Tag Archives: Zhu Zhu

Review: Pacific Rim Uprising (2018)

Berbeda dengan seri film Transformers (2007 – 2017) yang sebelumnya telah dirilis dan mempopulerkan kembali keberadaan para robot-robot raksasa, Pacific Rim garapan Guillermo del Toro yang dirilis pada tahun 2013 menawarkan sebuah sentuhan pengisahan yang sedikit berbeda. Berbekal pengisahan yang cenderung kelam (dan lebih dewasa) seperti kebanyakan film-film del Toro lainnya, Pacific Rim mampu menangkap perhatian para kritikus film meskipun tetap mendapatkan catatan khusus mengenai lemahnya pengembangan konflik dan karakter yang dihadirkan. Sayangnya, pemilihan alur yang sedikit berbeda dari film-film Transformers juga menjadi salah satu penyebab mengapa penonton akhirnya sedikit menjaga jarak dari keberadaan Pacific Rim. Dengan biaya produksi yang mencapai hampir sebesar US$200 juta, Pacific Rim “hanya mampu” mendapatkan raihan komersial sebesar US$411 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia. Jelas sebuah pencapaian yang cukup mengecewakan dari bagian awal sebuah seri film yang tadinya diperkirakan akan menjadi lumbung yang terbaru bagi rumah produksi Legendary Pictures. Continue reading Review: Pacific Rim Uprising (2018)

Advertisements

Review: Tubelight (2017)

Setelah meraih sukses besar lewat Bajrangi Bhaijaan (2015) – yang dengan pendapatan komersial sebesar US$97 juta kini menempati posisi sebagai film produksi Bollywood dengan raihan pendapatan terbesar kelima sepanjang masa di dunia  – sutradara Kabir Khan dan aktor Salman Khan kembali bekerjasama dalam Tubelight. Juga menjadi film kedelapan Khan yang dirilis pada masa libur Idulfitri semenjak memulai tradisi tersebut lewat Wanted (Prabhu Deva, 2009), Tubelight memiliki pengisahan yang jelas sangat sesuai dengan kondisi sosial banyak lapisan masyarakat dunia saat ini. Suatu kondisi sosial dimana prasangka seringkali memicu keberadaan konflik antara kelompok yang satu dengan yang lain. Tema penceritaan yang mulia namun, sayangnya, seringkali gagal tersampaikan dengan baik justru akibat penampilan akting sang pemeran utamanya. Continue reading Review: Tubelight (2017)

Review: The Man with the Iron Fists (2012)

the-man-with-the-iron-fists-header

Hidup mungkin akan berjalan sedikit lebih mudah ketika Anda memiliki cukup uang serta beberapa teman yang bernama Quentin Tarantino, Eli Roth dan Russell Crowe. Well…  setidaknya hal itu yang coba dibuktikan oleh RZA – yang memiliki nama asli Robert Fitzgerald Diggs dan lebih dikenal sebagai anggota kelompok musik rap/hip-hop legendaris, Wu-Tang Clan. Berbekal dengan dukungan yang ia dapatkan, RZA kemudian menggarap The Man with the Iron Fists dimana ia menjadi seorang sutradara, penulis naskah, aktor utama sekaligus komposer bagi film tersebut. Penonton mungkin akan masih dapat menikmati deretan musik yang ia hasilkan untuk film ini, namun sebagai seorang sutradara, penulis naskah maupun seorang aktor? RZA jelas sedang berkhayal bahwa ia benar-benar memiliki talenta yang cukup untuk melakukannya.

Continue reading Review: The Man with the Iron Fists (2012)

Review: What Women Want (2011)

Untuk mereka yang merasa cukup penasaran mengenai apa yang akan terjadi bila What Women Want – sebuah film drama komedi yang dibintangi oleh Mel Gibson dan Helen Hunt serta sempat meraih sukses luar biasa ketika dirilis oleh Hollywood pada tahun 2000 – diadaptasi oleh para sineas China/Hong Kong, wellreview ini hadir untuk menyatakan bahwa sama sekali tidak terdapat begitu banyak perbedaan di antara keduanya. Pengalaman yang akan Anda dapat ketika menyaksikan What Women Want versi Asia adalah sama dengan pengalaman Anda ketika menyaksikan versi orisinal What Women Want yang disutradarai oleh Nancy Meyers tersebut. Tentu saja dengan bahasa Mandarin. Dan dengan masih mempertahankan durasi cerita yang berjalan panjang. Oh, dan juga tanpa kehadiran komedi yang akan mampu menggelitik kepekaan humor Anda.

Continue reading Review: What Women Want (2011)