Review: Hustlers (2019)


Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, Lorene Scafaria (The Meddler, 2015), berdasarkan sebuah artikel berjudul The Hustlers at Scores yang ditulis oleh Jessica Pressler dan diterbitkan oleh majalah New York pada tahun 2015, Hustlers berkisah mengenai seorang wanita bernama Destiny (Constance Wu) yang baru memulai karirnya sebagai penari erotis. Bukan sebuah pekerjaan yang mudah namun, untungnya, Destiny berhasil mendapatkan perhatian seorang penari erotis senior bernama Ramona Vega (Jennifer Lopez) yang lantas bersedia untuk mengajarkannya berbagai cara dan langkah untuk mempermudah pekerjaannya. Terdengar seperti plot cerita Magic Mike (Steven Soderbergh, 2012)? Tunggu dulu. Ramona Vega tidak hanya sekedar mengajarkan Destiny cara menari guna memenangkan hati para pelanggannya. Ramona Vega juga memberikan bimbingan pada Destiny untuk mendapatkan lebih banyak uang dengan menggunakan daya tarik obat-obatan terlarang kepada para pimpinan perusahaan hingga pedagang saham yang kerapkali mengunjungi klub malam tempat keduanya bekerja.

Lopez tampil begitu memukau dalam film ini. Memang, harus diakui, mudah untuk memandang sebelah mata pada kemampuan akting Lopez jika melihat secara sekilas daftar film-film yang pernah dibintanginya – yang kebanyakan diisi oleh film-film yang berasal dari aliran drama komedi romansa. Dalam Hustlers, Lopez membuktikan bahwa dirinya adalah sosok aktris yang selalu berhasil menghidupkan setiap karakter yang ia pilih untuk ia perankan, baik ketika ia memerankan sosok penyanyi Latin legendaris Selena Quintanilla dalam Selena (Gregory Nava, 1997); ketika memerankan sosok yang terjebak dalam konflik-konflik yang menegangkan seperti yang ditampilkannya dalam Anaconda (Luis Llosa, 1997) atau U Turn (Oliver Stone, 1997) atau The Cell (Tarsem Singh, 2000) atau The Boy Next Door (Rob Cohen, 2015); ketika terlibat dalam berbagai adegan aksi seperti dalam film Out of Sight (Soderbergh, 1998) atau Parker (Taylor Hackford , 2013); atau, tentu saja, ketika karakternya terlibat dalam kisah romansa yang kocak sekaligus mampu menggelikan seperti dalam The Wedding Planner (Adam Shankman, 2001) atau Maid in Manhattan (Wayne Wang, 2002), The Back-Up Plan (Alan Poul, 2010) atau What to Expect when You’re Expecting (Kirk Jones, 2012).

Dalam banyak adegan, meskipun sosok Ramona Vega bukanlah karakter sentral dalam pengisahan Hustlers, kehadiran karakter tersebut mampu mencuri perhatian dalam setiap keberadaannya berkat kharisma Lopez yang menghipnotis. Lopez memanfaatkan kemampuan akting sekaligus menarinya untuk menjadikan karakter Ramona Vega menjadi sosok yang membuat Hustlers menjadi hidup sejak menit pertama dirinya dihadirkan. Memang, kesuksesan Lopez tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi karakter yang diperankan Wu. Namun, beruntung, Wu juga mampu menghadirkan penampilan akting yang mengimbangi kehadiran kharisma kuat Lopez. Scafaria juga mendapatkan dukungan kuat dari penampilan akting para pengisi departemen akting lain filmnya, mulai dari Kiki Palmer, Lili Reinhart, Julia Stiles, hingga dua penyanyi rap yang sedang menanjak namanya, Lizzo dan Cardi B, yang hadir sekilas namun mampu memberikan dorongan energi yang utuh bagi solidnya kualitas presentasi keseluruhan dari Hustlers.

Kesuksesan besar Hustlers juga tidak berhenti pada betapa meyakinkannya penampilan akting para pemerannya. Alur cerita yang digarap Scafaria mampu digarap dan dikembangkan dengan baik. Pengisahannya yang secara perlahan membuka luka sekaligus duka banyak masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah akibat kriris ekonomi yang menimpa Amerika Serikat pada tahun 2008 mampu dikelola secara tajam namun tetap terasa ringan dan menghibur. Penceritaan Scafaria tentang krisis ekonomi yang kemudian berpengaruh pada usaha para penari erotis tersebut juga sering memberikan lapisan ketegangan pada pengisahan Hustlers. Tetap saja, walau dengan tambahan sentilan tentang dunia ekonomi maupun hukum di Amerika Serikat yang sering terasa tidak adil bagi kaum lemah, Scafaria tidak pernah melepaskan fokus dan hati pengisahan dari perjalanan perkembangan hubungan yang terjalin antara karakter-karakter perempuan dalam filmnya. Meskipun perkembangan kisah tersebut sempat terasa repetitif pada paruh pertengahan namun Scafaria selalu sukses untuk memberikan sentuhan emosional yang kuat pada kisah persahabatan tersebut untuk mampu tampil begitu memikat dan menghibur.

Pengarahan yang diberikan Scafaria juga menjadi elemen krusial bagi Hustlers. Dengan cerita yang digarapnya, Scafaria telah memiliki visi yang kuat tentang bagaimana Hustlers akan berkisah. Scafaria lantas menyajikan filmnya dengan ritme yang cepat namun tidak pernah terasa terburu-buru. Scafaria juga mengisi Hustlers dengan banyak momen hiburan yang sangat kuat, mulai dari momen tarian karakter Ramona Vega yang dilatarbelakangi lagu Criminal milik Fiona Apple, kehadiran sosok penyanyi Usher dalam sebuah adegan, lagu-lagu seperti Gimme More dari Britney Spears, Royals dari Lorde, Birthday Cake dari Rihanna, atau musik-musik klasik garapan komposer Frédéric Chopin yang mengisi dan menghipnotis dalam tiap adegan, hingga tata kamera dan gambar yang benar-benar mengikuti ritme tari sekaligus kehidupan para penari erotis yang hadir dalam pengisahan film ini. Scafaria mengeksekusi Hustlers sebagai sajian yang berisi metafora kehidupan yang kuat, berisi, sekaligus sangat, sangat menghibur. [B-]

popcornpopcornpopcornpopcorn3popcorn2

hustlers-jennifer-lopez-movie-posterHustlers (2019)

Directed by Lorene Scafaria Produced by Jessica Elbaum, Will Ferrell, Adam McKay, Elaine Goldsmith-Thomas, Jennifer Lopez Written by Lorene Scafaria (screenplay), Jessica Pressler (article, The Hustlers at Scores) Starring Constance Wu, Jennifer Lopez, Julia Stiles, Keke Palmer, Lili Reinhart, Lizzo, Cardi B, Mercedes Ruehl, Trace Lysette, Wai Ching Ho, Mette Towley, Madeline Brewer, Frank Whaley, Brandon Keener, Steven Boyer, Jon Glaser, Gerald Gillam, Devin Ratray, Rhys Coiro, Jovanni Ortiz, Big Jay Oakerson, Usher Raymond IV Cinematography Todd Banhazl Edited by Kayla Emter Production company Gloria Sanchez Productions/Nuyorican Productions/Annapurna Pictures Running time 110 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s