Tag Archives: Will Poulter

Review: Midsommar (2019)

Walau tidak secemerlang atau semengesankan tahun sebelumnya – dimana Jordan Peele merilis Get Out (2017) yang mendapatkan nominasi Best Picture di ajang The 90th Annual Academy Awards, Yorgos Lanthimos menghadirkan The Killing of a Sacred Deer, adaptasi layar lebar dari It (Andy Muschietti, 2017) menjadi film horor terlaris sepanjang masa, Split (2017) yang kembali memamerkan kehandalan tata cerita dan pengarahan M. Night Shyamalan, atau Joko Anwar yang menerapkan standar baru pengisahan horor bagi industri film Indonesia lewat Pengabdi Setan (2017) – rilisan horor di tahun 2018 jelas tidak tampil mengecewakan. Di tengah rilisan semacam A Quiet Place (John Krasinski, 2018), Suspiria (Luca Guadagnino, 2018), atau Annihilation (Alex Garland, 2018), penikmat film dunia menyaksikan kelahiran seorang pencerita kisah-kisah menyeramkan handal terbaru ketika Ari Aster merilis Hereditary (2018). Lewat film yang ia tulis dan arahkan tersebut, Aster mampu mengemas tema yang sebenarnya telah cukup familiar – yang secara kebetulan juga dapat ditemukan pada tiga film horor nasional yang dirilis secara berdekatan; Pengabdi Setan, Kafir (Azhar Kinoi Lubis, 2018), dan Sebelum Iblis Menjemput (Timo Tjahjanto, 2018) – menjadi sajian yang tidak hanya menakutkan namun juga berkelas, khususnya dengan adanya penampilan prima Toni Collette. Tidak salah jika banyak kritikus film menasbihkan film layar lebar perdana Aster tersebut sebagai sebuah film horor klasik yang baru. Continue reading Review: Midsommar (2019)

Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Maze Runner: The Death Cure adalah film ketiga dari seri film Maze Runner yang diadaptasi dari seri buku berjudul sama karya James Dashner. Berdasarkan naskah cerita yang masih ditulis oleh penulis naskah The Maze Runner (2014) dan Maze Runner: The Scorch Trials (2015), T. S. Nowlin, Maze Runner: The Death Cure melanjutkan perjalanan kisah karakter-karakternya tepat dimana pengisahan film sebelumnya berakhir. Thomas (Dylan O’Brien), Newt (Thomas Brodie-Sangster), dan Frypan (Dexter Darden) berusaha untuk mencari dan menemukan teman mereka, Minho (Ki Hong Lee) yang diculik dan dijadikan kelinci percobaan oleh kelompok WCKD pimpinan Ava Paige (Patricia Clarkson). Usaha tersebut sempat menemui jalan buntu dan hampir mengambil nyawa ketiganya jika mereka tidak bertemu dengan Jorge (Giancarlo Esposito) dan Brenda (Rosa Salazar) yang menyelamatkan dan kemudian bergabung dengan perjalanan mereka. Tantangan tidak bertambah mudah namun Thomas dan teman-temannya telah bertekad untuk menyelamatkan Minho sekaligus meruntuhkan kekuasaan WCKD. Continue reading Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Review: The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader (2010)

One man’s trash is another man’s treasure. Setelah menilai bahwa seri kedua dari adaptasi kisah cerita The Chronicles of Narnia, Prince Caspian, kurang begitu berhasil dalam menarik minat penonton, Walt Disney Pictures akhirnya memutuskan untuk melepaskan hak distribusinya, yang kemudian membuat Walden Media – pemegang hak perilisan setiap adaptasi dari The Chronicles of Narnia – memberikan hak distribusi tersebut kepada 20th Century Fox. Perubahan ini sepertinya berhasil memberikan sedikit angin segar dalam gaya penceritaan seri ini. Walau jalan ceritanya tidak sekompleks dua seri terdahulunya, namun seri ketiga ini, The Voyage of the Dawn Treader, harus diakui berhasil menjadi seri yang paling menghibur dari seri film The Chronicles of Narnia yang ada hingga saat ini.

Continue reading Review: The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader (2010)