Review: Boy A (2007)


Boy A adalah sebuah film drama asal Inggris yang disutradarai oleh John Crowley. Naskah film ini sendiri diadaptasi dari sebuah novel sukses karya Jonathan Trigell yang berjudul sama, dan terinspirasi dari kisah nyata mengenai pembunuhan seorang bocah berusia 2 tahun oleh dua orang anak laki-laki berusia 10 tahun yang pernah terjadi di Liverpool, Inggris pada tahun 1993.

Datang dari keluarga dan lingkungan yang bermasalah, Eric Wilson (Alfie Owen) tumbuh menjadi seorang anak laki-laki pemalu yang seringkali menemui masalah di kesehariannya. Kehidupannya yang kebanyakan dihabiskannya sendirian berubah ketika ia bertemu Philip Craig (Taylor Doherty), pemuda bermasalah yang mengaku pernah diperkosa oleh saudara laki-lakinya sendiri, yang kemudian dianggap Eric sebagai teman baiknya.

Suatu hari, Eric dan Philip mengganggu seorang gadis remaja. Tak senang diganggu, gadis tersebut mengucapkan beberapa kata yang ternyata dianggap menyakitkan hati oleh Philip. Secara kasar, Philip kemudian mulai menggores lengan gadis tersebut dengan sebuah pisau berkali-kali dan menyeretnya kebawah sebuah jembatan. Eric kemudian mengikutinya sambil membawa pisau yang sempat terjatuh dari tangan Philip, dan kemudian berdua mereka membunuh gadis tersebut.

Eric dan Philip, tentu saja, kemudian dipenjara atas perbuatannya. Philip, ternyata kemudian melakukan bunuh diri di dalam penjara. Sementara Eric, setelah beberapa lama dipenjara, akhirnya dibebaskan. Berdasarkan hukum yang berlaku, kini Eric akan hidup dengan nama baru, Jack Burridge (dimainkan oleh aktor Andrew Garfield — yang terkadang terlihat seperti aktor Justin Bartha di film Gigli), tinggal di sebuah lingkungan baru, dan dibawah pengawasan seorang perkerja sosial, Terry (Peter Mullan). Eric sebagai seorang Jack Burridge tetaplah seorang pemuda pemalu. Namun dengan orang-orang baru yang berada di sekitarnya, niat Jack yang ingin menjadi orang baik pun sepertinya akan berjalan lancar.

Ia kini telah memiliki sebuah pekerjaan tetap, teman-teman baik untuk menemaninya, serta sedang berpacaran dengan Michelle (Katie Lyons), salah seorang pekerja di perusahaan tempat Jack saat ini bekerja. Suatu hari, Jack dan temannya Chris (Shaun Evans), berhasil menyelamatkan seorang anak kecil dari sebuah kecelakaan. Nama Jack akhirnya menjadi tenar di seluruh kota dan dikenal sebagai seorang pahlawan. Konsekuensinya, banyak pihak yang mulai menggali-gali masa lalu dirinya.

Sebuah koran lokal akhirnya membuka kedok Jack Burridge dan apa yang telah diperbuatnya semasa ia kecil dan bernama Eric Wilson. Tak pelak, semua orang yang telah ia kenal baik kini berbalik menjauhinya, termasuk sang kekasih, Michelle. Ia bahkan tidak dapat berhubungan dengan Terry, pengawasnya yang telah ia anggap sebagai ayah sendiri. Jack akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dari kota tersebut.

Tentu semua penonton masih ingat kontroversi dari The Reader, yang sempat dianggap beberapa kalangan akan membuat para penonton merasa simpati dengan seorang karakter Nazi yang diperankan oleh Kate Winslet. Hal yang sama — dengan skala ringan — mungkin akan dialami oleh beberapa orang ketika menyaksikan Boy A: Apakah Anda dapat memaafkan seseorang dengan masa lalu kelam seperti Jack Burridge yang pernah membunuh seorang gadis yang tak bersalah? Naskah cerita film ini (yang diadaptasi oleh Mark O’Rowe), ditulis dengan sangat hati-hati agar dapat mencampuradukkan perasaan para penontonnya mengenai seorang Jack Burridge. Cara yang diambil sutradara John Crowley sendiri, dengan menggunakan alur maju mundur untuk menceritakan kehidupan Eric/Jack dahulu dengan sekarang, juga semakin menambah efektivitas dari jalan cerita yang telah disediakan.

Sebagus apapun jalan cerita yang telah ada, tidak akan bekerja dengan baik jika sang tokoh utama tidak mampu menarik simpati para penonton ketika mereka sedang menyaksikan film ini. Sama seperti Kate Winslet di The Reader, Boy A memiliki Andrew Garfield yang dengan sempurna memberikan akting yang menyentuh sebagai seorang pemuda dengan masa lalu yang sangat kelam. Dalam film ini, Garfield berhasil membawakan Jack Burridge sebagai karakter rapuh dan pemalu yang baru saja keluar dari penjara dan ingin mengenal kembali dunia sebagai seorang baru. Ia juga berhasil membawakan karakter Jack dalam fase-nya sebagai seorang pemuda yang perlahan-lahan kembali merasa bahwa dunia adalah sebuah tempat yang bersahabat, hingga akhirnya karakternya harus kembali menghadapi sebuah tahapan sulit dalam hidupnya. Andrew Garfield adalah nyawa utama dalam film ini.

Selain Garfield, para pemeran pendukung lainnya juga tampil cukup baik di sepanjang jalan cerita, khususnya Peter Mullan, yang menjadi pengawas Jack selepasnya ia dari penjara, Terry. Mullan berhasil menciptakan karakter Terry sebagai seorang karakter yang lembut, walaupun sebenarnya Terry juga memiliki beberapa masalah tersendiri mengenai hubungannya dengan sang anak kandung. Yang mungkin sedikit dipermasalahkan di film ini adalah pemilihan ending yang dilakukan Crowley dengan cara yang menggantung. Seharusnya, setelah apa yang dituturkan Crowley secara berani di sepanjang film ini, Crowley juga harusnya berani menutupnya dengan sesuatu yang tegas dan lebih baik daripada apa yang ia tawarkan di film ini.

Secara keseluruhan, John Crowley berhasil melakukan sebuah eksekusi yang sangat baik atas naskah cerita Boy A yang sangat kuat. Terlebih lagi didukung dengan akting para jajaran pemeran serta editing film yang sangat memuaskan dan menambah kuatnya jalinan jalan cerita yang tercipta, Boy A menjadi salah satu film drama paling kuat dan menyentuh yang akan pernah disaksikan para penontonnya.

Rating: 4.5 / 5

Boy A (ABC Distribution/Channel Four/Film4/Cuba Pictures/The Weinstein Company, 2007)

Boy A (2007)

Directed by John Crowley Produced by Lynn Horsford Written by Mark O’Rowe, Jonathan Trigell (novel) Starring Andrew Garfield, Alfie Owen, Katie Lyons, Peter Mullan Music by Paddy Cunneen Cinematography Rob Hardy Editing by Lucia Zucchetti Studio ABC Distribution/Channel Four/Film4/Cuba Pictures Distributed by The Weinstein Company Running time 100 minutes Country United Kingdom Language English

Advertisements

4 thoughts on “Review: Boy A (2007)”

  1. waaaa, salah satu film fave saya dari UK nih,
    ceritanya bagus, perih nontonya dan even drama, tapi film ini berhasil menghadirkan twist yang oke
    Boy A jadi film yang ngenalin saya sama Chris Fine lookalike tapi akting lebih jago, Andrew Garfield. Garfield sendiri sangat menjanjikan masa depannya bareng sama Jamie Bell, they’re the next big thing 😛

    1. Huahahah… Saya malah bilangnya dia mirip Justin Bartha. Saya serem sendiri baca kisah nyata yang mengispirasi film ini. Pembunuhan seorang bocah 2 tahun oleh dua bocah 10 tahun. Gila… di Wikipedia diceritain secara detail. Sadis banget.

      By the way… Hu uh. Filmnya mind blowing dan mind twisting. Keren!

  2. humm..akting yang bagus buat eric wilson…sampe endingnya terus bikin penasaran…namun seringkali pembawaan ala british membikin bingung dan mengancam buat boring..tapi jalinan ceritanya sih lumayan bikin penasaran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s