Tag Archives: Sunny Suwanmethanont

Review: Happy Old Year (2019)

Selain menampilkan penampilan akting dari aktor Sunny Suwanmethanont – yang sebelumnya pernah ia arahkan dalam film Heart Attack (2015) dan Die Tomorrow (2017), film terbaru arahan sutradara Nawapol Thamrongrattanarit, Happy Old Year, juga menghadirkan aktris Chutimon Chuengcharoensukying yang popular berkat penampilan apiknya dalam Bad Genius (Nattawut Poonpiriya, 2017) serta turut tampil bersama Suwanmethanont dalam Die Tomorrow. Tidak mengherankan, kefamiliaran kinerja serta ritme kerja antara satu dengan yang lain begitu dapat dirasakan muncul dalam penampilan Chuengcharoensukying dan Suwanmethanont serta pengarahan yang diberikan oleh Thamrongrattanarit. Naskah cerita film yang juga ditulis oleh Thamrongrattanarit mengalir dengan atmosfer melankolis yang kental dalam menghantarkan kisahnya yang bertutur soal beranjak dari kenangan masa lalu. Tema yang mungkin terdengar begitu sederhana namun mampu dibangun Thamrongrattanarit dengan berbagai pemikiran yang mendalam serta menyentuh tentang kehidupan. Continue reading Review: Happy Old Year (2019)

Review: Brother of the Year (2018)

Menyusul kesuksesan Bad Genius (Nattawut Poonpiriya, 2017) – yang tidak hanya berhasil meraih pujian luas dari banyak kritikus film dunia namun juga menjadi film Thailand yang dirilis secara internasional tersukses sepanjang masa – rumah produksi GDH 559 merilis film terbarunya yang berjudul Brother of the Year. Diarahkan oleh Witthaya Thongyooyong (The Little Comedian, 2010) dan dibintangi oleh Sunny Suwanmethanont, Urassaya Sperbund, dan Nichkhun Horvejkul – yang sebelumnya mungkin lebih dikenal sebagai anggota boyband asal Korea Selatan, 2PM, Brother of the Year berkisah mengenai hubungan pasangan kakak beradik yang kemudian merenggang setelah sang adik menjalin hubungan romansa dengan rekan kerjanya. Terdengar sederhana namun GDH 559, sekali lagi, mampu mengemasnya menjadi sebuah sajian cerita yang drama komedi yang unik dan cukup menyenangkan untuk diikuti. Continue reading Review: Brother of the Year (2018)

Review: A Gift (2016)

Seperti halnya mantan Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono, mantan pemimpin negara Thailand yang baru saja meninggal akhir tahun lalu, Raja Bhumibol Adulyadej, memiliki ketertarikan yang luar biasa kepada musik. Sang raja, yang merupakan komposer sekaligus peniup saksofon jazz yang handal dan telah menulis puluhan komposisi lagu, bahkan menjadi orang Asia pertama yang mendapatkan anugerah penghargaan Sanford Medal dari Yale School of Music di tahun 2000 atas kontribusinya untuk dunia musik. Sebuah dokumenter yang berkisah tentang sang raja dan kecintaannya pada dunia musik berjudul Gitarajan juga pernah dirilis oleh pemerintah Thailand pada tahun 1996. Kini, sebagai bagian dari penghormatan kepada sang raja, rumah produksi Thailand, GDH 559, merilis A Gift yang merupakan omnibus berisi tiga film pendek yang alur kisahnya terinspirasi dari tiga lagu yang pernah ditulis oleh Raja Bhumibol Adulyadej. Continue reading Review: A Gift (2016)