Tag Archives: Sergei Polunin

Review: The Nutcracker and the Four Realms (2018)

Berawal dari sebuah cerita pendek berjudul The Nutcracker and the Mouse King yang ditulis oleh penulis E.T.A. Hoffmann dan dirilis pada tahun 1816, The Nutcracker kemudian mendunia ketika kisah tersebut diadaptasi menjadi sebuah pertunjukan balet sukses berjudul sama oleh Marius Petipa dan Lev Ivanov dengan iringan musik dari Pyotr Ilyich Tchaikovsky yang juga menjelma menjadi salah satu gubahan musik paling familiar bagi banyak penikmat musik dunia. Keberhasilan tersebut tak pelak membuat pengisahan The Nutcracker kemudian diadaptasi ke dalam banyak bentuk media penceritaan lainnya – mulai dari drama panggung musikal, film layar lebar, serial televisi, bahkan hingga permainan video. Yang teranyar, Walt Disney Pictures merilis The Nutcracker and the Four Realms yang merupakan adaptasi mereka atas The Nutcracker and the Mouse King dan kisah yang disampaikan dalam pertunjukan balet The Nutcracker dengan memberikan sejumlah sentuhan baru pada beberapa bagian penceritaannya. Sebuah strategi yang mungkin sejalan dengan rilisan-rilisan mereka seperti Cinderella (Kenneth Branagh, 2015) atau Beauty and the Beast (Bill Condon, 2017) yang juga memberikan interpretasi segar atas sebuah pengisahan klasik namun apakah Walt Disney Pictures mampu mempertahankan daya tarik magis dari The Nutcracker yang telah dicintai begitu banyak orang selama lebih dari satu abad? Continue reading Review: The Nutcracker and the Four Realms (2018)

Advertisements

Review: Murder on the Orient Express (2017)

Jika judul Murder on the Orient Express terdengar sangat familiar bagi Anda… then yes… film arahan Kenneth Branagh (Cinderella, 2015) ini merupakan adaptasi terbaru dari novel misteri popular berjudul sama karangan Agatha Christie. Murder on the Orient Express sendiri telah beberapa kali diadaptasi ke media audio visual – termasuk sebuah film layar lebar arahan Sidney Lumet yang berhasil meraih kesuksesan komersial ketika dirilis pada tahun 1974 serta mendapatkan lima nominasi dan memenangkan Ingrid Bergman piala Oscar ketiganya di ajang The 47th Annual Academy Awards. Selain melakukan perubahan pada tatanan nama maupun latar belakang beberapa karakternya, versi terbaru Murder on the Orient Express arahan Branagh tidak menawarkan arah maupun sudut pengisahan yang benar-benar baru. Sebuah pilihan yang membuat versi terbaru dari Murder on the Orient Express memiliki atmosfer pengisahan whodunit tradisional yang kental namun tetap mampu tampil modern berkat pengarahan Branagh yang cukup kuat. Continue reading Review: Murder on the Orient Express (2017)