Review: Makmum 2 (2021)


Merupakan salah satu film horor Indonesia dengan kualitas cerita yang jelas jauh dari kata memuaskan, Makmum (Hadrah Daeng Ratu, 2019) masih mampu menarik minat banyak penonton, termasuk penonton di negara tetangga dimana film yang dibintangi Titi Kamal tersebut berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia sebagai Film Indonesia Terlaris di Malaysia 2018 – 2019. Sure. Kesuksesan tersebut, tentu saja, kini diikuti oleh sebuah sekuel yang masih menampilkan Kamal sebagai pemeran utama namun dengan sutradara, Guntur Soeharjanto (Belok Kanan Barcelona, 2018), serta penulis naskah cerita, Rafki Hidayat (Kafir, 2018), yang berbeda dari film pendahulunya. Akankah mampu mendorong kualitas presentasi cerita Makmum 2? Tidak juga.

Linimasa pengisahan Makmum 2 dimulai ketika Rini (Kamal) mendapatkan kabar bahwa bude yang dahulu membesarkannya telah meninggal dunia. Segera, Rini memboyong anak semata wayangnya, Hafiz (Jason Bangun), untuk turut pulang bersamanya ke kampung halaman. Di desa bernama Desa Suayan yang terletak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur itulah rentetan kejadian horor mulai menghantui Rini dan Hafiz. Selepas prosesi pemakaman sang bude, Rini mulai merasakan sosok supranatural yang dahulu selalu mengganggunya kini kembali menebar terornya. Sialnya, tak satupun dari teman-teman dekatnya, Alif (Samuel Rizal), Aisyah (Marcella Zalianty), dan Lastri (Dea Panendra), yang percaya dengan pernyataan Rini ketika ia mengungkapkan masalah yang sedang dihadapinya. Namun, ketika bahaya mulai mengancam nyawa Hafiz dan anak-anak lain yang berada di desa tersebut, Rini tahu bahwa dirinya harus segera mencari pertolongan.

Terlepas dari usaha untuk menghadirkan sejumlah hal baru dalam penuturan kisahnya – mulai dari latar belakang cerita, bentukan misteri, hingga barisan karakter, Makmum 2 nyaris hanya mengulang berbagai formula horor yang telah diterapkan oleh film pendahulunya. Ingat dengan adegan sosok supranatural yang terus menghantui karakter Rini ketika dirinya sedang beribadah shalat? Dua paruh pertama film ini diisi oleh pengulangan adegan tersebut selama beberapa kali dengan sejumlah modifikasi dan juga dikisahkan terjadi kepada beberapa karakter lain dalam cerita. Adegan tersebut memang telah menjadi terapi kejut bernuansa horor andalan bagi seri film ini. Tetap saja, kehadirannya yang terus berulang dengan tanpa diikuti galian cerita yang lebih mumpuni jelas membuat presentasi keseluruhan dari film ini terasa begitu menjemukan.

Pengarahan yang diberikan oleh Soeharjanto sebenarnya telah cukup mampu mendorong Makmum 2 untuk bergerak dengan ritme penceritaan yang relatif cepat. Kualitas produksinya juga tidak buruk – meskipun jelas masih sangat jauh dari kesan memuaskan. Sayangnya, naskah cerita film ini terjalin terlampau dangkal untuk dapat menjadikannya lugas dalam bertutur. Banyak elemen cerita dihadirkan dengan pengembangan yang setengah matang dan menjadikan keberadaannya lantas terasa membingungkan. Usaha untuk menjelaskan berbagai konflik maupun misteri yang muncul di dua paruh awal film pada bagian akhir cerita juga berakhir datar. Konklusi yang digarap dengan balutan tema agar manusia menghargai lingkungan sekitarnya sempat memantik harapan akan adanya perubahan penuturan Makmum 2 sebagai sebuah eco-horror. Namun, seperti deretan konflik lain dalam film ini, tema tersebut terlambat kehadirannya dan kemudian gagal tereksplorasi dengan lebih utuh.

Penampilan solid yang diberikan Kamal memang masih menjadi kunci bagi presentasi cerita Makmum 2. Lewat penampilan Kamal, film ini mampu menghadirkan sejumlah momen drama maupun horor yang cukup kuat. Departemen akting Makmum 2 juga diisi oleh penampilan-penampilan yang tidak mengecewakan dari Zalianty, Panendra, Rizal, Pritt Timothy, Otig Pakis, hingga Fuad Idris. Garapan karakter yang terlalu minimalis, sayangnya, kemudian menghalangi setiap karakter yang diperankan oleh nama-nama tersebut untuk hadir dalam kapasitas cerita yang memuaskan. Buruk.

popcornpopcorn-halfpopcorn2popcorn2popcorn2

makmum-2-titi-kamal-movie-posterMakmum 2 (2021)

Directed by Guntur Soeharjanto Produced by Dheeraj Kalwani Written by Rafki Hidayat (screenplay), Riza Pahlevi (story) Starring Titi Kamal, Samuel Rizal, Marcella Zalianty, Dea Panendra, Otig Pakis, Pritt Timothy, Fuad Idris, Ence Bagus, Jason Bangun, Yusuf Ozkan, Muhammad Fauzan, Zayen Aqilah, Kukuh Prasetya, Misha Jeter, Seteng Sadja, Bella Fauzi Music by Joseph S. Djafar Cinematography Asep Kalila Editing by Teguh Raharjo Studio Dee Company/Blue Water Films Running time 94 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s