Tag Archives: Ty Olsson

Review: War for the Planet of the Apes (2017)

Sukses mengarahkan Dawn of the Planet of the Apes (2014) – setelah sebelumnya menggantikan posisi Rupert Wyatt yang mengarahkan Rise of the Planet of the Apes (2011), Matt Reeves kembali duduk di kursi penyutradaraan bagi film ketiga dalam seri film Planet of the Apes, War for the Planet of the Apes. Dengan naskah cerita yang ditangani Reeves bersama dengan Mark Bomback, War for the Planet of the Apes mengisahkan kelanjutan perjalanan Caesar (Andy Serkis – lewat penggunaan performance-capture technology) dan kawanannya yang berusaha untuk menemukan sebuah lokasi baru yang aman untuk mereka tinggali. Bukan sebuah persoalan yang mudah. Meskipun musuhnya, Koba (Toby Kebbell – lewat penggunaan performance-capture technology), telah tewas, namun para pengikutnya masih senantiasa mencoba untuk menjatuhkan Caesar dari singgasananya. Para pengikut Koba bahkan telah bekerjasama dengan pihak manusia – faksi militer yang menamakan dirinya Alpha-Omega yang bertujuan untuk memusnahkan populasi para kera yang dianggap memiliki potensi untuk menyebarkan sebuah penyakit berbahaya yang belum ditemukan obatnya. Dan ancaman tersebut kian nyata setelah pimpinan Alpha-Omega yang disebut sebagai The Colonel (Woody Harrelson) mulai mengetahui dimana letak persembunyian Caesar dan kawanan keranya. Continue reading Review: War for the Planet of the Apes (2017)

Advertisements

Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012)

So… this is the end. Hold your breath and count to ten. No… seriously. Franchise James Bond masih akan ada untuk puluhan tahun mendatang. Namun, kecuali jika Hollywood kemudian berusaha untuk mengambil keuntungan komersial tambahan dengan melakukan reboot atau mengadaptasi novel karya Stephanie Meyer menjadi sebuah serial televisi, maka The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 akan menjadi kali terakhir dunia dapat menyaksikan kisah percintaan antara Bella Swan dan Edward Cullen di layar lebar – yang tentu akan menjadi momen yang sangat menyedihkan bagi beberapa orang dan… momen yang patut untuk dirayakan bagi sebagian orang lainnya. Pun begitu, sebenci apapun Anda terhadap keberadaan franchise ini, rasanya adalah tidak mungkin untuk menyangkal bahwa keberadaan sutradara Bill Condon semenjak The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 mampu memberikan perubahan yang menyegarkan pada franchise ini. Dan untuk menyelesaikan tugasnya, Condon ternyata mampu memberikan kejutan yang sangat, sangat manis pada The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2. Sebuah kejutan yang sebenarnya telah lama ditunggu kehadirannya dan, untungnya, mampu dieksekusi dengan sempurna.

Continue reading Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012)

Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 (2011)

Jika terdapat satu kesamaan yang pasti antara Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 dengan The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1, selain dari jalan cerita kedua film tersebut yang menawarkan sebuah alur kisah fantasi, maka hal tersebut dapat ditemukan dari kerakusan para produsernya untuk meraup keuntungan komersial sebanyak mungkin dari para penggemar berat franchise tersebut. Jujur saja, seri terakhir dari novel Harry Potter dan The Twilight Saga dapat saja ditampilkan dalam sebuah film cerita secara penuh – walau harus menghabiskan durasi waktu yang melebihi durasi penayangan standar film-film lainnya. Namun dengan alasan untuk ‘menampilkan seluruh esensi cerita yang terdapat dalam bagian terakhir dari seri novel tersebut,’ para produser film akhirnya membuatkan dua bagian film dari satu novel tersebut. Please!

Continue reading Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 (2011)