Tag Archives: Winky Wiryawan

Review: The Doll 3 (2022)

Menjadi film keempat dalam film seri The Doll garapan Rocky Soraya – mengikuti The Doll (2016) dan The Doll 2 (2017) beserta film sempalannya, Sabrina (2018), The Doll 3 kembali menghadirkan plot tentang teror sesosok boneka mengerikan yang mengancam nyawa orang-orang yang berada di sekitarnya. Plot familiar yang telah direka berulang kali oleh Soraya bersama Riheam Junianti selaku penulis naskah cerita seri film ini yang, tentu saja, tidak lupa dibalut dengan adegan-adegan yang terasa mendapatkan pengaruh dari banyak film horor asing popular yang telah dirilis sebelumnya. Berbeda dengan film-film lain yang berada di semesta pengisahan The Doll, The Doll 3 menjadi kali pertama seri film ini benar-benar merengkuh warna pengisahan horor slasher-nya secara utuh dengan menyajikan lebih banyak adegan brutal yang penuh dengan limbahan darah dan gelimang nyawa deretan karakternya. Terdengar menyenangkan namun, sayangnya, masih dihantui akan berbagai kelemahan penuturan cerita yang selalu berada dalam tiap film arahan Soraya. Continue reading Review: The Doll 3 (2022)

Review: 3Sum (2013)

Untuk membuat sebuah film pendek yang efektif serta mampu memaparkan seluruh ide yang dimiliki oleh para pembuatnya secara tepat dan padat dalam waktu yang ringkas jelas memiliki sebuah tingkat kesulitan tersendiri. Film-film omnibus Indonesia yang banyak dirilis pada tahun lalu – dan seringkali dijadikan ajang perkenalan talenta-talenta baru pembuat film Indonesia – sayangnya justru membuktikan kelemahan tersebut: banyak diantara pembuat film pendek tersebut terlalu menggebu-gebu dalam menghasilkan film pendek mereka sehingga akhirnya justru menghantarkan sebuah film yang terasa terlalu banyak mengandung ‘apa yang diinginkan oleh sang pembuat film’ daripada tentang ‘apa yang sebenarnya bisa dihantarkan oleh sang pembuat film.’ Megah dari segi konsep namun sangat lemah dari sisi eksekusi akhirnya.

Continue reading Review: 3Sum (2013)

Review: Dilema (2012)

Empat orang sutradara muda film Indonesia menulis dan menyutradarai lima film pendek yang mencoba untuk menggambarkan kelamnya sisi-sisi kehidupan di kota Jakarta. Tidak seperti kebanyakan film-film omnibus lain yang akhir-akhir ini banyak diproduksi di Indonesia – yang semoga hanya merupakan menjadi sebuah alternatif bentuk kreativitas lain dari para insan film Indonesia dan bukan karena terlalu malas atau ketidakmampuan untuk memproduksi sebuah film panjang – lima kisah pendek yang dihantarkan dalam Dilema tidak diceritakan secara bergantian. Kelima kisah pendek tersebut berjalan beriringan satu sama lain hingga membentuk satu benang merah yang akhirnya mampu menghubungkan kelima cerita tersebut.

Continue reading Review: Dilema (2012)

Review: Sehidup (Tak) Semati (2010)

Sutradara The Tarix Jabrix 2 dan Bukan Malin Kundang, Iqbal Rais, kini kembali lagi dengan sebuah film drama komedi berjudul Sehidup (Tak) Semati. Selain dibintangi oleh aktris yang semakin naik daun namanya semenjak membintangi Hari Untuk Amanda, Fanny Fabriana, film ini juga dihiasi dengan banyak wajah familiar lainnya seperti Winky Wiryawan, Joanna Alexandra, Astri Nurdin hingga komedian seperti Bolot,  Henky Solaiman, Rina dan Faqih Ngatemin.

Continue reading Review: Sehidup (Tak) Semati (2010)

Review: Demi Dewi (2010)

Demi Dewi adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh Charles Ghazali. Dibintangi oleh Wulan Guritno dan Winky Wiryawan, Demi Dewi sepertinya mencoba untuk menggabungkan antara sebuah kisah drama keluarga dengan menyisipkan beberapa adegan action di dalamnya.

Continue reading Review: Demi Dewi (2010)