Review: The Hitman’s Bodyguard (2017)


The Hitman’s Bodyguard bukanlah film pertama yang dibintangi bersama oleh Ryan Reynolds dan Samuel L. Jackson. Keduanya – vokal keduanya, untuk tepatnya – sempat hadir dalam film animasi buatan DreamWorks Animation, Turbo (David Soren, 2013), dimana Reynolds dan Jackson sama-sama mengisisuarakan dua sosok karakter siput yang awalnya saling bersaing namun kemudian saling bersahabat dan mendukung satu sama lain. Menariknya, The Hitman’s Bodyguard, film yang untuk pertama kalinya akan menghadirkan tampilan fisik keduanya secara keseluruhan, juga memiliki alur pengisahan yang hampir serupa. Harus diakui, Reynolds dan Jackson sama-sama memiliki kemampuan yang mencukupi untuk menghidupkan kedua karakter yang mereka perankan. Sayangnya, dengan naskah pengisahan yang begitu terbatas, The Hitman’s Bodyguard lebih sering tampil datar daripada berhasil menghibur penontonnya.

Diarahkan oleh Patrick Hughes (The Expendables 3, 2014) berdasarkan naskah yang ditulis oleh Tom O’Connor (Fire with Fire, 2012), The Hitman’s Bodyguard berkisah mengenai seorang agen perlindungan khusus, Michael Bryce (Reynolds), yang ditugaskan untuk mengawal seorang pembunuh bayaran, Darius Kincaid (Jackson), dan sekaligus membawanya dari London, Inggris, ke The Hague, Belanda, dimana ia akan menjadi saksi kunci dalam proses pengadilan seorang diktator asal Belarus, Vladislav Dukhovich (Gary Oldman). Quite a simple task, right? Nope. Vladislav Dukhovich telah mempersiapkan para kaki tangannya untuk mengintai perjalanan yang dilakukan keduanya guna mencegah mereka untuk sampai di The Hague. Di saat yang bersamaan, Michael Bryce dan Darius Kincaid sendiri memiliki sejarah perseteruan yang cukup rumit di masa lalu – suatu hal yang kemudian seringkali memicu keributan antara keduanya dalam perjalanan tersebut.

Keputusan Hughes untuk menyandingkan Reynolds dan Jackson jelas merupakan sebuah keputusan terbaik bagi film ini. Kharisma yang dimiliki Reynolds – yang memerankan sosok karakter yang akan mengingatkan banyak penonton dengan karakter Wade Wilson/Deadpool yang ia perankan dalam film Deadpool (Tim Miller, 2016) – dan Jackson – yang… well… telah berulangkali memerankan sosok karakter yang keras dan banyak berkata-kata kasar – memang menjadi keunggulan utama dari film ini. Keduanya berhasil menghidupkan kedua karakter yang mereka perankan sekaligus menghasilkan chemistry yang terasa hadir begitu alami sekaligus tampil meyakinkan. Melalui penampilan Reynolds dan Jackson, The Hitman’s Bodyguard mampu menyajikan momen-momen terbaiknya – yang kebanyakan berasal dari pertukaran dialog bernuansa komikal yang terjalin antara kedua karakter yang mereka perankan.

Dengan penampilan prima yang berhasil dihantarkan oleh Reynolds dan Jackson, sayangnya, The Hitman’s Bodyguard tidak mampu diperkuat oleh naskah penceritaan yang lebih efektif. Naskah cerita yang ditulis oleh O’Connor sebenarnya cukup sederhana – dan telah berulangkali dieksplorasi oleh film-film aksi komedi sejenis. Bukan sebuah masalah besar. Namun ketika O’Connor memutuskan untuk memberikan pendalaman yang sebenarnya tidak dibutuhkan di banyak konflik dan plot penceritaan sekaligus menambahkan banyak plot-plot pendukung (yang juga tidak begitu dibutuhkan) sehingga film ini akhirnya berjalan dengan durasi sepanjang 118 menit, The Hitman’s Bodyguard secara perlahan mulai terasa cukup melelahkan dan membosankan untuk diikuti. Beruntung, pengarahan Hughes setidaknya masih cukup mampu untuk mengendalikan alur pengisahan film sehingga tetap berhasil mengalir dengan baik dalam perjalanan penceritaannya.

Berbekal pengalamannya dalam mengarahkan The Expendables 3 yang memiliki skala aksi yang lebih megah, Hughes juga mampu menyajikan tatanan pengisahan film aksi yang tidak mengecewakan. Melalui komposisi desain produksi, tata gambar dan efek visual yang tergarap dengan baik, The Hitman’s Bodyguard berhasil hadir sebagai sebuah film aksi yang memuaskan. Selain Reynolds dan Jackson, film ini juga menghadirkan penampilan akting dari Oldman, Salma Hayek dan Élodie Yung yang meskipun tampil dalam kapasitas penampilan yang terbatas namun mampu membuat departemen akting film ini hadir dalam kualitas yang solid. Hayek, khususnya, berhasil tampil mencuri perhatian sebagai karakter pasangan dari karakter yang diperankan oleh Jackson dengan penampilannya yang begitu menggoda. Secara keseluruhan, The Hitman’s Bodyguard mungkin bukanlah sebuah sajian aksi komedi yang berkualitas istimewa. Namun, setidaknya, dalam 118 menit durasi penceritaannya, film ini masih mampu menghadirkan adegan-adegan yang jelas akan mampu menghibur penontonnya – khususnya berkat penampilan solid dari Reynold dan Jackson. [C]

The-Hitmans-Bodyguard-ryan-reynolds-samuel-l-jackson-movie-posterThe Hitman’s Bodyguard (2017)

Directed by Patrick Hughes Produced by David Ellison, Mark Gill, Dana Goldberg, Matthew O’Toole, John Thompson, Les Weldon Written by John O’Connor Starring Ryan Reynolds, Samuel L. Jackson, Gary Oldman, Élodie Yung, Salma Hayek, Joaquim de Almeida, Kirsty Mitchell, Richard E. Grant, Sam Hazeldine Music by Atli Örvarsson Cinematography Jules O’Loughlin Editing by Jake Roberts Studio Millennium Films/Cristal Pictures Running time 118 minutes Country United States Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s