Review: John Wick: Chapter 3 – Parabellum (2019)

Jika John Wick (2014) memperkenalkan penikmat film dunia pada sosok mantan pembunuh bayaran bernama John Wick (Keanu Reeves) yang sedang berduka atas kematian sang istri dan lantas harus kembali melakukan aksi brutalnya setelah sekelompok penjahat secara tidak sengaja membunuh anjing (sekaligus mencuri mobil) kesayangannya dan John Wick: Chapter 2 (2017) berakhir dengan adegan dimana nyawa John Wick menjadi incaran bagi para pembunuh bayaran di seluruh dunia setelah kesalahan fatal yang ia lakukan, maka John Wick: Chapter 3 – Parabellum yang masih diarahkan oleh sutradara dua film John Wick sebelumnya, Chad Stahelski, melanjutkan kisah pelarian John Wick dari para pembunuh bayaran dan anggota kelompok kriminal yang mengincarnya. Pelarian tersebut kemudian membawa John Wick bertemu kembali dengan mantan rekan pembunuh bayarannya, Sofia (Halle Berry), guna meminta informasi mengenai keberadaan pemimpin kelompok kriminal yang telah menjebaknya dalam situasi mematikan tersebut. Di saat yang bersamaan, seorang pembunuh bayaran profesional yang dikenal dengan sebutan Zero (Mark Dacascos) beserta dengan dua muridnya, Shinobi #1 (Yayan Ruhian) dan Shinobi #2 (Cecep Arif Rahman), telah menyiapkan rencana matang untuk menyambut kedatangan John Wick.

Jika Derek Kolstad menjadi penulis naskah tunggal pada dua seri John Wick sebelumnya, John Wick: Chapter 3 – Parabellum menghadirkan naskah cerita yang digarap oleh Kolstad bersama dengan tiga orang penulis naskah cerita lainnya, Shay Hatten, Chris Collins, dan Marc Abrams. Anehnya, John Wick: Chapter 3 – Parabellum justru memberikan jalinan pengisahan yang tidak begitu signifikan jika dibandingkan John Wick dan John Wick: Chapter 2. Dengan durasi pengisahan yang mencapai 131 menit, John Wick: Chapter 3 – Parabellum terasa hanya sebagai kumpulan sketsa aksi dari perjalanan sang karakter utama dalam melarikan diri atau melawan orang-orang yang berusaha mendapatkan nyawanya. Kecuali di paruh ketika karakter John Wick dipertemukan dengan karakter Sofia serta di paruh akhir dimana film ini menghadirkan sebuah pelintiran cerita – dan sebuah jembatan pengisahan untuk film berikutnya, John Wick: Chapter 3 – Parabellum nyaris tidak berisi penggalian karakter maupun konflik yang benar-benar berarti.

Stahelski mungkin memang meniatkan John Wick: Chapter 3 – Parabellum hanyalah sebagai teaser bagi seri baru John Wick dengan konflik yang lebih “berat” di masa yang akan datang. Meskipun begitu, bukan berarti John Wick: Chapter 3 – Parabellum hadir dengan ritme presentasi yang monoton. Dengan barisan dialog bernuansa komikal yang cukup kental, atmosfer pengisahan John Wick: Chapter 3 – Parabellum menjadi terasa lebih ringan. Seperti Atomic Blonde (2017) arahan David Leitch – yang menjadi produser bagi film perdana John Wick dan turut membantu pengarahan Stahelski – John Wick: Chapter 3 – Parabellum ditampilkan dalam balutan warna neon yang dominan yang membantu film ini untuk meninggalkan kesan kelam pada film-film sebelumnya. Stahelski juga memberikan peningkatan yang cukup dramatis pada penggunaan koreografi aksi yang dihadirkan John Wick: Chapter 3 – Parabellum. Deretan adegan aksi dalam film ini jelas menjadi suguhan utama yang mampu digarap dengan kesan brutal dan penuh darah namun begitu berkelas berkat penataan koreografi aksi yang mampu menandingi dua seri The Raid (2012 – 2014) garapan Gareth Evans.

Penampilan Reeves jelas tetap menjadi nyawa utama bagi John Wick: Chapter 3 – Parabellum. Dengan penampilan dinginnya yang khas, karakter John Wick telah menjadi sosok ikonik tidak hanya dalam filmografi panjang milik Reeves namun juga dalam catatan panjang rilisan film dunia. Meskipun hadir dalam durasi yang singkat Berry – yang karakternya ditemani oleh dua sosok anjing yang juga sama menakutkan – mampu mencuri perhatian sebagai sosok mantan pembunuh bayaran perempuan yang kembali harus terlibat dalam berbagai perkelahian akibat kedatangan karakter John Wick. Dacascos yang didampingi oleh Ruhian dan Rahman serta Asia Kate Dillon yang ditempatkan sebagai pemeran sosok karakter antagonis utama film ini berhasil memberikan penampilan aksi yang mampu mengimbangi kharisma penampilan Reeves. Laurence Fishburne, Anjelica Huston, dan Ian McShane kembali memerankan karakter mereka dari dua seri John Wick sebelumnya dan tetap hadir dengan penampilan yang prima.

Dari sisi pengisahan, sulit untuk membantah bahwa John Wick: Chapter 3 – Parabellum adalah bagian terlemah dari seri John Wick hingga saat ini. Namun, film ini tetap mampu tampil sebagai sajian aksi yang tergarap secara mengagumkan dan jelas akan membuat setiap penontonnya merasakan tiap detik ketegangan aksi yang sedang berlangsung. [C]

john-wick-3-parabellum-movie-posterJohn Wick: Chapter 3 – Parabellum (2019)

Directed by Chad Stahelski Produced by Basil Iwanyk, Erica Lee Written by Derek Kolstad, Shay Hatten, Chris Collins, Marc Abrams (screenplay), Derek Kolstad (story), Derek Kolstad (characters) Starring Keanu Reeves, Ian McShane, Mark Dacascos, Laurence Fishburne, Asia Kate Dillon, Halle Berry, Lance Reddick, Anjelica Huston, Saïd Taghmaoui, Jason Mantzoukas, Robin Lord Taylor, Yayan Ruhian, Cecep Arif Rahman, Boban Marjanović, Randall Duk Kim, Riccardo Scamarcio, Jerome Flynn, Tobias Segal, Arjon Bashiri, Tiger Chen, Vladimir Mihailov, Vlado Mihailov, Danish Bhatt, Candace M. Smith Music by Tyler Bates, Joel J. Richard Cinematography Dan Laustsen Edited by Evan Schiff Production company Thunder Road Pictures/87Eleven Productions Running time 131 minutes Country United States Language English