Tag Archives: Scott Eastwood

Review: Wrath of Man (2021)

Dalam film teranyarnya, Wrath of Man, Guy Ritchie (The Gentlemen, 2019) kembali mengarahkan Jason Statham yang sebelumnya turut berperan dalam tiga film yang mengawali karir penyutradaraan Ritchie, Lock, Stock & Two Smoking Barrells (1998), Snatch (2000), dan Revolver (2005). Statham berperan sebagai Patrick Hill, seorang pria yang baru saja mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan keamanan pengelola mobil lapis baja bernama Fortico Security. Bertugas untuk menghantarkan barang berharga atau uang dalam jumlah besar, Patrick Hill dan rekan-rekannya seringkali harus berhadapan dengan bahaya yang datang dari kawanan penjahat yang berusaha untuk merebut bawaan mereka. Meskipun begitu, berbekal pengalamannya bekerja di sebuah perusahaan keamanan di Eropa, Patrick Hill tidak ragu untuk melawan jika ada yang berusaha untuk mengganggu pekerjaannya – hal yang dibuktikan ketika ia dan dua rekannya, Haiden Blaire (Holt McCallany) dan Dave Hancock (Josh Hartnett), dihadang oleh sekelompok perampok dalam tugas mereka. Di saat yang bersamaan, kemampuan Patrick Hill untuk melawan membuat sejumlah orang lantas mempertanyakan siapa sosok Patrick Hill yang sebenarnya. Continue reading Review: Wrath of Man (2021)

Review: Pacific Rim Uprising (2018)

Berbeda dengan seri film Transformers (2007 – 2017) yang sebelumnya telah dirilis dan mempopulerkan kembali keberadaan para robot-robot raksasa, Pacific Rim garapan Guillermo del Toro yang dirilis pada tahun 2013 menawarkan sebuah sentuhan pengisahan yang sedikit berbeda. Berbekal pengisahan yang cenderung kelam (dan lebih dewasa) seperti kebanyakan film-film del Toro lainnya, Pacific Rim mampu menangkap perhatian para kritikus film meskipun tetap mendapatkan catatan khusus mengenai lemahnya pengembangan konflik dan karakter yang dihadirkan. Sayangnya, pemilihan alur yang sedikit berbeda dari film-film Transformers juga menjadi salah satu penyebab mengapa penonton akhirnya sedikit menjaga jarak dari keberadaan Pacific Rim. Dengan biaya produksi yang mencapai hampir sebesar US$200 juta, Pacific Rim “hanya mampu” mendapatkan raihan komersial sebesar US$411 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia. Jelas sebuah pencapaian yang cukup mengecewakan dari bagian awal sebuah seri film yang tadinya diperkirakan akan menjadi lumbung yang terbaru bagi rumah produksi Legendary Pictures. Continue reading Review: Pacific Rim Uprising (2018)

Review: Fast & Furious 8 (2017)

Percaya atau tidak, seri perdana The Fast and the Furious arahan Rob Cohen yang dirilis tahun 2001 mendasarkan kisahnya pada sebuah artikel karya jurnalis Kenneth Li berjudul Racer X yang dirilis pada Mei 1998 di majalah Vibe. Artikel yang mengupas tentang sekelompok pembalap yang secara rutin melakukan aksinya di jalanan kota New Yok, Amerika Serikat tersebut kemudian memberikan landasan realitas penceritaan pada beberapa seri awal The Fast and the Furious. Namun, seiring dengan pertambahan sekuel sekaligus nilai komersial yang dihasilkannya, film-film dalam rangkaian penceritaan The Fast and the Furious lantas bergerak menjadi sebuah film yang menjunjung penuh deretan adegan aksi bombastis layaknya (bahkan terkadang melebihi) adegan-adegan aksi dalam film-film pahlawan super. Tentu saja, dengan minat penonton yang cenderung terus meningkat – khususnya setelah Fast and the Furious 7 (James Wan, 2015) yang membukukan kesuksesan komersial sebesar lebih dari US$1.5 milyar dari perilisannya di seluruh dunia – para produser seri film ini jelas akan terus bersiap untuk memuaskan setiap penggemar seri The Fast and the Furious dengan tampilan aksi yang semakin terlihat fantastis. Continue reading Review: Fast & Furious 8 (2017)

Review: Invictus (2009)

Nelson Mandela mungkin adalah salah satu tokoh yang paling banyak berpengaruh dan dihormati, tidak hanya di negaranya sendiri, Afrika Selatan, melainkan juga bagi seluruh masyarakat dunia. Ini, tentu saja, karena peranan dirinya yang terus berjuang untuk hak-hak persamaan warga kulit hitam di Afrika Selatan, sekaligus menghapuskan rasa benci terhadap warga kulit putih dari diri warga pribumi di negara tersebut. Continue reading Review: Invictus (2009)