Tag Archives: Weronika Rosati

Review: The Iceman (2013)

the-iceman-header

Diadaptasi dari buku berjudul The Iceman: The True Story of a Cold-Blooded Killer karya Anthony Bruno dan film dokumenter karya James Thebaut yang berjudul The Iceman Tapes: Conversations with a Killer, film arahan sutradara Ariel Vromen ini menceritakan kisah nyata mengenai seorang pembunuh bayaran asal Amerika Serikat, Richard Kuklinski. Meskipun ia hanya didakwa untuk lima kasus pembunuhan pada tahun 1988, Kuklinski sendiri mengaku bahwa ia telah membunuh sebanyak 100 hingga 250 orang sepanjang karirnya sebagai seorang pembunuh bayaran dari tahun 1948 hingga 1986. Yang lebih mengesankan, di saat yang bersamaan, Kuklinski juga mampu membangun sebuah keluarga yang bahagia dengan seorang istri dan dua orang puteri. Dua kehidupan yang saling bertolak belakang namun mampu berjalan beriringan. Hingga Kuklinski berhasil diringkus oleh pihak kepolisian, tentu saja. Sebuah kisah kriminal yang cukup mengagumkan, bukan?

Continue reading Review: The Iceman (2013)

Review: Last Vegas (2013)

Sekelompok sahabat yang telah lama tidak saling bertemu memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Las Vegas guna menghadiri pernikahan salah satu sahabat mereka dan, tentu saja, bersenang-senang. Nope. This is not the fourth installment of The Hangover. Memang, film terbaru arahan sutradara Jon Turteltaub (The Sorcerer’s Apprentice, 2010), Last Vegas, jelas berusaha untuk memanfaatkan kesuksesan besar franchise film komedi dewasa arahan Todd Phillips tersebut di dalam tema penceritaannya. Bedanya, daripada memanfaatkan wajah-wajah muda dalam jajaran pemerannya, Last Vegas justru menghadirkan deretan talenta aktor senior Hollywood untuk mengendalikan alur cerita yang ditulis oleh Dan Fogelman (Crazy, Stupid, Love., 2011). Para pria gaek berusaha melakukan hal-hal gila seperti yang dilakukan The Wolfpack? Interesting.

Continue reading Review: Last Vegas (2013)

Review: Bullet to the Head (2013)

Bullet To The Head

Seperti halnya Arnold Schwarzenegger dalam The Last Stand, Bruce Willis dalam A Good Day to Die Hard serta Jason Statham dalam Parker, Bullet to the Head kembali menempatkan Sylvester Stallone sebagai seorang bintang utama dalam sebuah film yang berasal dari genre yang telah begitu membuat namanya menjadi begitu melegenda. Stallone sendiri jelas memiliki jangkauan akting yang paling baik diantara rekan-rekannya di franchise The Expendables tersebut. Kualitas itulah yang kemudian mampu membuat karakter yang ia perankan tidak terlihat begitu dipaksakan kehadiran dan ketangguhannya di dalam jalan cerita Bullet to the Head. Ditambah dengan kualitas pengarahan Walter Hill (48 Hrs., 1982) yang masih cukup handal, Bullet to the Head mampu tampil menjadi sebuah film aksi ringan yang menghibur meskipun dengan berbagai kelemahan di sudut penceritannya.

Continue reading Review: Bullet to the Head (2013)