Tag Archives: Steve Zahn

Review: War for the Planet of the Apes (2017)

Sukses mengarahkan Dawn of the Planet of the Apes (2014) – setelah sebelumnya menggantikan posisi Rupert Wyatt yang mengarahkan Rise of the Planet of the Apes (2011), Matt Reeves kembali duduk di kursi penyutradaraan bagi film ketiga dalam seri film Planet of the Apes, War for the Planet of the Apes. Dengan naskah cerita yang ditangani Reeves bersama dengan Mark Bomback, War for the Planet of the Apes mengisahkan kelanjutan perjalanan Caesar (Andy Serkis – lewat penggunaan performance-capture technology) dan kawanannya yang berusaha untuk menemukan sebuah lokasi baru yang aman untuk mereka tinggali. Bukan sebuah persoalan yang mudah. Meskipun musuhnya, Koba (Toby Kebbell – lewat penggunaan performance-capture technology), telah tewas, namun para pengikutnya masih senantiasa mencoba untuk menjatuhkan Caesar dari singgasananya. Para pengikut Koba bahkan telah bekerjasama dengan pihak manusia – faksi militer yang menamakan dirinya Alpha-Omega yang bertujuan untuk memusnahkan populasi para kera yang dianggap memiliki potensi untuk menyebarkan sebuah penyakit berbahaya yang belum ditemukan obatnya. Dan ancaman tersebut kian nyata setelah pimpinan Alpha-Omega yang disebut sebagai The Colonel (Woody Harrelson) mulai mengetahui dimana letak persembunyian Caesar dan kawanan keranya. Continue reading Review: War for the Planet of the Apes (2017)

Advertisements

Review: Dallas Buyers Club (2013)

Dallas Buyers Club (Truth Entertainment/Voltage Pictures, 2013)
Dallas Buyers Club (Truth Entertainment/Voltage Pictures, 2013)

(Mungkin) Bosan dengan gelar sebagai aktor yang paling dapat diandalkan untuk tampil bertelanjang dada dalam sebuah film drama komedi romantis, Matthew McConaughey mulai menata kembali karirnya (dan imejnya) di Hollywood dengan membintangi film The Lincoln Lawyer (2011) arahan Brad Furman serta Bernie arahan Richard Linklater yang dirilis pada tahun 2012. Dan berhasil! Perpaduan antara materi cerita yang tepat dengan kemampuan akting yang handal sekaligus kharisma yang begitu memikat berhasil memberikan penyegaran pada karir berakting McConaughey yang sebelumnya mulai terasa berjalan monoton. Di tahun-tahun berikutnya, McConaughey terus membuktikan kehandalan aktingnya melalui pilihan film serta peran yang begitu bervariasi – seperti yang ia tunjukkan pada Dallas Buyers Club dimana ia McConaughey berperan sebagai seorang pria penderita AIDS akut dengan jangka waktu kehidupan yang diprediksi tidak akan berjalan lama lagi.

Continue reading Review: Dallas Buyers Club (2013)

Review: Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules (2011)

Well… setelah apa yang ia tunjukkan lewat Kick-Ass (2010) dan Let Me In (2010), tentu saja Nona Chloë Grace Moretz telah menemukan dirinya terjebak dalam berbagai kesibukan lain yang lebih berharga daripada sekedar untuk ikut serta dalam sekuel film Diary of a Wimpy Kid (2010). Tidak perlu khawatir, selain Moretz, seluruh jajaran pemeran utama Diary of a Wimpy Kid kembali lagi untuk memerankan peran mereka di film yang diadaptasi dari buku cerita karangan Jeff Kinney ini, Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules. Melepaskan latar belakang sekolah sebagai lokasi utama cerita, kali ini sang wimpy kid, Gregg Heffley, harus menghadapi tantangan yang datang dari dalam rumahnya sendiri dan berwujud dalam bentuk kakak laki-lakinya, Rodrick. Sebuah premis yang sebenarnya terdengar cukup alami, namun sayang gagal untuk dikembangkan menjadi sebuah hasil akhir yang lebih superior dari jalan cerita film pertamanya.

Continue reading Review: Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules (2011)

Review: Diary of a Wimpy Kid (2010)

Lewat Diary of a Wimpy Kid, penonton akan dikenalkan kepada kehidupan Greg Hefley (Zachary Gordon), seorang anak laki-laki yang baru saja memasuki masa remaja sekaligus baru saja akan menjalani kehidupannya yang baru sebagai seorang siswa sekolah menengah pertama. Dan Greg sangat khawatir tentang masa-masa awal status barunya ini. Tentu saja, masa-masa awal sekolah merupakan sebuah masa yang krusial dimana kesan pertama yang akan diberikan sangat menentukan imej yang akan terus dipegang selama tiga tahun menyelesaikan masa sekolah menengah pertama. Oh, teenagers!

Continue reading Review: Diary of a Wimpy Kid (2010)