Review: Crawl (2019)


Dengan naskah cerita yang ditulis oleh duo penulis naskah Michael Rasmussen dan Shawn Rasmussen (The Ward, 2010), Crawl memulai pengisahannya ketika Haley Keller (Kaya Scodelario) terpaksa melakukan perjalanan ke pinggiran kota Florida untuk memeriksa keadaan sang ayah, Dave Keller (Barry Pepper), sebelum sebuah bencana badai datang menghampiri. Sial, ketika dirinya tiba di rumah sang ayah, Haley Keller menemukan ayahnya dalam kondisi pingsan dan terluka cukup parah. Dengan kondisi lingkungan sekitar rumah yang telah dievakuasi oleh satuan keamanan, Haley Keller harus berjuang sendirian untuk menyelamatkan sang ayah. Namun, waktu yang semakin menyempit seiring dengan mendekatnya kedatangan bencana badai bukanlah satu-satunya tantangan yang harus dihadapi oleh Haley Keller. Sekelompok buaya dengan ukuran raksasa yang terdampar akibat dibawa arus banjir ternyata telah mengintai dan siap untuk memangsa makhluk hidup yang berada di sekitar mereka.

Harus diakui, keberadaan Alexandre Aja – yang sebelumnya mengarahkan film-film seperti High Tension (2003), Piranha (2010), dan Horns (2013) – di kursi penyutradaraan serta Sam Raimi – yang pernah menjadi produser bagi Evil Dead (2013), Poltergeist (2015), dan Don’t Breathe (2016) – yang bertindak selaku produser film, mampu memberikan Crawl sensasi sentuhan ketegangan yang begitu berkelas. Dalam durasi pengisahan yang berjalan selama 87 menit, Aja berhasil menciptakan momen-momen menegangkan yang tidak hanya akan membuat para penonton filmnya berpegangan erat di kursi mereka namun juga beberapa kejutan yang datang dari hubungan emosional yang berhasil terbangun cukup baik antara dua karakter utamanya. Dengan pengalamannya dalam mengarahkan Piranha – yang juga menghadirkan presentasi kisah tentang sosok karakter manusia yang harus berjuang bertahan hidup dalam menghadapi ancaman dari binatang buas, Aja dengan sepenuh hati merangkul premis sederhana yang dimiliki penceritaan filmnya dan mengemasnya menjadi sebuah sajian dengan nilai hiburan yang begitu… ummm… menggigit.

Seperti film-film sepantarannya – dengan pendekatan naratif yang mungkin akan mengingatkan sebagian penonton pada The Shallows (2016) arahan Jaume Collet-Serra, Crawl dibangun dengan susunan cerita yang cenderung jauh dari kesan rumit. Kedua karakter utama film ini dihadirkan dengan penggalian kisah yang sederhana dan dengan jalinan hubungan antara karakter digambarkan sebagai hubungan antara ayah dan anak yang telah cukup familiar. Deretan konflik hadir kebanyakan untuk mendukung terciptanya keberadaan momen demi momen dalam pengisahan daripada sebagai sebuah unsur penunjang cerita yang lebih mumpuni. Meskipun begitu, sukar untuk menampik bahwa kehandalan penggarapan cerita Aja berhasil merangkum pengisahan yang telah dibentuk Michael Rasmussen dan Shawn Rasmussen sehingga Crawl tidak pernah terasa berjalan datar ataupun membosankan. Tentu, karakter buaya besar yang kemudian menjadi mimpi buruk bagi kedua karakter utama film terasa terburu-buru untuk dihadirkan. Dialog-dialog yang terlontar antara kedua karakter juga sering terasa menggelikan. Namun, kelemahan-kelemahan tersebut tidak lantas menjadikan Crawl kehilangan kualitas prima keseluruhannya.

Jika, sekali lagi, ingin memberikan perbandingan antara Crawl dengan The Shallows, Scodelario memang tidak (baca: belum) memiliki kharisma penampilan yang berada pada tingkatan yang sama dengan Blake Lively. Ketika Lively mampu memimpin dan memberikan komando pada setiap adegan yang dibintanginya, Scodelario sering masih terasa melangkah dengan langkah yang meragu. Beruntung, Scodelario mendapatkan dampingan yang erat dari Pepper. Chemistry yang dihadirkan keduanya membuat kedua karakter yang mereka perankan secara perlahan mampu membuat penonton merasa peduli dan terikat dengan perjalanan kisah dan perjuangan mereka. Sebuah elemen krusial yang kemudian memberikan dukungan solid pada kualitas penceritaan film. Sebuah sajian ketegangan yang sangat menyenangkan. [B]

crawl-kaya-scodelario-movie-posterCrawl (2019)

Directed by Alexandre Aja Produced by Craig J. Flores, Sam Raimi, Alexandre Aja Written by Michael Rasmussen, Shawn Rasmussen Starring Kaya Scodelario, Barry Pepper, Ross Anderson, Anson Boon, George Somner, Ami Metcalf, Jose Palma, Morfydd Clark, Tina Pribicevic, Annamaria Serda, Savannah Steyn, Jovana Dragas, Colin McFarlane Music by Max Aruj, Steffen Thum Cinematography Maxime Alexandre Edited by Elliot Greenberg Production company Ghost House Pictures/Raimi Productions Running time 87 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s