Tag Archives: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

A Year in Review: Best Indonesian Movies of 2013

a-year-in-review-2013Baiklah. Waktunya untuk meninggalkan berbagai kenangan buruk di sinema dan mengingat kembali film-film terbaik yang telah dirilis pada sepanjang tahun 2013 lalu. First of allAt the Movies akan menghadirkan Best Indonesian Movies of 2013. Sama seperti tahun 2012, secara komersial, industri film Indonesia terasa begitu goyah di paruh awal tahun ketika banyak film Indonesia yang dirilis gagal untuk menarik perhatian penonton untuk kemudian menghilang begitu saja ketika baru dirilis dalam tempo yang begitu terbatas. Namun, secara perlahan, beberapa film seperti Cinta Brontosaurus, Coboy Junior the Movie serta Taman Lawang berhasil membawa euforia tersendiri bagi penonton film Indonesia dan membuat ketiganya mampu meraih jumlah raihan di atas lima ratus ribu penonton. Keberhasilan tersebut bahkan mencapai puncaknya ketika dua rilisan di bulan Desember, 99 Cahaya di Langit Eropa dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, mampu meraih lebih dari satu juta penonton.

Continue reading A Year in Review: Best Indonesian Movies of 2013

Review: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013)

It’s a classic love story. Berlatar belakang kisah di tahun 1930an, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dimulai dengan kedatangan seorang pemuda keturunan Minang asal Makassar, Zainuddin (Herjunot Ali), ke Batipuh, Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan tujuan untuk mengenal tanah kelahiran ayahnya sekaligus memperdalam pengetahuan agamanya disana. Kedatangan Zainuddin sendiri tidaklah mendapat sambutan baik dari masyarakat desa tersebut karena sejarah keturunan Zainuddin – yang berasal dari ayah yang berdarah Minang namun seorang ibu yang berdarah Bugis sementara struktur masyarakat Minang mengatur alur keturunan dari pihak ibu – tidak lagi dianggap memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarganya di Minangkabau. Meskipun begitu, Zainuddin meneguhkan hatinya untuk tetap tinggal di Batipuh, khususnya ketika ia telah mengenal seorang gadis cantik bernama Hayati (Pevita Pearce). Dengan segera, keduanya lantas saling jatuh cinta. Sayang, masalah asal-usul keturunan Zainuddin lagi-lagi menjadi penghalang kisah asmara mereka. Zainuddin bahkan terpaksa harus meninggalkan Batipuh karena hubungan tersebut dianggap tidak layak keberadaannya. Meskipun begitu, Zainuddin dan Hayati saling berjanji untuk tetap setia dan mencintai satu sama lain.

Continue reading Review: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013)