Tag Archives: Sterling K. Brown

Review: Frozen II (2019)

Mungkin tidak ada seorangpun, termasuk Walt Disney Animation Studios sendiri, yang pernah menduga bahwa Frozen (Chris Buck, Jennifer Lee, 2013) akan mampu meraih kesuksesan yang begitu luar biasa. Merupakan adaptasi dari dongeng klasik karya Hans Christian Andersen yang berjudul The Snow Queen, Frozen tidak hanya berhasil mencapai kesuksesan komersial belaka ketika film tersebut meraup pendapatan sebesar lebih dari US$1 milyar pada masa penayangannya di seluruh dunia serta album musik temanya yang berisi lagu-lagu semacam Let It Go, Do You Want to Build a Snowman?, Love is an Open Door, dan For the First Time in Forever mampu terjual lebih dari sepuluh juta keping. Film yang juga berhasil memenangkan dua penghargaan di ajang The 86th Annual Academy Awards, termasuk kategori Best Animated Feature, tersebut juga menjelma menjadi sebuah fenomena sosial dalam skala global ketika alur kisahnya, lirik lagu-lagunya, hingga karakter-karakter serta gaya berbusana mereka menjadi perbincangan sekaligus ikon bagi para penikmat budaya pop di seluruh penjuru dunia. Fenomenal! Continue reading Review: Frozen II (2019)

Review: The Angry Birds Movie 2 (2019)

Tiga tahun semenjak perilisan The Angry Birds Movie (Clay Kaytis, Fergal Reilly, 2016) – yang meskipun gagal mendapatkan tanggapan positif dari para kritikus film namun tetap berhasil mengumpulkan pendapatan komersial yang cukup lumayan – Sony Pictures Animation kini merilis sekuelnya, The Angry Birds Movie 2. Merupakan debut pengarahan bagi sutradara Thurop Van Orman dan John Rice, jalan cerita The Angry Birds Movie 2 masih mengedepankan petualangan tiga burung, Red (Jason Sudeikis), Chuck (Josh Gad), dan Bomb (Danny McBride), yang kini sering menjadi garda terdepan bagi keamanan Bird Island dari serangan Piggy Island yang dipimpin oleh King Leonard (Bill Hader). Namun, sikap permusuhan yang selama ini terbentuk antara para penghuni kedua pulau tersebut sirna dan secara perlahan menjadi saling bekerjasama ketika mereka sama-sama mendapatkan ancaman dari Zeta (Leslie Jones), pimpinan Eagle Island yang lantas melancarkan serangan guna merebut dan menguasai kedua pulau tersebut. Continue reading Review: The Angry Birds Movie 2 (2019)

Review: The Predator (2018)

Merupakan film keempat dalam seri film Predator yang mengikuti Predator (John McTiernan, 1987), Predator 2 (Stephen Hopkins, 1990), dan Predators (Nimród Antal, 2010) – dan film keenam jika Anda turut menghitung keberadaan Alien vs. Predator (Paul W. S. Anderson, 2004) dan Alien vs. Predator: Requiem (The Brothers Strause, 2007), The Predator memiliki alur pengisahan yang linimasanya terletak di belakang Predator 2namun mendahului linimasa penceritaan dari Predators. Meskipun begitu, terlepas dari beberapa referensi akan film-film pendahulu yang disajikan sebagai benang merah, The Predator mampu tampil dan dapat dinikmati sebagai sebuah film mandiri. Pengarahan cerita yang kini dikendalikan oleh Shane Black (The Nice Guys, 2016) juga membuat film ini memiliki warna pengisahan yang cukup berbeda dengan film-film lain dalam seri Predator: berjalan dengan ritme yang lebih cepat dan tampil dengan unsur black comedyyang kental. Sebuah penyegaran yang menyenangkan bagi seri film ini. Continue reading Review: The Predator (2018)

Review: Black Panther (2018)

Ada sesuatu yang berbeda pada presentasi film pahlawan super terbaru garapan Marvel Studios yang berjudul Black Panther. Merupakan sebuah origin story yang memperkenalkan sosok pahlawan super baru dalam rangkaian pengisahan Marvel Cinematic Universe, Black Panther menghadirkan deretan karakter yang didominasi oleh karakter-karakter berkulit hitam dengan latar belakang lokasi penceritaan yang juga berada di benua Afrika. Tidak hanya itu. Dibandingkan dengan film-film pahlawan super lainnya yang telah dirilis oleh Marvel Studios, naskah cerita Black Panther yang ditulis oleh sutradara film ini, Ryan Coogler (Creed, 2015), bersama dengan Joe Robert Cole, juga menawarkan jalinan cerita yang memiliki nuansa politis yang cukup kental. Warna penceritaan yang cukup mampu memberikan nafas segar bagi kisah heroik a la Marvel Studios yang harus diakui telah terasa berjalan cukup monoton pada beberapa film garapan mereka akhir-akhir ini. Continue reading Review: Black Panther (2018)