Tag Archives: Tina Toon

Review: Anak Hoki (2019)

It’s quite hard not to feel sorry for Anak Hoki. Pertama kali diumumkan pada awal tahun lalu sebagai film yang akan mengadaptasi kisah kehidupan masa remaja dari mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, keberadaannya kemudian mulai tersaingi oleh A Man Called Ahok (Putrama Tuta, 2018) yang diangkat dari buku berjudul sama dan juga mengulik seputar kehidupan sang mantan Gubernur. A Man Called Ahok lantas mendapatkan masa rilis terlebih dahulu dan, bagaikan menabur garam di atas luka, berhasil meraih perhatian besar dan jumlah penonton yang signifikan – lebih dari 1.4 juta penonton hingga akhirnya film tersebut turun layar. Jelas sebuah pencapaian yang akan membayangi Anak Hoki pada masa tayangnya. Kini, tiga bulan setelah A Man Called Ahok dirilis, Anak Hoki akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bercerita. Dan… well… mungkin ada baiknya membiarkan A Man Called Ahok menjadi satu-satunya film yang berkisah tentang Basuki Tjahaja Purnama untuk saat ini. Continue reading Review: Anak Hoki (2019)

Review: Cinta dalam Kardus (2013)

cinta-dalam-kardus-header

Setelah Rudi Soedjarwo (Kambing Jantan, 2009) dan Fajar Nugros (Cinta Brontosaurus, 2013), kini giliran Salman Aristo yang mencoba untuk mengeksekusi tatanan kisah komedi yang ditulis oleh Raditya Dika. Berbeda dengan kedua film sebelumnya, Cinta dalam Kardus bukanlah sebuah film yang diadaptasi dari buku karya Raditya Dika – meskipun masih tetap memperbincangkan deretan problematika cinta yang dihadapi oleh sang karakter utamanya. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Raditya Dika bersama dengan Salman Aristo – yang sebelumnya juga pernah bekerjasama dalam menuliskan naskah cerita Kambing Jantan, Cinta dalam Kardus berusaha menghadirkan sebuah sajian komedi eksperimental dimana sang karakter utamanya secara konstan berbicara kepada penonton melalui kamera sembari terus menggulirkan kisah-kisahnya. Jelas bukan sebuah penuturan komedi yang biasa untuk penonton Indonesia, namun harus diakui, mampu tergarap baik di tangan Salman Aristo dan Raditya Dika.

Continue reading Review: Cinta dalam Kardus (2013)