Tag Archives: Sellen Fernandez

Review: Ayat-ayat Cinta 2 (2017)

Desir pasir di padang tandus

Hampir satu dekade semenjak masa perilisan film perdananya, kisah cinta sejuta umat – well… tiga juta lima ratus delapan puluh satu ribu sembilan ratus empat puluh tujuh jika ingin menghitung jumlah raihan penonton yang berhasil didapatkan Ayat-Ayat Cinta (Hanung Bramantyo, 2008) – kembali hadir untuk melanjutkan pengisahannya. Masih diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy, jalan cerita Ayat-ayat Cinta 2 tidak lagi berputar di sekitar melodrama kisah cinta segitiga antara Fahri, Maria, dan Aisha. Melalui novelnya, El Shirazy sepertinya ingin menjangkau tema pengisahan yang lebih luas atau universal mengenai cinta – meskipun, tentu saja, dengan tetap menggunakan sebuah alur kisah cinta sebagai jangkarnya. Sebuah tujuan yang dapat dirasakan… ummm… mulia namun sayang hadir dengan eksekusi yang terlalu mentah. Continue reading Review: Ayat-ayat Cinta 2 (2017)

Advertisements

Review: The Tarix Jabrix 3 (2011)

Petualangan geng motor yang penuh sopan santun dan patuh terhadap perintah orangtua, The Tarix Jabrix, yang berasal dari Bandung ini akhirnya mencapai seri ketiganya! Ketika seri pertamanya dirilis pada tahun 2008 silam, mungkin sebagian orang memandang The Tarix Jabrix tak lebih dari sekedar sebuah usaha sebuah perusahaan rekaman untuk mempopulerkan salah satu kelompok musik yang berada di bawah naungannya. Namun, dengan jalan cerita drama komedi yang pas serta pengarahan Iqbal Rais (Senggol Bacok, 2010) yang cukup mumpuni, The Tarix Jabrix ternyata mampu tampil memikat hati banyak penonton film Indonesia sekaligus menempatkan nama The Changcuters ke jajaran kelompok musik populer di negeri ini.

Continue reading Review: The Tarix Jabrix 3 (2011)

Review: Red CobeX (2010)

Walaupun memulai debut penyutradaraannya pada film 30 Hari Mencari Cinta (2004) yang sangat bertema girly, nama Upi Avianto sendiri mungkin lebih banyak dikenal melalui film-film bertema maskulin dan keras yang ia kerjakan selanjutnya, seperti Realita, Cinta dan Rock ‘n Roll (2006), Radit dan Jani (2008) serta Serigala Terakhir (2009). Lewat Red CobeX, sebuah film komedi yang ia rilis tahun ini, Upi sepertinya mencoba sebuah tema baru yang ingin ia tawarkan pada penikmat film Indonesia.

Continue reading Review: Red CobeX (2010)