Tag Archives: Terence Stamp

Review: Last Night in Soho (2021)

Film teranyar arahan Edgar Wright (Baby Driver, 2017), Last Night in Soho, akan membawa penontonnya ke kehidupan malam di kota London, Inggris pada tahun 1960an – lengkap dengan iringan sejumlah lagu popular dari era tersebut seperti yang telah menjadi ciri khas film-film garapan Wright selama ini. Namun, perjalanan ke tahun 1960an tersebut dilalui melalui linimasa berlatar belakang waktu pengisahan di era dimana Kylie Jenner lebih dikenal daripada Kylie Minogue ketika seorang gadis muda yang bercita-cita untuk menjadi seorang perancang busana, Eloise Turner (Thomasin McKenzie), dibawa oleh alam mimpinya ke tahun 1960an dan menjalani kehidupan sebagai seorang gadis muda bernama Sandie (Anya Taylor-Joy) yang bercita-cita untuk menjadi seorang penyanyi terkenal. Awalnya, mimpi tersebut terasa bagaikan perjalanan indah. Dengan talentanya, Sandie berhasil direkrut untuk menjadi seorang penyanyi di sebuah klub malam terkenal di kota London. Kecantikan dan gaya busana Sandie juga memberikan inspirasi kepada Eloise Turner dalam deretan busana yang dirancangnya. Sial, ketika mimpi tersebut bercerita tentang karir Sandie yang berujung pada sebuah pengkhianatan, hidup yang dijalani oleh Eloise Turner juga perlahan menemui banyak permasalahan. Continue reading Review: Last Night in Soho (2021)

Review: The Adjustment Bureau (2011)

Menterjemahkan karya seorang penulis dengan jalinan cerita visioner seperti Philip K. Dick menjadi sebuah rangkaian adegan yang mampu bercerita dalam sebuah film tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Beberapa orang dapat melakukannya dengan baik – Ridley Scott menerjemahkan Do Androids Dream of Electric Sleep (1968) menjadi Bladerunner (1982), Paul Veerhoeven menggubah cerita pendek We Can Remember it for Your Wholesale (1966) menjadi Total Recall (1990) dan Steven Spielberg menggarap cerita pendek Dick lainnya, The Minority Report (1956), menjadi Minority Report pada 2002 – sementara beberapa lainnya — seperti John Woo yang mengadaptasi Paycheck (1953) menjadi sebuah film berjudul sama pada tahun 2003 dan Lee Tamahori yang mengadaptasi The Golden Man (1954) menjadi Next (2007) – sedikit lost in translation dengan gagal menghantarkan jalan cerita science fiction visioner Dick menjadi tampil menarik bagi penontonnya.

Continue reading Review: The Adjustment Bureau (2011)