Tag Archives: Widika Sidmore

Review: Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Do we really (like really, really) need a sequel to Sebelum Iblis Menjemput (2018)? Tentu, film arahan Timo Tjahjanto tersebut mampu mengumpulkan lebih dari satu juta penonton di sepanjang masa perilisannya. Namun, bangunan cerita yang dibentuk oleh Tjahjanto bagi Sebelum Iblis Menjemput sebenarnya tidak menyimpan cukup banyak ruang untuk mendapatkan pengembangan lanjutan dan dapat diakhiri begitu saja. But, anyway, here we are. Dalam sekuel film yang berjudul Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Tjahjanto menyeret dua karakter dari film pendahulu ke sebuah konflik yang sesungguhnya tidak pernah benar-benar membutuhkan kehadiran mereka. Mendengar apa yang terjadi pada kakak beradik, Alfie (Chelsea Islan) dan Nara (Hadijah Shahab), sekelompok sahabat, Laksmi (Shareefa Daanish), Jenar (Lutesha), Martha (Karina Salim), Leo (Arya Vasco), Gadis (Widika Sidmore), dan Budi (Baskara Mahendra) lantas memberanikan diri untuk meminta bantuan Alfie untuk membantu mereka atas permasalahan serupa yang juga sedang mereka alami. Awalnya, tentu saja, Alfie menolak permintaan tersebut. Namun, guna menghindari resiko alur kisah Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 berakhir hanya dalam 30 menit, Alfie lantas memutuskan untuk memberikan bantuan pada enam orang yang sama-sama pernah menghabiskan masa kecil mereka di sebuah panti asuhan tersebut. Continue reading Review: Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Review: Pertaruhan (2017)

Setelah sebelumnya menjadi produser bagi film-film Indonesia seperti Coklat Stroberi (2007) dan Tarzan ke Kota (2008), Krishto Damar Alam melakukan debut pengarahannya melalui Pertaruhan yang naskah ceritanya ditulis oleh Upi – yang baru saja meraih sukses besar lewat My Stupid Boss (2016), Sebagai sebuah debutan, Alam harus diakui mampu menampilkan filmnya dengan ritme pengisahan yang tepat, kualitas produksi yang meyakinkan sekaligus berhasil menghadirkan penampilan prima dari jajaran pengisi departemen aktingnya yang diisi nama-nama seperti Tio Pakusadewo, Adipati Dolken, Aliando Syarief, Jefri Nichol dan Giulio Parengkuan. Film ini, sayangnya, kemudian harus takluk terhadap lemahnya penulisan naskah cerita yang akhirnya membuat Pertaruhan gagal untuk tampil untuk menjadi sebuah drama yang lebih mengesankan. Continue reading Review: Pertaruhan (2017)