Review: Brightburn (2019)


Pernah membayangkan bagaimana jika karakter Clark Kent – yang merupakan sosok bayi yang berasal dari luar angkasa, jatuh ke permukaan Bumi, dan kemudian diadopsi oleh pasangan karakter Jonathan dan Martha Kent – tidak tumbuh dewasa menjadi sosok pahlawan bernama Superman dan justru menggunakan kekuatan supernya untuk berbagai tindakan destruktif dan mematikan? Well… duo penulis naskah, Mark dan Brian Gunn (Journey 2: The Mysterious Island, 2012) mencoba menggambarkan hal tersebut lewat naskah cerita yang mereka tulis untuk Brightburn. Seperti halnya pasangan Jonathan dan Martha Kent, pasangan Kyle (David Denman) dan Tori Breyer (Elizabeth Banks) mendapatkan jawaban atas doa-doa mereka untuk memiliki seorang anak ketika mereka menemukan sesosok bayi laki-laki di belantara hutan yang berada di halaman belakang rumah mereka. Keduanya lantas memutuskan untuk merawat bayi tersebut, merawatnya hingga bayi tersebut tumbuh dewasa menjadi sosok anak laki-laki cerdas bernama Brandon Breyer (Jackson A. Dunn). Sial, seiring dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-12, Brandon Breyer mulai menunjukkan berbagai perubahan sikap yang tidak hanya mengkhawatirkan namun juga mengancam nyawa orang-orang yang berada di sekitarnya.

Sayangnya, meskipun memiliki premis menarik yang terasa seperti paduan antara elemen pengisahan Superman dengan The Omen (Richard Donner, 1976), Brightburn tidak pernah benar-benar mampu menggali maupun menyelami premisnya tersebut untuk dikembangkan menjadi sebuah pengisahan yang lebih kuat. Fokus pengisahan dalam naskah cerita garapan Mark dan Brian Gunn seperti hanya terpaku pada momen-momen krusial dalam linimasa transisi perubahan sikap dari karakter Brandon Breyer tanpa pernah berusaha untuk menghadirkan detil yang lebih rinci tentang sang karakter. Hal inilah yang kemudian menyebabkan pertanyaan-pertanyaan seperti latar belakang keberadaan karakter Brandon Breyer atau apa yang mendorong perubahan sikapnya sama sekali tidak terjawab hingga akhir presentasi film. Mark dan Brian Gunn mungkin memiliki rencana jangka panjang (baca: sekuel) tentang pengisahan Brightburn namun tetap saja hilangnya beberapa detil cerita cukup memberikan pengaruh besar pada performa pengisahan secara keseluruhan.

Pun begitu, Brightburn jelas bukanlah sebuah film yang buruk. Walau terasa hanya mengedepankan momen-momen dalam penceritaan daripada menyajikan sebuah jalinan kisah yang lebih padat dan berisi, sutradara David Yarovesky (The Hive, 2014) setidaknya berhasil menunjukkan kemampuan pengarahan ceritanya yang cukup apik. Menyajikan filmnya dalam alur penceritaan yang cepat, Yarovesky tetap memberikan ruang yang cukup bagi para karakter dalam film ini untuk membentuk jalinan hubungan emosional dengan para penontonnya – khususnya karakter Tori Breyer yang memiliki bangunan kisah terkuat. Namun, Yarovesky benar-benar menunjukkan kehandalan pengarahannya ketika menyajikan elemen horor dalam Brightburn. Sejak Brightburn mulai menghadirkan adegan horornya, Yarovesky menjadikan film ini sebagai sebuah taman bermain bagi adegan-adegan beraroma kematian yang tak jarang dipenuhi dengan darah. Deretan adegan menegangkan itulah yang menjadi saat-saat terbaik bagi Brightburn. Dipadukan dengan kehandalan Yarovesky untuk mengeksekusi adegannya dengan kualitas produksi yang maksimal, Brightburn berhasil memberikan beberapa momen horor yang jelas tidak akan mudah dilupakan begitu saja bagi siapa saja yang menyaksikannya.

Kualitas pengarahan yang diberikan oleh Yarovesky jelas juga sangat terdorong oleh penampilan yang diberikan para pengisi departemen aktingnya. Denman dan Banks menghadirkan chemistry yang hangat dan meyakinkan sebagai pasangan suami istri. Chemistry yang kemudian akan membuat setiap penonton turut merasa perih dengan tragedi yang kemudian menghampiri pasangan tersebut. Banks memberikan penampilan yang sangat meyakinkan sebagai Tori Breyer yang terus berusaha untuk mendampingi anaknya meskipun dengan berbagai prasangka buruk yang telah memenuhi benaknya tentang sang anak. Aktor muda Dunn juga memberikan performa akting yang kuat, baik ketika berperan sebagai sosok anak yang “normal” maupun ketika dirinya telah mengalami perubahan kepribadian. Dan meskipun departemen akting film ini banyak diisi oleh barisan wajah pemeran yang kurang familiar namun penampilan mereka jelas menjadi salah satu keunggulan dari Brightburn. [C]

brightburn-movie-posterBrightburn (2019)

Directed by David Yarovesky Produced by James Gunn, Kenneth Huang Written by Mark Gunn, Brian Gunn Starring Elizabeth Banks, David Denman, Jackson A. Dunn, Matt Jones, Meredith Hagner, Steve Agee, Becky Wahlstrom, Stephen Blackehart, Gregory Alan Williams, Jennifer Holland, Elizabeth Becka, Christian Finlayson, Terence Rosemore, Emmie Hunter, Anne Humphrey Music by Timothy Williams Cinematography Michael Dallatorre Edited by Andrew S. Eisen Production company Screen Gems/Stage 6 Films/Troll Court Entertainment/The H Collective Running time 90 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s