Indonesia International Fantastic Film Festival 2011: Are You Ready to Scream?

11 November 2011 mungkin akan menjadi tanggal yang begitu istimewa bagi banyak orang, komposisi unik angka 11-11-11 inilah yang membuat itu terjadi dan dipercaya sebagai tanggal yang akan membawa keberuntungan. Bukan hal yang mengherankan memang kalau di tanggal itu Katy Perry merilis video terbarunya, The One That Got Away, New7Wonders menutup polling world wide-nya, dibukanya Sea Games XXVI di Indonesia, dan masih banyak lagi. Namun dari semua hal yang diselenggarakan di tanggal sakral tersebut, ada satu even yang tidak kalah menarik dan begitu penting bagi para pecinta film di Indonesia khusunya Jakarta juga dibuka di malam itu, Indonesia International Fantastic Film Festival 2011 .

Blitzmegaplex Grand Indonesia menjadi satu-satunya venue INAFFF’11 dibuka dan diselenggarakan di Jakarta selama 10 hari hingga 20 November 2011 mendatang. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, festival film yang mengkhususkan untuk genre horror, sci-fi, thriller, dan fantasy ini juga akan digelar di Bandung tepat satu minggu setelah penyelenggaraannya di Jakarta pada 25-27 November 2011 dan bertempat di Blitzmegaplex Paris Van Java.

Pukul 20.30 WIB sudah terlihat antrean bak ular memanjang dari depan pintu Audi 2 hingga BRI Lounge Blitzmegaplex GI, terdapat pula beberapa sineas ikut dalam riuh kerumunan orang-orang yang semakin malam semakin bertambah jumlahnya itu. Affandi Abdul Rahman, sutradara Pencarian Terakhir dan The Perfect House, adalah yang pertama yang saya temui malam itu, kemudian Gareth Evans, Aming, Joko Anwar, Timo Tjahjanto dan Sigi Wimala, dn masih banyak lagi. Selain itu, opening festival film fantasi terbesar di Indonesia kemarin juga menjadi ajang bertemunya banyak movie blogger dan komunitas film, mulai dari pemilik blog Database Film BioskopJosep Xavier, Moviegasm, Raditherapy, Flik’s Movie Zone, hingga yang berdomisili di luar Jakarta seperti TarizSolis dan Sigilahoror.

Trisiska Putri membuka INAFFF’11 dengan penuh semangat, mengabsen secara berurutan para penonton yang selalu hadir di opening INAFFF mulai dari penyelenggaraan pertama, kedua, dan seterusnya hingga penyelenggaraan ke lima malam itu dengan mengajak para audiens mengangkat tangan. Meriah dan ramai, itulah kata yang pas diungkapkan pada acara malan itu, terlebih saat Noni, begitu perempuan satu ini akrab disapa, membagi-bagikan hadiah melalui surprise gift di bawah kursi, di dalam majalah Total Film yang dibagikan ke setiap yang hadir, dan di tempat minum pada pegangan kursi bioskop sebelah kanan. Hingga pada akhirnya INAFFF memberikan apresiasi kepada audience dengan ID twitter @sigilahoror yang datang jauh-jauh dari Bali dan membuktikan bahwa festival film ini tidak hanya diminati oleh para pecinta film di Jakarta dan Bandung saja.

Acara malam itu kemudian dilanjutkan dengan opening speech dari Rusly Eddy sebagai petinggi INAFFF sejak kali pertama festival ini diadakan. Dalam sambutannya yang santai, pria yang lebih dikenal dengan nama Sly ini menuturkan sejarah awal penyelenggaraan INAFFF yang pada tahun 2007 bernama ScreamFestIndo ini disangsikan keberhasilannya oleh pemerintah kala itu karena menyajikan film horror yang notabene dikenal oleh mereka sebagai film yang kurang bermutu. Sly juga mengungkapkan bahwa dirinya begitu bangga dan gembira karena terdapat 3 film Indonesia di jajaran 41 film yang diputar di INAFFF tahun ini setelah tahun lalu tidak satupun film pribumi diputar. Dan kebanggaan itu semakin lengkap karena akhirnya pihak INAFFF memutuskan untuk menambah jadwal penayangan 2 dari 3 film tersebut karena antusiasme positif audience yang ditandai dengan terjual habisnya tiket omnibus FISFIC 6.1 dan The Raid pada pre-sale hari pertama.

Riuh tepuk tangan dan gemuruh sorak sorai penonton kemudian memenuhi audi 2 Blitz GI saat trailer omnibus HI5TERIA, Joko Anwar’s Modus Anomali, dan Gareth Evans’ The Raid mengawali pemutaran perdana layar INAFFF’11 sesaat setelah serangkaian acara pembukaan usai dan sebelum opening movie diputar. Keriuhan itu pun terhenti saat diputarnya Immortals, Film besutan Tarsem Singh, sutradara yang filmnya juga dipilih untuk menjadi closing film ScreamFest 2007 lalu, The Fall (2006). Immortals yang terpilih menjadi opening movie tahun ini merupakan film dengan setting mitologi Yunani ala Tarsem yang menceritakan tentang Theseus, seorang petani pilihan Zeus untuk melindungi manusia dan menyelamatkan para Dewa pada perang melawan King Hyperion dengan senjata legendarisnya.

Dengan visual yang akan menyilaukan mata, kostum unik para dewa ala Tarsem dan peperangan sadis lengkap dengan cipratan darah, Immortals yang juga rilis worldwide di hari yang sama dengan opening INAFFF’11 menjadi pertanda dimulainya pesta para pecinta film fantasi di Indonesia, khusunya Jakarta dan Bandung.

So, are you ready to scream?

Foto dan tulisan oleh Sandra Eka Ristianjani.

Sandra Eka Ristianjani atau yang lebih dikenal dengan ardnas di dunia maya adalah seorang pemuda dengan profesi sebagai Instrument Designer di salah satu  perusahaan konsultan engineering di Jakarta dengan hobi yang sebenarnya jika dirunut sama sekali tidak berhubungan dengan teknik, dunia yang ia geluti sekarang. Menulis adalah salah satunya, menumpahkan apapun yang ada di pikirannya tentang hobi bersepeda, traveling, fotografi, hingga kegilaannya akan musik dan film ke dalam tulisan. Kegemarannya menulis sejak masih duduk di bangku SD ini pernah membuatnya berfikir untuk berencana menjadi seorang jurnalis setelah lulus dari Jurusan Teknik Elektro di salah satu Institut Teknologi di Surabaya. Namun pada akhirnya, Sandra mengubur keinginan itu dan hanya  menjadikannya sebagai modal untuk menulis di blog yang ia kelola sejak 2009 lalu, Anything.

Follow Sandra Eka Ristianjani melalui akun Twitternya di @ardnas20.

Leave a Reply