Tag Archives: Will Arnett

Review: Teen Titans Go! To the Movies (2018)

Diadaptasi dari serial televisi animasi popular berjudul Teen Titans Go! yang telah tayang di jaringan televisi Cartoon Network semenjak tahun 2013 – yang sendirinya merupakan adaptasi dari seri komik rilisan DC Comics yang berjudul Teen Titans, Teen Titans Go! To the Movies berkisah mengenai lima orang pahlawan super  remaja, Robin (Scott Menville), Beast Boy (Greg Cipes), Cyborg (Khary Payton), Raven (Tara Strong), dan Starfire (Hynden Walch), yang merasa bahwa keberadaan mereka sebagai sosok pembela kebenaran sering dipandang sebelah mata. Agar kehadiran mereka dianggap serius – dan kehidupan mereka lantas akan diadaptasi menjadi sebuah film oleh Hollywood, Teen Titans beranggapan mereka harus berhadapan dengan sosok musuh tangguh yang dapat mereka kalahkan bersama. Keinginan tersebut terpenuhi ketika mereka menghadapi Slade (Will Arnett) yang sedang berusaha untuk mencuri sebuah kristal berkekuatan super. Sial, Slade bukanlah seorang penjahat yang mudah untuk dikalahkan begitu saja. Dengan berbagai trik yang dimilikinya, Slade berhasil terus menghindar dari kejaran Teen Titans. Bahkan, secara perlahan, Slade mampu menanamkan benih perpecahan pada kelompok pahlawan super remaja tersebut. Continue reading Review: Teen Titans Go! To the Movies (2018)

Advertisements

Review: The LEGO Batman Movie (2017)

The LEGO Movie arahan Phil Lord dan Christopher Miller muncul menjadi salah satu film animasi terbaik yang dirilis pada tahun 2014 lalu dengan tampilannya yang begitu berwana, naskah cerita yang diisi dialog serta karakter yang jenaka serta sebuah lagu tema yang berhasil menempel di kepala setiap penontonnya – sekaligus membuahkan nominasi Best Original Song pada ajang The 87th Annual Academy Awards. Tahun ini, penonton mendapatkan sebuah subseri dari The LEGO Movie yang dibintangi oleh salah satu karakter pahlawan super yang sempat muncul di film tersebut, Batman. Diarahkan oleh Chris McKay – yang sebelumnya bertugas sebagai salah satu penata gambar pada The LEGO Movie, The LEGO Batman Movie menjanjikan pengalaman yang sama menyenangkannya dengan film pertama seri ini sekaligus kehadiran Batman serta rekan-rekan protagonis dan antagonisnya dalam nada penceritaan yang jauh dari kesan kelam seperti yang sering dibawakan film-film Batman selama ini. BecauseWhy so serious, right? Continue reading Review: The LEGO Batman Movie (2017)

Review: The LEGO Movie (2014)

The LEGO Movie (Warner Bros. Pictures/Village Roadshow Pictures/LEGO Systems A/S/Vertigo Entertainment/Lin Pictures/Animal Logic/RatPac-Dune Entertainment/Warner Animation Group, 2014)
The LEGO Movie (Warner Bros. Pictures/Village Roadshow Pictures/LEGO Systems A/S/Vertigo Entertainment/Lin Pictures/Animal Logic/RatPac-Dune Entertainment/Warner Animation Group, 2014)

Setelah seri film Dungeons & Dragons (2000 – 2011), Transformers (2007 – 2011), G.I. Joe (2009 – 2013) dan Battleship (2012), Hollywood kembali mencoba peruntungannya dalam memproduksi film yang diangkat dari sebuah permainan melalui The LEGO Movie. The LEGO Movie sendiri bukanlah film pertama yang jalan ceritanya didasarkan atas permainan susun bangun yang terbuat dari plastik tersebut. Sebelumnya, LEGO telah menginspirasi sejumlah film animasi yang kebanyakan langsung dirilis dalam bentuk DVD maupun ditayangkan melalui media televisi – menjadikan The LEGO Movie sebagai film LEGO pertama yang dirilis di layar lebar. Untungnya, dibawah arahan duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009), The LEGO Movie mampu dikembangkan menjadi sebuah film yang tidak hanya tampil kuat dalam kualitas visualnya, namun juga hadir dengan kualitas naskah yang begitu hangat dan menghibur.

Continue reading Review: The LEGO Movie (2014)

Review: Men in Black 3 (2012)

Sepuluh tahun seusai perilisan Men in Black II – yang mendapatkan kesuksesan komersial walaupun dihujani kritikan tajam dari banyak kritikus film dunia – sutradara Barry Sonnenfeld akhirnya merilis bagian ketiga dari franchise Men in Black. Masih dibintangi oleh duo Will Smith dan Tommy Lee Jones, proses produksi Men in Black 3 sendiri telah berjalan cukup lama, dengan hambatan kebanyakan datang dari sisi penulisan naskah yang terus menerus mengalami perbaikan. Pun begitu, usaha perbaikan naskah yang secara intensif terus dilakukan tersebut sepertinya jelas terlihat dalam penceritaan Men in Black 3. Lebih bernuansa serius jika dibandingkan dengan dua seri sebelumnya, Men in Black 3 mampu menghadirkan tata cerita yang lebih terjaga dengan karakterisasi yang lebih mendalam.

Continue reading Review: Men in Black 3 (2012)

Review: When In Rome (2010)

Pertanyaan: Apakah membuat sebuah film romantic comedy yang benar-benar lucu namun tetap romantis adalah sebuah hal yang sangat sulit dilakukan di zaman kemajuan internet seperti saat ini? Mungkin saja. Namun yang jelas, Hollywood sepertinya semakin kesulitan untuk menghasilkan film-film romantic comedy berkelas yang mampu menyaingi kualitas While You Were Sleeping (1995), When Harry Met Sally… (1989) atau mungkin Notting Hill (1999).

Continue reading Review: When In Rome (2010)

Review: Despicable Me (2010)

Universal Pictures, melalui Illumination Entertainment, akhirnya ikut serta dalam persaingan untuk perilisan film-film animasi Hollywood. Sedikit tertinggal dari rumah-rumah produksi lainnya, namun melalui Despicable Me — yang memanfaatkan dengan tepat penggunaan teknologi 3D seperti halnya How to Train Your Dragon beberapa waktu yang lalu — Universal Pictures sepertinya akan mampu membuktikan bahwa mereka berada di posisi yang tidak terlalu jauh dari para pesaingnya.

Continue reading Review: Despicable Me (2010)