Tag Archives: Til Schweiger

Review: Atomic Blonde (2017)

Charlize Theron is a badass who loves to kick asses. Semenjak namanya mulai meraih perhatian banyak perhatian – sekaligus berhasil memenangkan Academy Awards sebagai Best Actress in a Leading Role – ketika memerankan sosok pembunuh berantai bernama Aileen Wuornos dalam Monster (Patty Jenkins, 2003), yang dilanjutkan dengan memerankan karakter pejuang wanita bernama Æon Flux dalam Æon Flux (Karyn Kusama, 2005), hingga kemudian mencuri perhatian sepenuhnya dari Tom Hardy ketika dirinya berperan sebagai Imperator Furiousa dalam Mad Max: Fury Road (George Miller, 2016), para penikmat film dunia tahu bahwa Theron adalah sosok aktris yang gemar untuk memerankan karakter-karakter wanita kuat sekaligus tangguh dalam menghadapi berbagai konflik yang merintanginya. Kegemarannya tersebut kini berlanjut dalam Atomic Blonde – sebuah film aksi yang diproduseri oleh Theron bersama dengan produser film John Wick (Chad Stahelski, 2014), David Leitch, yang kali ini juga membuat debut pengarahan film layar lebarnya. Continue reading Review: Atomic Blonde (2017)

Advertisements

Review: New Year’s Eve (2011)

Jadi… darimana kita akan mulai membicarakan mengenai New Year’s Eve? Garry Marshall sebenarnya pernah dikenal sebagai seorang sutradara yang selalu berhasil menghantarkan film-film hiburan yang cukup memorable. Film-filmnya memang tidak pernah dilabeli sebagai sebuah karya yang mampu bersaing di ajang penghargaan film dunia, namun siapapun tentu tidak akan dapat menyangkal kualitas hiburan yang dapat dihantarkan film-film semacam Beaches (1988), Pretty Woman (1990) atau The Princess Diaries (2001). Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kreativitas Marshall sepertinya gagal untuk turut berkembang. Akhirnya, seperti imej yang ia peroleh sekarang, Marshall lebih sering menghadirkan film-film drama romansa dengan deretan bintang besar Hollywood namun dengan kualitas penceritaan yang cenderung mengecewakan.

Continue reading Review: New Year’s Eve (2011)

Review: This Means War (2012)

Untuk seseorang dengan talenta seperti Reese Witherspoon – talenta yang telah memenangkannya sebuah Academy Award (Walk the Line, 2005) – adalah cukup mengherankan untuk melihat Witherspoon terus menerus memilih berbagai material cerita film yang sepertinya kurang mampu untuk mengeksplorasi talenta aktingnya tersebut. Tentu, pasca kemenangannya di ajang Academy Awards, Witherspoon pernah membintangi beberapa film-film dengan fondasi jalan cerita yang cukup kuat seperti Rendition (2007), How Do You Know (2010) dan Water for Elephants (2011). Namun pada kebanyakan bagian, karir Witherspoon pasca kemenangannya di ajang Academy Awards diisi dengan film-film seperti Just Like Heaven (2005), Penelope (2006) dan Four Christmases (2007) yang lebih menekankan cute factor dalam diri Reese daripada talenta akting yang ia miliki.

Continue reading Review: This Means War (2012)

Review: The Three Musketeers (2011)

Dengan karir penyutradaraan yang telah membentang semenjak tahun 1994, Paul W. S. Anderson harus diakui bukanlah seorang sutradara yang begitu ahli dalam menangani kehadiran plot cerita dalam setiap filmnya. Bukan berarti film-film yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris ini umumnya berkualitas buruk, namun konsistensi plot cerita mungkin adalah hal terakhir yang paling diperhatikan Anderson selama proses pembuatan filmnya. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian banyak pihak yang merasa sedikit heran dengan pilihan Anderson untuk mengadaptasi salah satu karya literatur paling populer di dunia, The Three Musketeers (1844) karya Alexandre Dumas, sebagai bahan dasar dari naskah cerita film yang ia arahkan.

Continue reading Review: The Three Musketeers (2011)