Review: Matthias & Maxime (2019)

Setelah menampilkan kemampuan beraktingnya untuk sutradara-sutradara seperti Joel Edgerton (Boy Erased, 2018), Drew Goddard (Bad Times at the El Royale, 2018), serta Andy Muschietti (It Chapter Two, 2019), sutradara kelahiran Kanada, Xavier Dolan, kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk film terbarunya, Matthias & Maxime. Selain kembali menjadi seorang sutradara, Matthias & Maxime juga menandai kali pertama Dolan membintangi filmnya sendiri setelah Tom at the Farm (2013). Meskipun masih membawakan beberapa elemen cerita yang telah familiar – seperti sosok ibu yang keras, ambiguitas seksual, penyiksaan karakter secara emosional, hingga pemilihan lagu-lagu popular untuk mendampingi beberapa adegan – Matthias & Maxime terasa jauh lebih tenang dibandingkan dengan film-film arahan Dolan sebelumnya berkat perubahan nada cerita yang lebih lembut dan jauh dari kesan getir. Tidak mengherankan jika kemudian Matthias & Maxime mampu lebih mengalir dalam berkisah meskipun tidak pernah terasa kehilangan identitas sebagai sebuah film hasil garapan Dolan.

Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Dolan, Matthias & Maxime berkisah tentang persahabatan antara Matthias (Gabriel D’Almeida Freitas) dan Maxime (Dolan) yang telah terjalin semenjak mereka masih kanak-kanak. Jalinan persahabatan tersebut mengalami guncangan ketika keduanya diminta untuk membintangi sebuah film pendek arahan adik teman mereka dimana Matthias dan Maxime diharuskan untuk saling berciuman. Ciuman tersebut ternyata membangkitkan sebuah perasaan yang semenjak lama telah terpendam namun kini menghasilkan rasa ketidaknyamanan sekaligus kekhawatiran bagi keduanya. Secara perlahan, Matthias mulai menjauhi Maxime. Matthias bahkan seolah tidak peduli bahwa sahabatnya akan segera meninggalkan Kanada untuk mengejar sebuah kehidupan yang baru di Australia.

Melodrama jelas bukanlah sebuah hal baru dalam tatanan kisah garapan Dolan. Dalam Matthias & Maxime, Dolan mengelola nada melodrama tersebut untuk mengeksplorasi dinamika hubungan yang terjalin antara kedua karakter utamanya. Layaknya adegan ciuman antara karakter Matthias dan Maxime yang sama sekali tidak pernah ditampilkan secara gamblang dalam adegan film ini, Dolan membiarkan penonton merasakan perkembangan intensitas emosional antara karakter Matthias dan Maxime secara subtil. Keduanya tidak pernah benar-benar mampu mengungkapkan atau menunjukkan perasaan apa yang sebenarnya mereka rasakan namun, di saat bersamaan, melalui gerak tubuh maupun tatapan mata kedua karakter, Dolan menyelami friksi yang terus terbangun dalam hubungan kedua sahabat tersebut. Perlahan, namun seringkali mampu menghadirkan sentuhan emosional yang mumpuni.

Layaknya kebanyakan film arahan Dolan, Matthias & Maxime juga mengupas tema mengenai krisis identitas para karakternya. Dari konflik yang terjalin antara karakter Matthias dan Maxime, cukup mudah untuk melihat bahwa Dolan lagi-lagi bicara tentang kritis identitas seksual antara sosok pria dewasa, berbagai batasan atas tatanan maskulinitas yang menyebabkan banyak kaum Adam untuk tidak pernah bersikap terbuka terhadap apa yang sebenarnya ia rasakan, hingga efek destruktif dari toxic masculinity tersebut. Elemen-elemen pengisahan tersebut memang mampu disajikan menarik meskipun harus diakui Dolan tidak pernah berhasil untuk menggalinya dengan cukup mendalam. Usaha Dolan untuk mempertebal pengisahan konflik filmnya – seperti dengan menghadirkan karakter McAfee yang diperankan Haris Dickinson atau karakter Francine (Micheline Bernard) yang digambarkan sebagai karakter ibu yang memiliki sikap penuh kelembutan – juga lebih sering terasa hanya memperpadat populasi karakter dalam linimasa penceritaan film akibat penggalian kisah yang tidak cukup kuat dan berkesan dangkal.

Terlepas dari kelemahan dan keterbatasan pengembangan beberapa elemen cerita film, Matthias & Maxime jelas merupakan salah satu film garapan Dolan yang paling menggugah. Karakter-karakternya terasa membumi dan nyata sehingga berhasil menterjemahkan kesensitivitasan cerita dengan mulus. Barisan pemeran yang dipilih Dolan untuk memperkuat departemen aktingnya juga sukses menghadirkan penampilan akting yang meyakinkan. Aktris langganan Dolan, Anne Dorval, kembali mencuri perhatian meskipun dengan porsi pengisahan yang tidak terlalu besar.

Akting yang ditampilkan Dolan juga menjadi salah satu elemen terkuat dari presentasi Matthias & Maxime. Dolan mampu memberikan dimensi penampilan yang mendalam bagi karakter yang ia perankan dan tidak pernah terasa berlebihan dalam setiap kehadirannya. Kualitas produksi film dihadirkan nyaris tanpa cela: mulai dari tata sinematografi garapan André Turpin yang sukses menghidupkan atmosfer pengisahan film, tata musik persembahan Jean-Michel Blais yang mampu mendorong sentuhan emosional kisah di banyak adegan, hingga, tentu saja, pilihan lagu-lagu pengiring dari Dolan yang berisi tembang dari Britney Spears, Florence + The Machine, hingga Pet Shop Boys yang kadang terdengar “eksentrik” namun sangat mampu memberikan kesan yang mendalam.

Matthias & Maxime (2019)

Directed by Xavier Dolan Produced by Xavier Dolan, Nancy Grant Written by Xavier Dolan Starring Xavier Dolan, Gabriel D’Almeida Freitas, Pier-Luc Funk, Antoine Pilon, Samuel Gauthier, Adib Alkhalidey, Catherine Brunet, Marilyn Castonguay, Micheline Bernard, Anne Dorval, Harris Dickinson Music by Jean-Michel Blais Cinematography André Turpin Edited by Xavier Dolan Production companies Sons of Manuel/Telefilm Canada Running time 119 minutes Country Canada Language French, English

Leave a Reply