Tag Archives: Streaming

Review: Asih 2 (2020)

Entah sampai kapan MD Pictures dan Pichouse Films akan terus “mengeksploitasi” kisah dari sesosok karakter supranatural bernama Asih yang diangkat dari seri novel garapan Risa Saraswati ini. Film sebelumnya, Asih (Awi Suryadi, 2018) – yang merupakan pengembangan cerita dari semesta pengisahan seri film Danur yang telah dimulai oleh Danur: I Can See Ghosts (2017) dan Danur 2: Maddah (2018) yang keduanya juga diarahkan oleh Suryadi, berupaya untuk memberikan perhatian utama pada sosok karakter supranatural tersebut. Sayangnya, alur cerita, gambaran penokohan, hingga teknik penyajian momen-momen horornya terasa tidak lebih dari sekedar daur ulang dari elemen-elemen cerita yang telah ditampilkan dalam dua film sebelumnya. Meskipun begitu, dirilis di tahun yang sama dengan perilisan Danur 2: Maddah, Asih masih mampu meraih kesuksesan komersial dengan mendapatkan lebih dari 1,7 juta penonton selama masa perilisannya. Tidak mengherankan jika MD Pictures dan Pichouse Films dengan mudah melanjutkan rencana perilisan dari film-film lanjutan dalam semesta pengisahan Danur. Continue reading Review: Asih 2 (2020)

Review: Percy (2020)

Pernah mengarahkan sejumlah episode dari beberapa serial televisi popular seperti Law & Order: Special Victims Unit, The West Wing, Homeland, hingga The Walking Dead serta film-film seperti S.W.A.T. (2003), The Sentinel (2006), dan Juanita (2019), aktor sekaligus sutradara asal Amerika Serikat, Clark Johnson, kembali duduk di kursi penyutradaraan lewat Percy. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Garfield Lindsay Miller (The Last New Year, 2009) dan Hilary Pryor, Percy mencoba menceritakan ulang akan kisah nyata perjuangan seorang petani asal Kanada bernama Percy Schmeiser untuk melawan sebuah perusahaan bioteknologi yang mencoba untuk mengambil alih seluruh hasil pertaniannya. Percy memang tidak menawarkan sebuah pola pengisahan yang benar-benar baru dalam linimasa ceritanya. Namun, lewat pengarahan lugas dari Johnson serta penampilan yang maksimal dari para pangisi departemen akting film ini, Percy cukup mampu bertutur dengan baik dalam menghantarkan pengisahannya yang inspiratif. Continue reading Review: Percy (2020)

Review: Godzilla vs. Kong (2021)

Setelah merilis tiga film – Godzilla (Gareth Edwards, 2014), Kong: Skull Island (Jordan Vogt-Roberts, 2017), dan Godzilla: King of the Monsters (Michael Dougherty, 2019) – dua karakter utama dalam semesta pengisahan MonsterVerse milik Legendary Entertainment, Godzilla dan Kong, akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berbagi layar sekaligus linimasa penceritaan lewat Godzilla vs. Kong. Godzilla vs. Kong sendiri bukanlah kali pertama bagi kedua karakter monster tersebut untuk berada dalam satu film yang sama. Toho Studios pernah memproduksi dan merilis King Kong vs. Godzilla arahan Ishirō Honda di tahun 1962 yang turut menjadi inspirasi bagi penuturan kisah film ini. Seperti tiga film sebelumnya, film ini berhasil menawarkan sajian pertunjukan yang mengeksplorasi kualitas tata audio maupun visual secara maksimal. Di saat yang bersamaan, lewat arahan Adam Wingard (Death Note, 2017) atas naskah cerita yang ditulis oleh Eric Pearson (Thor: Ragnarok, 2017) dan Max Borenstein – yang menjadi penulis naskah bagi tiga film dalam seri MonsterVerse sebelumnya, Godzilla vs. Kong berhasil dihadirkan dengan kualitas cerita yang lebih padat dan lebih memikat. Continue reading Review: Godzilla vs. Kong (2021)

Review: Raya and the Last Dragon (2021)

Menjadi film animasi ke-59 yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios, Raya and the Last Dragon merupakan usaha teranyar dari rumah produksi milik The Walt Disney Company tersebut dalam melakukan diversifikasi pada karakter maupun kisah yang ditampilkan oleh film-film yang mereka rilis. Setelah Moana (Ron Clements, John Musker, 2016) yang menampilkan sosok karakter dan kisah yang didasarkan pada sejarah maupun legenda yang berasal dari gugus kepulauan Polinesia, Raya and the Last Dragon kini memberikan fokus pada barisan karakter serta kisah yang berasal dari Asia Tenggara. Dari segi pengisahan, Raya and the Last Dragon memang tidak menghadirkan tata penuturan yang begitu berbeda dengan film-film produksi Walt Disney Animation Studios lainnya. Tetap saja, dengan garapan yang apik, Raya and the Last Dragon tidak hanya mampu menjelma menjadi sajian yang menghibur sekaligus inspiratif khas film-film animasi Disney lainnya namun, di saat yang bersamaan, juga memiliki signifikansi yang begitu terhubung dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat modern saat ini.

Continue reading Review: Raya and the Last Dragon (2021)

Review: Zack Snyder’s Justice League (2021)

Para penikmat film dunia, khususnya mereka yang menggemari film-film bertemakan pahlawan super yang berada dalam semesta pengisahan DC Extended Universe, jelas telah familiar dengan sejumlah drama yang terjadi di balik layar proses produksi hingga perilisan Justice League (Zack Snyder, 2017). Dihinggapi berbagai permasalahan selama proses produksinya, mulai dari naskah cerita yang terus mengalami penulisan ulang hingga isu bahwa Warner Bros. Pictures tidak menyukai produk final yang dihasilkan, Snyder kemudian memilih untuk melepaskan tugasnya sebagai sutradara ketika Justice League sedang berada dalam tahap pascaproduksi setelah dirinya harus berhadapan dengan sebuah tragedi yang menimpa keluarganya. Warner Bros. Pictures lantas menunjuk Joss Whedon (The Avengers, 2012) untuk mengisi posisi serta melanjutkan proses pembuatan film yang ditinggalkan Snyder. Continue reading Review: Zack Snyder’s Justice League (2021)

Review: Generasi 90an: Melankolia (2020)

Merupakan penulis naskah bagi film-film seperti Surat dari Praha (Angga Dwimas Sasongko, 2016), Love for Sale (Andibachtiar Yusuf, 2018), hingga Story of Kale: When Someone’s in Love (Sasongko, 2020), M. Irfan Ramli kini melakukan debut pengarahannya melalui film Generasi 90an: Melankolia. Seperti halnya Nanti Kita Cerita tentang Hari ini (Sasongko, 2020) – yang salah satu karakternya diberikan ruang penceritaan tersendiri lewat Story of Kale: When Someone’s in Love, Generasi 90an: Melankolia juga merupakan adaptasi bebas dari buku yang ditulis oleh Marchella FP. Bebas, dalam artian jika buku yang berjudul Generasi 90an yang dijadikan basis cerita dari film ini merupakan buku yang berisi berbagai kenangan akan film, musik, dandanan, permainan, bacaan, hingga makanan yang sempat populer di era tersebut, maka film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Ramli ini akan menuturkan garisan kisah yang dialami oleh sejumlah karakter. Continue reading Review: Generasi 90an: Melankolia (2020)

Review: Boss Level (2020)

Tujuh tahun setelah mengarahkan Stretch (2014) – sebuah drama komedi yang diproduseri oleh Jason Blum, melibatkan penampilan dari Patrick Wilson, Chris Pine, dan Jessica Alba, namun batal ditayangkan secara luas di layar bioskop untuk kemudian dirilis melalui layanan video on demand – Joe Carnahan kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk Boss Level. Film yang menandai kali pertama Carnahan mengarahkan sebuah alur cerita bernada fiksi ilmiah ini sebenarnya telah menyelesaikan proses produksinya di awal tahun 2018 dengan jadwal penayangan pada musim panas tahun 2019. Ironisnya, sama seperti Stretch, distributor dari Boss Level juga memilih untuk meninggalkan film yang dibintangi Frank Grillo tersebut yang secara otomatis juga lantas membuatnya gagal tayang di layar bioskop sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.  Baru pada akhir tahun 2020, Boss Level menarik perhatian sejumlah distributor film – termasuk layanan streaming Hulu – yang kemudian membeli hak tayang film dan mulai merilisnya di awal tahun 2021. Bad luck Carnahan. Continue reading Review: Boss Level (2020)

Review: Geez & Ann (2021)

Alur pengisahan dari film terbaru arahan sutradara Rizki Balki (Laundry Show, 2019), Geez & Ann, dimulai dengan pertemuan dua karakter utamanya, Gazza Cahyadi yang dalam keseharian dipanggil dengan sebutan Geez (Junior Roberts) dan Keana Amanda yang akrab disapa sebagai Ann (Hanggini). Pertemuan singkat yang terjadi dalam sebuah pagelaran pentas seni yang dilaksanakan oleh sekolah tempat Ann belajar – dan Geez merupakan salah satu alumninya – segera tumbuh menjadi benih hubungan romansa bagi keduanya. Kisah kasih antara dua remaja tersebut menemui tantangan besar ketika Geez harus memenuhi keinginan sang ibu (Dewi Rezer) agar dirinya melanjutkan pendidikannya di Berlin, Jerman selama empat tahun mendatang. Tidak ingin hubungannya dengan Ann kandas begitu saja, Geez lantas berjanji bahwa dirinya akan selalu pulang untuk menemui Ann di setiap hari ulang tahun gadis yang memiliki cita-cita sebagai dokter itu. Continue reading Review: Geez & Ann (2021)

Review: The United States vs. Billie Holiday (2021)

Diangkat dari buku yang berjudul Chasing the Scream: The First and Last Days of the War on Drugs yang ditulis oleh Johann Hari, film terbaru arahan sutradara Lee Daniels (Lee Daniels’ The Butler, 2013), The United States vs. Billie Holiday, mencoba untuk mengangkat sebuah sisi pengisahan dari sosok penyanyi legendaris Billie Holiday yang mungkin belum diketahui oleh banyak kalangan. Dengan karir yang berjalan selama lebih dari dua dekade, imej Holiday yang begitu popular pada era 30-40an sebagai seorang penyanyi jazz dengan kemampuan olah vokal yang membuatnya berada di kelas yang berbeda dengan kebanyakan penyanyi lainnya seringkali dibayangi oleh berbagai kasus hukum yang berkaitan dengan penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Ketergantungannya pada narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut bahkan membuat Holiday terus dikejar dan berada dalam pengawasan ketat pihak Federal Bureau of Narcotics. Namun, seperti yang diungkapkan oleh The United States vs. Billie Holiday, perhatian yang diberikan Federal Bureau of Narcotics pada Holiday tidak selalu berkaitan dengan ketergantungannya. Continue reading Review: The United States vs. Billie Holiday (2021)

Now Streaming: Counterpart

Dua musim dari serial televisi Counterpart, yang saat ini sedang tayang secara eksklusif di Mola TV, jelas merupakan salah satu serial televisi terbaik yang tayang dalam beberapa tahun terakhir. Merupakan sebuah paduan apik dari warna pengisahan fiksi ilmiah dengan spy thriller yang siap untuk menghadirkan kejutan dan ketegangan bagi para penontonnya, konflik dalam alur cerita dari serial televisi yang dibuat oleh Justin Marks – sebelumnya merupakan penulis naskah bagi film Street Fighter: The Legend of Chun-Li (Andrzej Bartkowiak, 2009) dan The Jungle Book (Jon Favreau, 2016) – dimulai ketika pada masa 30 tahun lalu, para ilmuwan di Jerman Timur secara tidak sengaja menciptakan sebuah dimensi paralel yang kini hanya dapat diakses dari gudang bawah tanah dari gedung yang dimiliki oleh sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa. Dimensi paralel. Dua dunia. Yep. Counterpart dijamin akan “mengganggu” pemikiran Anda. Continue reading Now Streaming: Counterpart

Now Streaming: Two Weeks to Live

Suka atau tidak dengan musim terakhir dari serial televisi Game of Thrones – yang memang mendapatkan cukup banyak reaksi negatif dari kritikus maupun para penggemarnya – jelas tidak dapat dipungkiri bahwa serial televisi yang diadaptasi dari seri novel berjudul A Song of Ice and Fire karangan George R. R. Martin tersebut merupakan salah satu serial televisi terpopuler dalam satu dekade terakhir. Tidak hanya memenangkan banyak penghargaan, Game of Thrones juga menjadi bagian perbincangan budaya populer terbesar, memecahkan rekor jumlah penonton, dan, tentu saja, memberikan popularitas bagi para pemerannya. Nama-nama seperti Kit Harrington, Lena Headey, Peter Dinklage, Sophie Turner, Emilia Clarke, Nikolaj Coster-Waldau, hingga Maisie Williams jelas mendapatkan paparan maksimal berkat kesuksesan besar dari Game of Thrones. Berbicara tentang Williams, aktris asal Inggris tersebut kini membintangi sebuah miniseri terbaru berjudul Two Weeks to Live yang sedang tayang secara eksklusif di Mola TV. Percayalah, Williams tampil begitu berbeda dalam serial ini. Continue reading Now Streaming: Two Weeks to Live

Review: I Care a Lot (2020)

Awal Februari lalu, sebagai bagian dari serial dokumenter investigatifnya yang berjudul The New York Times Presents, The New York Times merilis Framing Britney Spears (Samantha Stark, 2021). Dokumenter berdurasi 74 menit tersebut tidak hanya berbicara tentang bagaimana popularitas Britney Spears memiliki dampak besar pada kultur kehidupan di industri hiburan dan media Amerika Serikat (baca: dunia) namun juga mengupas masalah perwalian yang telah diterapkan pada kehidupan Spears semenjak tahun 2008 yang diduga telah disalahgunakan oleh sang ayah, Jamie Spears, dan orang-orang yang berada disekitar Spears yang lantas memicu gerakan #FreeBritney dari para penggemarnya. Framing Britney Spears sukses menghasilkan reaksi dari banyak kalangan yang kembali mempertanyakan perlakuan masyarakat secara umum terhadap seorang perempuan serta, khususnya, hukum tentang perwalian yang awalnya dibentuk untuk melindungi orang dewasa yang dianggap “tidak mampu” untuk menjaga diri mereka sendiri namun kemudian dijadikan ladang bisnis untuk menghasilkan keuntungan bagi sejumlah orang yang terlibat dalam pengaplikasian sistem perwalian tersebut. Continue reading Review: I Care a Lot (2020)

Review: Layla Majnun (2021)

Setelah Test Pack: You Are My Baby (2012), sutradara Monty Tiwa kembali mempertemukan Reza Rahadian dengan Acha Septriasa dalam film arahannya yang terbaru, Layla Majnun. Merasa familiar dengan judul tersebut? Meskipun bukanlah adaptasi langsung dari kumpulan puisi legendaris Layla and Majnun karangan sastrawan asal Azerbaijan, Nezami Ganjavi, namun naskah cerita film yang ditulis oleh Alim Sudio (Mariposa, 2020) masih menggunakan esensi serta tema cerita senada seperti yang diusung oleh barisan puisi karya Ganjavi yang alur kisahnya mendapat julukan The Romeo and Julie of the East karena kandungan cerita cinta tak berbalasnya yang mengingatkan banyak orang pada kisah Romeo and Juliet yang ditulis oleh William Shakespeare. Lalu bagaimana eksplorasi cerita yang dilakukan oleh Tiwa dan Sudio dalam mengelola alur dan konflik romansa yang sebenarnya telah dituturkan berulang kali? Continue reading Review: Layla Majnun (2021)