Review: Resident Evil: Welcome to Raccoon City (2021)


Meskipun masih mampu mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$312 juta dari perilisannya di seluruh dunia, capaian komersial Resident Evil: The Final Chapter (Paul W. S. Anderson, 2016) yang kurang maksimal di negara asalnya, Amerika Serikat, serta kualitas cerita yang terus mendapatkan kritikan tajam baik dari para kritikus film maupun banyak penggemar permainan video Resident Evil yang menjadi dasar pengisahan bagi seri film tersebut ternyata memberikan kekhawatiran tersendiri bagi para pembuatnya. Tidak mengherankan, bahkan ketika Resident Evil: The Final Chapter masih ditayangkan, ide untuk membuat ulang seri Resident Evil dengan menggunakan konsep, jalan cerita, serta barisan pemeran yang berbeda mulai berkumandang. Ide tersebut sempat menarik perhatian James Wan – yang, sayangnya, kemudian mundur dan memilih untuk memproduseri reboot film adaptasi permainan video lainnya, Mortal Kombat (Simon McQuoid, 2021). Perjalanan penggarapan seri film baru bagi adaptasi permainan video Resident Evil terus bergulir dengan pemilihan Johannes Roberts (47 Meters Down: Uncaged, 2019) untuk duduk di kursi penyutradaraan dan proses pengambilan gambar yang dilakukan di sepanjang tahun 2020.

Berjudul Resident Evil: Welcome to Raccoon City, film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Roberts ini membawa penontonnya ke tahun 1998 ketika Claire Redfield (Kaya Scodelario) kembali pulang ke kampung halamannya di Raccoon City untuk memperingatkan sang kakak, Chris Redfield (Robbie Amell), akan eksperimen yang dilakukan oleh perusahaan Umbrella Corporation yang dapat mengakibatkan efek berbahaya bagi seluruh penghuni Raccoon City. Peringatan yang disampaikan oleh Claire Redfield ternyata disambut dengan dingin oleh Chris Redfield yang menuding adiknya percaya pada teori-teori konspirasi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk kekacauan mulai terjadi dan membuka mata Chris Redfield bahwa apa yang disampaikan oleh adiknya adalah benar. Eksperimen yang dilakukan oleh Umbrella Corporation telah menyebabkan hampir seluruh manusia yang tinggal di Raccoon City berubah menjadi mayat hidup yang siap untuk memangsa manusia lain yang berada di sekitar mereka.

Semenjak awal eksistensinya, Resident Evil: Welcome to Raccoon City telah digadangkan sebagai bagian awal dari seri film adaptasi permainan video Resident Evil baru yang akan lebih setia dengan alur pengisahan maupun karakterisasi yang telah digariskan oleh permainan videonya. Pilihan yang mungkin terasa kecil bagi kebanyakan penonton, namun jelas memberikan sentuhan krusial yang dapat menempatkan film ini – dan kemungkinan film-film lanjutannya – untuk berada di alur yang berbeda dengan seri film adaptasi Resident Evil garapan Anderson sebelumnya. Usaha untuk menghasilkan pengalaman sinematis baru bagi para penikmat cerita Resident Evil mungkin layak untuk diberikan pujian tersendiri. Sayangnya, garapan cerita dan pengarahan Roberts hadir dalam kapasitas yang begitu lemah sehingga menjadikan Resident Evil: Welcome to Raccoon City tidak mampu tampil lebih baik dari film-film Resident Evil pendahulunya.

Dengan durasi presentasi cerita yang sebenarnya berjalan tidak terlalu lama, Resident Evil: Welcome to Raccoon City menghabiskan waktu terlalu lama untuk memperkenalkan barisan konflik maupun karakter yang nantinya akan memegang peranan penting dalam kelangsungan cerita. Paruh pertama dan kedua film, khususnya, terasa berjalan begitu lamban dan bertele-tele dalam usahanya untuk membangun atmosfer penuturan kisah yang dinamis. Fokus yang terpecah antara sosok karakter Claire Redfield dengan karakter Chris Redfield – juga beberapa potongan plot cerita yang didedikasikan untuk sejumlah karakter minor seperti Leon S. Kennedy (Avan Jogia) dan Albert Wesker (Tom Hopper) – juga membuat perjalanan cerita film ini tak pernah mampu menggenggam perhatian penonton secara utuh. Kekacauan ini masih ditambah dengan paruh ketiga film yang begitu terburu-buru untuk menyelesaikan seluruh misteri yang sebelumnya telah dipaparkan demi menciptakan ruang bagi kehadiran adegan-adegan aksi yang dilakukan oleh barisan karakter film ini. Ceroboh, karena Roberts terkesan tidak pernah benar-benar tahu apakah ingin mengeksekusi filmnya secara serius atau menjadikannya sebagai sajian aksi yang dapat menghibur secara maksimal.

Tidak ada elemen pengisahan lain yang benar-benar dapat dinikmati dari film ini. Pengarahan yang diberikan Roberts seringkali berkesan amatir – mulai dari tata efek visual yang jauh dari kualitas meyakinkan hingga langkah Roberts untuk meyakinkan penonton bahwa mereka sedang menyaksikan film yang memiliki latar belakang waktu pengisahan di tahun 1998 melalui dialog penanda waktu yang terlalu kasar penempatannya atau penggunaan lagu-lagu seperti My Favorite Game milik The Cardigans atau Crush milik Jennifer Paige yang akan membuat siapapun meringis. Penampilan yang cukup meyakinkan dari barisan pengisi departemen akting mungkin menjadi kesuksesan kecil dapat dapat dicapai oleh film ini. Sayang, karakter-karakter yang diperankan oleh Scodelario, Jogia, Hopper dan rekan-rekannya hadir dalam kapasitas cerita yang dangkal. Sebuah awal baru yang cukup buruk.

popcornpopcornpopcorn2popcorn2popcorn2

resident-evil-welcome-to-raccoon-city-movie-posterResident Evil: Welcome to Raccoon City (2021)

Directed by Johannes Roberts Produced by James Harris, Robert Kulzer, Hartley Gorenstein Written by Johannes Roberts Starring Kaya Scodelario, Hannah John-Kamen, Robbie Amell, Tom Hopper, Avan Jogia, Donal Logue, Neal McDonough, Lily Gao, Chad Rook, Marina Mazepa, Janet Porter, Holly De Barros, Sammy Azero, Dylan Taylor, Nathan Dales, Josh Cruddas, Pat Thornton, Heloise Catherine Pead Gavin, Sophia Ann Pead Gavin, Lauren Bill, Daxton Grey Gujral Cinematography Maxime Alexandre Edited by Dev Singh Music by Mark Korven Production companies Screen Gems/Constantin Film/Davis Raccoon Films/The Fyzz Facility/The Tea Shop and Film Company Running time 107 minutes Countries United States, Germany, Canada, United Kingdom Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s