banyak adegan dalam tata cerita secara kilas balik juga secara perlahan mulai terasa mengganggu ketika adegan-adegan tersebut seringkali merusak tatanan alur cerita yang sedang berjalan. Kelemahan-kelemahan ini yang kemudian membuat Birds of Prey terasa berjalan demikian datar pada paruh awal pengisahannya.

Paruh lanjutan dari cerita Birds of Prey sebenarnya juga tidak mampu tampil dengan lebih mengikat. Banyak konflik yang dihadirkan kemudian tidak pernah mampu diberikan penggarapan cerita yang memadai atau memuaskan. Meskipun begitu, ketika Birds of Prey mulai melangkah maju dari usaha untuk memberikan penontonnya perspektif mengenai karakter-karakter yang menghiasi jalan cerita film ini dan mulai menghadirkan fokus yang utuh pada konflik utama yang melibatkan sosok karakter Roman Sionis, di saat itulah Birds of Prey mulai menemukan detak kehidupan bagi penceritaannya. Adegan-adegan aksi yang dihadirkan Yan cukup mampu mendorong masuknya energi ke banyak adegan film. Dan meskipun pilihan artistik Yan dalam tata sinematografi yang cenderung kelam serta kehadiran lagu-lagu yang mengiringi banyak adegan film lebih sering terasa medioker, Yan setidaknya cukup mampu dalam menjaga ritme cerita Birds of Prey untuk terus dapat bergulir dengan nyaman.

Karakter Harley Quinn mungkin begitu mampu untuk mencuri perhatian lewat penampilan singkatnya di Suicide Squad. Sayang, dengan karakterisasi yang benar-benar terbatas diberikan pada sosok tersebut di sepanjang pengisahan film, karakter Harley Quinn secara perlahan mulai terasa menjemukan – terlepas dari penampilan Robbie yang cukup apik. Kelemahan karakter yang sama juga membuat sosok-sosok seperti Renee Montoya, Dinah Laurel Lance (Jurnee Smollett-Bell), dan Huntress (Mary Elizabeth Winstead) terasa tidak mampu dimanfaatkan kehadirannya dengan lebih baik. Sosok Roman Sionis sebagai sosok antagonis utama bagi film ini memang mampu mendapatkan beberapa momen kuat – khususnya dengan penampilan McGregor yang cukup mengesankan. Namun, dengan eksekusi cerita yang cenderung lemah di paruh akhir film, karakter antagonis tersebut berakhir sebagai sosok yang akan begitu mudah terlupakan.

Birds of Prey jelas memiliki banyak potensi untuk menjadi sebuah presentasi yang menyenangkan. Yan setidaknya mampu menunjukkan hal tersebut pada kemampuannya dalam menggarap adegan-adegan aksi yang cukup kreatif dan cerdas serta pilihan aktor dan aktris yang dihadirkan guna menghidupkan karakter-karakter dalam linimasa cerita filmnya. Sayang, kualitas penggalian konflik dan karakter yang benar-benar terbatas membuat Birds of Prey tidak pernah mampu untuk tampil sebagai sajian yang istimewa. Birds of Prey seakan lebih tertarik untuk menghadirkan kumpulan momen yang dapat terlihat keren daripada benar-benar mampu memberikan garapan kisah yang solid secara keseluruhan. A mess.

popcornpopcornpopcornpopcorn2popcorn2

bird-of-prey-margot-robbie-movie-posterBirds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020)

Directed by Cathy Yan Produced by Margot Robbie, Bryan Unkeless, Sue Kroll Written by Christina Hodson (screenplay), Jordan B. Gorfinkel, Chuck Dixon (characters, Birds of Prey), Paul Dini, Bruce Timm (character, Harley Quinn) Starring Margot Robbie, Mary Elizabeth Winstead, Jurnee Smollett-Bell, Rosie Perez, Chris Messina, Ella Jay Basco, Ali Wong, Ewan McGregor, Steven Williams, Dana Lee, François Chau, Derek Wilson, Matt Willig, Bojana Novakovic, Charlene Amoia, Paul Lasa, Robert Catrini, Talon Reid Music by Daniel Pemberton Cinematography Matthew Libatique Edited by Jay Cassidy, Evan Schiff Production company DC Films/LuckyChap Entertainment/Kroll & Co. Entertainment/Clubhouse Pictures Running time 109 minutes Country United States Language English

Leave a Reply