Review: Akhir Kisah Cinta Si Doel (2020)


Semua akan berakhir seiring dengan bergulirnya waktu. Begitu pula dengan kisah cinta segitiga antara Doel, Sarah, dan Zaenab – tiga karakter utama dalam serial televisi Si Doel Anak Sekolahan yang kemudian diadaptasi menjadi seri film Si Doel the Movie. Merupakan lanjutan kisah dari Si Doel the Movie (2018) dan Si Doel the Movie 2 (2019) yang keduanya diarahkan oleh Rano Karno, Akhir Kisah Cinta Si Doel berkisah mengenai kegalauan yang dialami oleh Doel (Karno) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi) setelah kedatangan Sarah (Cornelia Agatha) dari Belanda ke Jakarta dengan membawa anak hasil pernikahannya dengan Doel, Dul (Rey Bong). Tidak ingin hubungannya terus dibayangi oleh hubungan romansa masa lalu Doel dengan Sarah, Zaenab lantas memilih untuk meninggalkan Doel. Di saat yang bersamaan, Sarah sendiri kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan seluruh proses perceraiannya dengan Doel yang telah lama tertunda. Sebuah kondisi yang jelas mendorong Doel untuk segera mengambil sikap dalam menentukan arah hubungan romansanya di masa yang akan datang.

Dengan tatanan pengisahan yang dihadirkan, cukup sulit untuk menyangkal bahwa tiga seri film Si Doel the Movie sebenarnya dapat dipadatkan menjadi satu penceritaan film saja. Fokus cerita yang ditambatkan pada kisah cinta ketiga karakter utamanya mungkin mampu membawa kesan nostalgia yang menyenangkan ketika disajikan pada Si Doel the Movie. Namun, ketika fokus tersebut terus diperpanjang dan diperlama tanpa adanya pengembangan kisah maupun karakter yang maksimal, alur pengisahan seri film ini secara perlahan mulai berubah menjadi begitu monoton – momok yang jelas menghantui Si Doel the Movie 2 yang jelas-jelas tidak menawarkan apapun yang baru dalam pengisahannya dan murni hanyalah sebuah usaha untuk memperpanjang usia keberadaan seri film ini. Akhir Kisah Cinta Si Doel, untungnya, mampu menghadirkan sedikit pergerakan yang setidaknya membuat film ini terasa lebih berguna daripada film sebelumnya.

Naskah cerita garapan Karno memang masih menumpukan alur kisah Akhir Kisah Cinta Si Doel pada konflik cinta yang dialami oleh karakter-karakter utamanya – karakter Doel yang masih bimbang untuk menentukan pilihan, karakter Zaenab yang sebenarnya tidak ingin hidup dalam bayang-bayang masa namun ragu untuk meninggalkan karakter Doel, serta Sarah yang ingin bergerak maju dan meninggalkan kisah masa lalunya namun masih meragu untuk menyelesaikan semua permasalahannya. Beberapa karakter pendukung seperti Atun (Suty Karno) dan Mandra (Mandra) diberikan sejumlah porsi pengisahan – yang, sekali lagi, berniat membangkitkan kesan nostalgia penonton pada serial televisi Si Doel Anak Sekolahan – namun bernilai kurang efektif pada alur pengisahan Akhir Kisah Cinta Si Doel secara keseluruhan. Beruntung, Karno masih mampu merumuskan alunan dialog yang kuat bagi beberapa karakter seperti Zaenab dan Maknyak (Aminah Cendrakasih) yang berhasil dieksekusi kedua pemerannya dengan baik dan menghasilkan momen-momen emosional yang cukup kuat.

Para pengisi departemen akting film ini sebenarnya hadir dengan penampilan yang tidak mengecewakan. Penampilan yang familiar, mengingat gambaran karakter yang tidak banyak berubah dari tatanan karakterisasi yang dihadirkan semenjak Si Doel Anak Sekolahan, namun tetap merupakan penampilan yang memuaskan. Dengan rumusan konflik yang lebih luas bagi karakternya, Koesnaedi menjadi pemeran dengan penampilan yang paling menonjol di sepanjang penceritaan Akhir Kisah Cinta Si Doel. Pengarahan Karno bagi film ini juga hadir cukup apik. Meskipun penonton telah dapat mengharapkan apa yang akan disajikan oleh paruh ketiga jalan cerita film ini – keputusan akhir dari karakter Doel, tentu saja – namun Karno mampu mengarahkan filmnya dengan ritme cerita yang tertata dengan baik. Akhir Kisah Cinta Si Doel kemungkinan besar hanya akan berakhir sebagai sajian pelengkap bagi sebuah kisah yang telah bertutur terlampau lama. Tidak akan memberikan kesan yang cukup mendalam namun, setidaknya, penonton akan dapat terpuaskan dengan kepastian akhir kisah cinta yang diberikan pada sosok karakter Doel yang mungkin merupakan salah satu karakter yang paling tidak memiliki pendirian di sepanjang penuturan kisah filmnya.

popcornpopcornpopcornpopcorn2popcorn2

akhir-kisah-cinta-si-doel-movie-posterAkhir Kisah Cinta Si Doel (2020)

Directed by Rano Karno Produced by Frederica Written by Rano Karno Starring Rano Karno, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Mandra, Suty Karno, Aminah Cendrakasih, Rey Bong, Ahmad Zulhoir Mardia, Nabila Bintang Music by Purwacaraka Cinematography Iqra Sembiring Editing by Reynaldi Christanto, Hengky Christ Studio Karnos Film/Falcon Pictures Running time 93 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s