Tag Archives: Viva Westi

Review: Toko Barang Mantan (2020)

Diarahkan oleh Viva Westi (Koki-koki Cilik 2, 2019) berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Titien Wattimena (Milea: Suara dari Dilan, 2020) dan Priesnanda Dwisatria (Rompis, 2018), Toko Barang Mantan berkisah tentang seorang pemuda bernama Tristan (Reza Rahadian) yang rela meninggalkan bangku kuliahnya demi membangun dan mengembangkan usaha Toko Barang Mantan yang ia miliki. Toko yang dimiliki oleh Tristan memang unik. Toko tersebut menerima dan menjual kembali barang-barang milik mereka yang telah ditinggalkan atau merasa kecewa dengan mantan kekasih mereka. Tristan sendiri harus berhadapan kembali dengan kisah romansa dari masa lalu ketika mantan kekasihnya, Laras (Marsha Timothy), datang ke Toko Barang Mantan untuk menghantarkan undangan pernikahannya. Walau berpura-pura tegar di hadapan Laras maupun di hadapan kedua pegawainya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Dzuhrie Alaudin), pertemuan tersebut membuat Tristan mempertanyakan kembali alasan berakhirnya hubungan romansa yang dahulu terjalin antara dirinya dengan Laras. Continue reading Review: Toko Barang Mantan (2020)

Review: Mursala (2013)

mursala-header

Dengan latar belakang kebudayaan Batak yang kental serta iringan gambar yang berisikan eksotisme keindahan alam Pulau Mursala yang terletak di kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Mursala mencoba memaparkan konflik cinta yang mungkin terdengar sederhana namun memiliki penyelesaian yang cukup rumit: ketika cinta harus berhadapan dengan hukum yang diterapkan oleh adat istiadat semenjak ratusan tahun yang lalu. Sebuah premis yang jelas terasa cukup menyegarkan jika melihat banyaknya tema penceritaan yang hampir senada pada kebanyakan film-film romansa Indonesia belakangan ini.  Namun, tentu saja, sebuah premis yang menarik tidak akan berarti apa-apa tanpa sebuah eksekusi yang mampu mengekplorasinya dengan tepat. Dan, sayangnya, disanalah letak kelemahan terbesar dari Mursala

Continue reading Review: Mursala (2013)

Review: Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2012)

Beberapa saat setelah perilisan Mama Cake, penonton film Indonesia kembali “dianugerahi” dengan dirilisnya sebuah road movie – film yang menitikberatkan kisahnya pada perjalanan yang dilakukan oleh para karakter ceritanya dari satu lokasi ke lokasi lainnya – lain yang berjudul Rayya, Cahaya di Atas Cahaya. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, Viva Westi, bersama dengan Emha Ainun Najib, Rayya, Cahaya di Atas Cahaya disusun dengan deretan dialog benuansa puitis yang mungkin akan membuat sebagian penontonnya merasa jenuh. Pun begitu, karakter-karakter kuat yang mengisi jalan cerita film ini berhasil membuat Rayya, Cahaya di Atas Cahaya menjadi sebuah film yang begitu kuat dalam menyampaikan jalan ceritanya.

Continue reading Review: Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2012)