Tag Archives: Tony Hale

Review: Toy Story 4 (2019)

Do we need another Toy Story movie? Seri Toy Story jelas merupakan salah satu elemen paling krusial dalam sejarah perjalanan Pixar Animation Studios. Toy Story (John Lasseter, 1995) merupakan film animasi panjang pertama – sekaligus film animasi perdana yang menggunakan teknologi Computer-Generated Imagery secara utuh di Hollywood – yang dirilis oleh rumah produksi yang kini dimiliki oleh Walt Disney Pictures tersebut. Berbeda dengan kebanyakan seri film lain – termasuk beberapa yang juga diproduksi oleh Pixar Animation Studios, seri film Toy Story berhasil digarap dengan kualitas cerita dan produksi yang tampil berkelas secara konsisten. Tidak mengherankan jika trio film Toy Story, Toy Story 2 (Lasseter, 1999), dan Toy Story 3 (Lee Unkrich, 2010) seringkali dinilai sebagai salah satu trilogi film terbaik sepanjang masa serta begitu dicintai oleh para penggemarnya. Tidak mengherankan, ketika Walt Disney Pictures dan Pixar Animation Studios mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan kisah petualangan Woody dan rekan-rekan mainannya, banyak penikmat film dunia yang lantas kurang mendukung keputusan tersebut. Continue reading Review: Toy Story 4 (2019)

Review: Transformers: The Last Knight (2017)

Yes. It’s Transformers bish! Mahakarya garapan Michael Bay yang telah menemani penikmat film dunia selama sepuluh tahun terakhir ini kembali hadir dengan seri terbarunya, Transformers: The Last Knight. Tentu saja, bagi sebagian penonton, memori mereka akan sebuah film Transformers diisi dengan deretan adegan kekacauan yang melibatkan banyak robot yang seringkali sukar untuk diidentifikasi, karakter-karakter manusia dengan pengisahan yang terbatas serta sosok wanita dengan penampilan fisik yang cukup memanjakan mata. Namun, bagi sebagian penonton lainnya, Transformers merupakan seri film yang secara konsisten menghadirkan sajian aksi yang memikat dengan bantuan tata efek visual yang begitu memukau – walau mereka tetap tidak akan mampu membantah lemahnya kualitas penulisan naskah cerita dalam setiap seri film ini. Lalu bagaimana dengan seri kelima – dan dikabarkan akan menjadi seri terakhir Transformers di bawah pengarahan Bay – ini? Apakah akan mampu mengubah pendapat mereka yang terlanjur merasa antipati dengan seri film ini? Continue reading Review: Transformers: The Last Knight (2017)

Review: The Heat (2013)

the-heat-header

Selepas kesuksesannya dalam mengarahkan Bridesmaids (2011) – yang berhasil mendapatkan pujian luas dari para kritikus film, mendapatkan dua nominasi di ajang The 84th Annual Academy Awards, mengenalkan dunia pada sosok Melissa McCarthy yang begitu jenaka sekaligus berhasil meraup pendapatan sebesar lebih dari US$280 juta dari masa rilisnya di seluruh dunia – Paul Feig menambah panjang daftar filmografinya dengan mengarahkan The Heat, sebuah film komedi yang kembali menempatkan sosok wanita sebagai karakter utama sekaligus penghasil tawa di dalam jalan ceritanya. Layaknya Bridesmaids, The Heat masih menampilkan kemampuan Feig dalam menghasilkan lelucon dari berbagai situasi umum yang sama sekali tidak memiliki atmosfer komedi. Meskipun harus diakui tidak secerdas maupun sekonsisten Bridesmaids dalam menyajikan komedinya, namun perpaduan chemistry yang erat antara kedua pemeran utamanya, McCarthy dan Sandra Bullock, jelas akan mampu memikat dan membuat setiap penonton jatuh cinta dengan mudah pada film komedi ini.

Continue reading Review: The Heat (2013)

Review: HappyThankYouMorePlease (2011)

Setelah Zach Braff dan Jason Segal sukses dalam melakukan debut penyutradaraannya, Josh Radnor menjadi aktor serial televisi lainnya yang turut serta mencoba kemampuannya dalam menjadi seorang sutradara di sebuah film layar lebar. HappyThankYouMorePlease, yang juga ditulis oleh Radnor, berkisah mengenai perjuangan sekelompok pemuda New York dalam menghadapi kehidupan cinta, persahabatan dan proses menuju kedewasaan dalam diri mereka. Sayangnya, seperti yang diungkapkan karakter Paul Gertmanian (Richard Jenkins) kepada karakter Sam (Radnor) di film ini, tak satupun karakter-karakter tersebut memiliki daya tarik yang pasti kepada para penontonnya: apakah mereka akan jatuh cinta kepada karakter-karakter tersebut atau malah justru membenci mereka.

Continue reading Review: HappyThankYouMorePlease (2011)