Tag Archives: Will Forte

Review: Good Boys (2019)

Merupakan film yang menjadi debut pengarahan bagi penulis naskah Gene Stupnitsky (Bad Teacher, 2011), Good Boys berkisah mengenai persahabatan yang terjalin antara tiga anak laki-laki, Max (Jacob Tremblay), Lucas (Keith L. Williams), dan Thor (Brady Noon). Menamakan diri mereka sebagai Bean Bag Boys, persahabatan antara Max, Lucas, dan Thor mendapatkan tantangan terbesarnya ketika ketiga anak laki-laki tersebut menghadapi masalah personal mereka masing-masing: Max sedang tergila-gila dan merasa jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Brixlee (Millie Davis), Lucas baru mengetahui bahwa kedua orangtuanya akan segera bercerai, dan Thor mulai menjauhi aktivitas menyanyi yang sebenarnya begitu disukainya akibat rundungan yang ia terima dari beberapa murid popular di sekolah. Ketika mendapatkan undangan ke sebuah pesta yang nantinya juga akan dihadiri oleh Brixlee, Max lantas meminta Lucas dan Thor untuk menemaninya ke pesta tersebut. Sial, ketika sedang bersiap-siap, Max secara tidak sengaja malah merusak perangkat kerja sang ayah yang berharga cukup mahal. Takut kalau dirinya akan mendapatkan hukuman dan lantas tidak diizinkan untuk berangkat ke pesta, Max mulai memutar otak guna mencari cara untuk menyelamatkan dirinya. Continue reading Review: Good Boys (2019)

Review: The LEGO Movie 2 (2019)

Lima tahun setelah film pertamanya – dengan The LEGO Batman Movie (Chris McKay, 2017) dan The LEGO Ninjago Movie (Charlie Bean, Paul Fisher, Bob Logan, 2017) menjadi dua film sempalan yang dirilis diantaranya – The LEGO Movie 2 hadir sebagai sekuel langsung bagi The LEGO Movie (Phil Lord, Chris Miller, 2014). Walau masih bertanggung jawab sebagai produser sekaligus penulis naskah bagi film ini, Lord dan Miller sendiri menyerahkan kursi penyutradaraan pada Mike Mitchell (Trolls, 2016). Para penggemar The LEGO Movie sepertinya tidak akan mengeluhkan perubahan tersebut. Pengaruh besar Lord dan Miller jelas masih dapat dirasakan dalam alur pengisahan The LEGO Movie 2: film ini masih tampil dengan humor yang kuat dan penuh dengan referensi kultur pop teranyar, tampilan visual penuh warna yang memikat, serta disajikan dengan ritme pengisahan yang mengalun cepat. Tidak menawarkan sesuatu yang baru? Jangan khawatir. Lord dan Miller menyediakan ruang konflik yang lebih besar sehingga membuka celah yang cukup luas pula bagi beberapa sentuhan segar dalam pengisahan The LEGO Movie 2. Continue reading Review: The LEGO Movie 2 (2019)

Review: The LEGO Movie (2014)

The LEGO Movie (Warner Bros. Pictures/Village Roadshow Pictures/LEGO Systems A/S/Vertigo Entertainment/Lin Pictures/Animal Logic/RatPac-Dune Entertainment/Warner Animation Group, 2014)
The LEGO Movie (Warner Bros. Pictures/Village Roadshow Pictures/LEGO Systems A/S/Vertigo Entertainment/Lin Pictures/Animal Logic/RatPac-Dune Entertainment/Warner Animation Group, 2014)

Setelah seri film Dungeons & Dragons (2000 – 2011), Transformers (2007 – 2011), G.I. Joe (2009 – 2013) dan Battleship (2012), Hollywood kembali mencoba peruntungannya dalam memproduksi film yang diangkat dari sebuah permainan melalui The LEGO Movie. The LEGO Movie sendiri bukanlah film pertama yang jalan ceritanya didasarkan atas permainan susun bangun yang terbuat dari plastik tersebut. Sebelumnya, LEGO telah menginspirasi sejumlah film animasi yang kebanyakan langsung dirilis dalam bentuk DVD maupun ditayangkan melalui media televisi – menjadikan The LEGO Movie sebagai film LEGO pertama yang dirilis di layar lebar. Untungnya, dibawah arahan duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009), The LEGO Movie mampu dikembangkan menjadi sebuah film yang tidak hanya tampil kuat dalam kualitas visualnya, namun juga hadir dengan kualitas naskah yang begitu hangat dan menghibur.

Continue reading Review: The LEGO Movie (2014)

Review: Cloudy with a Chance of Meatballs 2 (2013)

cloudy_with_a_chance_of_meatballs_2_header

Meskipun harus bersaing dengan film-film animasi lain seperti Up (2009), Coraline (2009), The Princess and the Frog (2009) maupun Fantastic Mr. Fox (2009), Cloudy with a Chance of Meatballs (2009) secara mengejutkan mampu memberikan penontonnya kesan yang cukup mendalam berkat paduan tampilan visual yang atraktif serta kemampuan sutradara sekaligus penulis naskah, Phil Lord dan Chris Miller, untuk menghadirkan jalan cerita yang dipenuhi dengan berbagai guyonan segar. Keunggulan itu pula yang kemudian membuat film produksi Sony Pictures Animation tersebut mampu dinikmati oleh berbagai kalangan, baik para penonton muda maupun mereka yang telah menginjak usia dewasa, dan secara perlahan berhasil mengumpulkan pendapatan komersial sebesar lebih dari US$243 juta dari masa peredarannya di seluruh dunia. Dan, tentu saja, Sony Pictures Animation tidak melewatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dengan memproduksi sebuah sekuel.

Continue reading Review: Cloudy with a Chance of Meatballs 2 (2013)

Review: The Watch (2012)

Berusaha menggabungkan elemen science fiction dengan komedi, The Watch yang disutradarai oleh Akiva Schaffer (Hot Rod, 2007) berkisah mengenai persahabatan yang terbentuk secara tidak sengaja antara empat orang pria warga Glenview, Ohio, Amerika Serikat yakni Evan Trautwig (Ben Stiller), Bob Finnerty (Vince Vaughn), Franklin (Jonah Hill) dan Jamarcus (Richard Ayoade) karena sebuah pembunuhan yang terjadi di kota tempat mereka tinggal. Tidak menginginkan agar tragedi yang sama terulang lagi, plus karena keinginan mereka untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi, keempatnya lalu membentuk kelompok pengamanan kota yang disebut Neighborhood Watch atas ide yang diusulkan oleh Evan.

Continue reading Review: The Watch (2012)